
"Sebenarnya aku dahulu masuk kedalam kelompok pembunuh bayaran karena sebuah keharusan, karena dulu uang adalah segalanya dinegara ini, jika tidak mempunyai uang orang-orang kecil akan ditindas, hukum bisa dibeli, aku tak mau menjadi orang kecil, dan mulai mengukir sejarahku sendiri walaupun terkesan memaksa, aku yakin dengan tekadku. Aku memasuki kelompok bernama All Star, didalamnya banyak orang kejam, di didik dengan keras, dan ketat, makan, minum pun harus bekerja keras untuk mendapatkannya, dari 1.000 orang, yang jadi hanya 10. Aku salah satunya." Greg menceritakan masa lalunya kepada Alex.
Lalu ia berhenti sejenak, setelah itu melanjutkan nya setelah mengambil nafas, "Perihal aku bisa tunduk disuatu keluarga karena disaat itu wanita yang kucintai sedang disandra, sebenarnya aku tak mau melibatkannya, aku menceritakan semua rahasia ku kepadanya, namun dia masih bersih keras untuk bertahan, akhirnya suatu hari diwaktu malam, salah satu informan ku memberitahu perihal wanita yang kucintai sedang disandra oleh sebuah keluarga, dikarenakan misi yang kudapatkan menargetkan keluarga nya, misi tersebut tak lain dari Brian, setelah itu aku ingin menyelamatkannya namun mereka dengan liciknya mengancam diriku, jika tak menurut mereka akan membunuh wanita yang kucintai tersebut didepan wajahku, wanita yang kumaksud adalah ibu Aisyah." Greg mengakhiri ceritanya sambil tersenyum, ia masih ingat kejadian itu, setelah bertahun tahun mengabdi, akhirnya hari pembalas tiba.
Greg menghabisi semua keluarga tersebut sampai ke akar-akarnya, ia sudah merencanakan hal tersebut, mengorbankan waktunya yang lama hanya untuk terbebas dari kekangan keluarga yang keji tersebut, Greg melancarkan serangannya 1 hari harus menargetkan 10 orang, diam diam ia membunuhnya dengan sangat lihai, tanpa jejak, tentu saja tak ada yang tahu, ataupun sadar.
Greg dibantu oleh teman-teman nya dari luar untuk membebaskan istrinya, dan juga dirinya, meskipun terlihat mustahil, pembunuh bayaran hebat, tetap pembunuh pembayaran hebat, Greg membabat habis tanpa tersisa, dengan bantuan teman temannya dari luar, ia berhasil lolos dari genggaman keluarga tersebut.
Keluarga itu bernama Valhalla, memiliki sifat kejam, licik, tanpa belas kasih, dan juga selalu menghalalkan segala hal demi sebuah pencapaian, kepada bawahannya, jika tak mau menuruti mereka akan dibunuh, walaupun kebanyakan orang tertekan dengan kuasa keluarga Valhalla, Greg tetap melakukannya seorang diri, walaupun dibantu teman-temannya, tetap saja ia membunuh keluarga tersebut sendiri, bayangkan saja satu keluarga berisi lebih dari 500 orang, mengapa banyak?, tentu saja keluarga yang pernah disinggahi oleh Greg adalah pusat, Greg memburu mulai dari keluarga cabang sampai kepusat.
Alex yang mendengar cerita langsung dari pembunuh bayaran terhebat, melongo seperti orang b*doh, bayangkan saja 1 orang menumpas 500 orang tanpa ragu, Alex yang mulai penasaran akhirnya bertanya, "Apakah ada keluarga yang lebih kejam lagi paman?", Greg ingin mengingat sesuatu yang menyangkut pertanyaan Alex, setelah 5 menit menunggu akhirnya Alex mendapatkan jawaban.
Greg yang teringat suatu cerita, akhirnya menceritakan hal itu kepada Alex, "10 tahun lalu, ada 1 keluarga yang menguasai negara ini seutuhnya, perintahnya adalah mutlak, tak bisa dibantah, menolak sama saja dibunuh, memberontak anggota keluarganya akan diincar sampai ketemu, memiliki kekuasaan yang besar, kejam, pintar, selalu teliti, tidak pernah melakukan hal licik kecuali mendesak, jujur, dan selalu memegang kata katanya, namun suatu hari nama keluarga tersebut hilang seperti ditelan bumi, sudah tidak ada yang bercerita, tak ada yang tahu, apalagi melihat sosoknya, 1 pemimpin nya setara 1.000 orang, tapi aku tak tahu pasti nama keluarga tersebut, kalau tidak salah dulu aku pernah melihat pemimpin mereka memiliki sebuah kalung giok, bewarna merah, dan bercorak putih. Yaaa.., tidak salah lagi, untuk wajahnya aku tidak tahu pasti, ia dikenal sebagai mesin pembunuh, namanya sudah terkenal diberbagai negara, walaupun asalnya di negara ini, kekuasaanya sampai diluar negeri salah satunya italia, disana ia sangat dihormati." ucap Greg.
__ADS_1
Alex mengangguk paham, lalu.
[Misi selesai]
Reward : 1 kotak besar special
[Sudah tersimpan didalam inventory secara otomatis]
"Baiklah paman, terimakasih atas ceritanya." ucap Alex, paman Greg mengangguk sebagai respon, "Alex kemari ayo makan, ajak paman juga." panggil ibu Santi, "Aku akan kesana sebentar lagi ibu." jawab Alex.
Kemudian tak lama Aisyah datang, bersama Leon, "Ternyata ada Alex, hai!" kata Aisyah, yang baru saja datang, "Kakak!!" ucap Leon sambil memeluk Alex, Alex menggendong nya, dan menaruhnya didalam pangkuannya, "Bagaimana sekolah mu hmm?" tanya Alex, Leon yang masih senang menjawab, "Semua nya baik baik saja kak, dan lancar.", Greg yang melihat keluarganya tersenyum karena kehadiran Alex, ia ikut bahagia, meskipun bagi nya Alex adalah orang baru, tapi tetap saja penyelamat hidupnya.
Selesai makan bersama, Alex ingin berpamitan, karena masih ada urusan yang akan ia urus, "Paman, ibu saya pamit terlebih dahulu, karena ada suatu hal yang ingin aku lakukan, terimakasih untuk makanan nya." ucapnya, mereka berdua hanya mengangguk, tersenyum sebagai respon.
__ADS_1
Alex langsung berjalan menuju keluar rumah Aisyah, sebelum melakukan hal yang lain, ia mampir kerumahnya, karena ada barang yang tertinggal, setelah masuk kedalam rumah, ia menuju ke kamarnya, untuk mengambil baju ganti, ia berniat menuju ke italia karena ingin mencari informasi tentang pria yang diceritakan paman Greg, karena rasa penasarannya sangat besar dengan sosok keluarga yang pernah menguasai negara yang ia pijaki sekarang.
Tak mau menunggu lama, Alex langsung menelepon Theo untuk menyiapkan tiket pesawat menuju Italia, karena ia sudah penasaran, waktu diceritakan ia hanya mengangguk saja, namun dihatinya masih ada suatu hal yang mengganjal.
Setelah Theo mengangkat teleponnya, Alex langsung menyuruh, "Siapkan tiket pesawat, jangan lupa pasport juga, aku ingin menuju kesana mencari informasi, akan kutunggu dirimu diperusahaan, jangan sampai telat." ucapnya, langsung mematikannya, ia pergi menuju ke perusahaan keduanya bernama, Lexa Corp.
Theo yang baru saja mengangkat langsung melakukan apa yang sudah diperintahkan, tentu saja kekuatan orang dalam adalah paling best baginya, tak membutuhkan waktu lama semuanya beres, Alex yang sudah sampai beberapa menit yang lalu, ia menuju ruangan Theo, 10 menit kemudian, Theo sudah sampai didepan perusahaan, segera ia memasukinnya karena tak mau Bossnya menunggu terlalu lama.
*Krekkk...
"Ini tuan tiket, dan juga pasport untuk anda, jika boleh tahu, tuan ke Italia untuk apa?" tanya Theo penasaran, setelah menyerahkan tiket, dan paspornya.
"Aku baru saja mendapatkan informasi, jika dirimu ingin ikut, belilah lagi, aku tau dirimu tak membutuhkan waktu lamakan untuk mengurus ini." ucap Alex seperti mengetahui segalanya.
__ADS_1
Theo hanya mengangguk, karena ia juga penasaran ingin mengikuti Bossnya, bukan hanya penasaran, namun juga demi keselamatan Bossnya, karena berada dinegara orang, apalagi disana terkenal dengan kelompok Mafianya, sangat berbahaya jika bermain main disana, apalagi menyangkut soal nyawa.
"Baiklah tuan." sahut Theo sambil mengeluarkan ponselnya, menyuruh temannya menyiapkan 1 tiket sekali lagi.