
Alex menahan diposisi yang sama, menunggu para musuh mereload senjata nya, beberapa menit kemudian, ia sudah tak mendengarkan suara tembakan, Alex pun keluar dari tempat persembunyian nya, dan berjalan keluar secara perlahan dari ruangan tersebut sambil memasang sikap waspada, langsung saja Alex menembakkan senjata nya kekanan, dan kekiri terlihat beberapa musuhnya sibuk mereload senjatanya, lalu meninggal karena terkena peluru Alex.
Sedangkan diluar pasukan bala bantuan datang, dan masih banyak pasukan yang bergegas masuk kedalam rumah mewah tersebut, Alex secara perlahan menelusuri ruangan ruangan tersebut, sambil mengaktifkan mata tembus pandang nya.
Pandangan Alex melihat musuh musuhnya menunggu berniat menyergapnya, namun Ia sudah mengetahui niat para musuhnya, karena tak mau repot, Ia menteleportasikan tubuhnya ditempat benda misterius tersebut, karena rasa penasarannya sudah besar Alex tak menduga jika ada jebakan disana, ratusan panah hampir menghujam tubuhnya, insting seorang Alex tak boleh dihiraukan, dengan cepat ia menghindari panah panah tersebut, namun salah satu panah tak lolos dari hindaran Alex terkena bahunya.
*Crattt...
Darah keluar dari bahu Alex, Ia meringis kesakitan sambil mencabut panah dari bahunya, lalu Ia merobek bajunya membalutnya dengan keras agar darahnya tak banyak yang keluar, dengan cepat Ia menyambar benda misterius tersebut, lalu pergi.
__ADS_1
Pasukan terr*ris pun bingung akan keberadaan Alex, mereka mencari disetiap ruangan tak ada nampaknya, bahkan batang hidungnya pun tak terlihat, mereka menelusuri di bagian bagian tersembunyi namun masih saja tidak ditemukan, akhirnya mereka mengecek bagian terakhir, yaitu tempat tersimpannya benda berharga.
"Lapor tuan, dia tidak ditemukan dimanapun, ini saya dibagian penyimpanan barang berharga, dimohon untuk anda datang." salah satu terr*ris tersebut melaporkan keadaan, dan meminta izin untuk memasuki ruangan terakhir, tak berselang lama orang yang dipanggil 'tuan' tersebut datang, dan membuka pintu brankas.
*Brakk!!
Terlihat sudah ada panah panah yang berserakan menancap dilantai ruangan, dan benda yang dijaganya menghilang, raut wajahnya berubah menjadi marah, kulitnya berwarna merah menahan amarah, "BAJINGAN, SIAPA YANG MENCURI BARANG BERHARGA KU!!!!!!!!!!!!!" teriak orang itu.
Orang yang mencuri benda tersebut sebenarnya tak jauh dari mereka, ya Alex berada diluar rumah diatas pohon bersembunyi untuk menyembuhkan luka dibahunya, Ia teledor karena tak melihat ada jebakan diruangan tersebut, dan berakhir terkena salah satu dari ratusan panah yang Ia sedang hindari.
__ADS_1
"Mona, belikan satu obat untukku, dan gunakan PS, jangan lupa air mineral." perintah Alex, [1 Pil penyembuhan ringan, dan 1 air mineral dibeli, mengurangi 6.000 PS], obat tersebut sudah berada ditangan Alex, Ia menelannya sambil menegak air putih.
Kecepatan Pil penyembuhan hanyalah butuh waktu 3 menit untuk menyembuhkan luka dibagian bahu Alex, "Pil yang hebat!" puji Alex, setelah dirasa sudah selesai, ia menyiapkan senjatanya, dan membentuknya menjadi senjata senapa ringan, lalu langsung saja berteleportasi kembali, dan memberondong, semuanya terkejut dengan kemunculan Alex yang tiba tiba, mereka semua tak sempat menembakkan 1 peluru pun.
"HAHAHAHA, AKU SUKA TERIAKAN INI!" Alex pun menikmati teriakan teriakan dari musuhnya, Ia membabat habis semua yang ada diruangan terakhir, ruangan yang awalnya masih bersih, diganti dengan warna merah, darah tercecer dimana mana, pakaian Alex dipenuhi dengan darah, sebelum pergi Alex mengaktifkan mata tembus pandangnya, melihat sekitar apakah masih ada musuh yang bersembunyi atau tidak.
Setelah selesai memeriksa, ternyata sudah kosong, Alex langsung berteleportasi dirumahnya untuk mandi, dan juga berganti pakaian, "Hari yang berat, namun demi kedamaian negara ini, aku rela membahayakan nyawaku sendiri, aku tak tau dengan rasa dihatiku ini, tiba tiba saja seperti ini, sakit sekali." Alex membatin, Ia juga tak tahu kenapa menjadi seperti ini.
Para pasukan Alex masih dalam perjalanan, sedangkan Theo, Neon, dan Rachel sudah memulai aksi pembantaian kelompok yang sering menyiksa warga sekitar, memeras uang, merampok, dan hal hal negative lainnya, mereka hanya ber 3 namun mampu membereskan 1 kelompok besar yang memiliki banyak sekali pasukan, tak gentar dengan sebegitu banyak nya musuh, mereka ber 3 memiliki sikap tenang, dan tak gegabah semuanya dikordinasi oleh Rachel agar pergekeran mereka rapi, Theo, dan Neon kagum dengan Rachel, mereka berdua menganggap Rachel pantas menjadi tangan kanan 'Tuan' nya, namun Theo sudah menjadi tangan kanannya.
__ADS_1