Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem

Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem
Menyelesaikan tanggung jawab


__ADS_3

Alex, Neon, Theo, dan para pasukannya tergeletak sedang istirahat diranjang rumah sakit, Neon sempat menolak untuk dirawat namun Alex langsung memerintahkan nya, dan akhirnya menurut, Neon tertawa kecil melihat hal itu, teman seperjuangan nya dimarahi oleh ketua baru.


Waktu yang sudah menunjukkan malam hari setelah peperangan, Alex kemudian tertidur lelap, sambil memikirkan hadiah dari sistem yang luar biasa, Alex tak mengabari kedua sahabatnya maupun Aisyah, karena tak mau mereka khawatir, apalagi sampai-sampai mendengar ocehan mereka bertiga, Alex tak mau.


Setelah pagi tiba, Alex terbangun sebelum matahari terbit, kisaran jam 04.30, ia bangkit langsung menyelesaikan misi harian dari sistem, dan selesai di jam 05.10 dengan reward kotak kecil misterius, semua latihan Alex dilihat oleh Theo.


Mulai dari push up, sit up, dan lainnya, tak sadar jika ia diintai oleh seseorang, Alex tak menyadari Theo berada disampingnya, ia sedang melakukan pendingingan didalam kamar bangsalnya agar ototnya tak kaku setelah melakukan olahraga, lalu Alex menoleh kesamping, dan terkejut, "Wahhhh!!!" teriak Alex, Theo yang berada di sebelah Alex ikut terkejut, dan berteriakk, "Hahhhh!!!" sahut Theo.


Neon terbangun dari tidurnya karena mendengar teriakan mereka berdua, "Hey hey bukannya tak wajar jika berteriak dipagi hari, mengganggu orang beristirahat saja.." celoteh Neon dengan nada lemas karena nyawanya belum terkumpul.


"APAAA!!"


"APAAA!!' teriak mereka berdua berbarengan mendengar celotehan Neon, tak sadar jika yang berteriak adalah pemimpin dan wakilnya, ia hanya tersenyum masam, ia lupa jika 1 kamar dengan pemimpin, dan wakilnya.


"Sudah sudah apakah kalian memiliki hobi berteriak." gerutu Neon, akhirnya ia beranjak dari kasurnya, dan masuk kedalam kamar mandi hanya sekedar cuci muka.


Alex yang melihat luka lukanya telah sembuh, bergegas untuk menuju kamar mandi, dan membersihkan badan nya karena keringatnya tadi pagi.


Theo tak sadar jika luka sang pemimpin telah sembuh, setelah Alex keluar dari kamar mandi, ia berganti pakaian, untuk menemui Aisyah, "Theo pinjamkan mobil mu, jika sudah sembuh menumpang saja bersama Neon." ucap Alex sambil mengambil kunci, dan keluar.


Theo hanya memandang boss nya tersebut, ia lupa jika mereka sedang terluka, dengan polosnya ia tak ingat jika sedang berada dirumah sakit untuk menjalani perawatan.


Neon yang baru keluar dari kamar mandi, celingak celinguk mencari bossnya, "Dimana tuan?" tanya Neon kepada Theo, Theo hanya menjawab santai sambil membaca majalah dewasa, "Dia keluar, dan menyuruh kita pulang bersama.", Neon yang heran bertanya sekali lagi, "Kau tak bercanda kan, barusan semalam dia babak belur, dan sekarang dia sudah pergi?", Theo yang akhirnya sadar terkejut sambil menaruh majalah dewasa itu, "Namun yang kulihat tadi tuan sudah baik baik saja, lukanya sudah menghilang tanpa tersisa." kata Theo.

__ADS_1


Theo, dan Neon masih heran, bagaimana tuannya yang semalam terluka paling parah bisa keluar terlebih dahulu, kata Theo juga lukanya sudah sembuh tanpa tersisa, "Sudah jangan dipikirkan tak lama kita akan menyusul." sahut Neon, Theo hanya mengangguk saja sebagai respon perkataan Neon.


Alex berjalan menuju ruang administrasi ingin membayar semua biaya perawatannya sendiri, Theo, Neon, dan semua anak buahnya yang sedang masuk didalam rumah sakit itu, ia masih berada di kota pinggiran, karena Theo, dan Neon takut, juga khawatir jika bossnya mengalami kejadian yang tak diinginkan ditengah perjalanan, akhirnya mereka berdua, dan kawanannya menuju rumah sakit terdekat.


"Permisi suster, saya ingin membayar tagihan perawatan, 2 orang yang bersama saya, dan juga sisanya." ucap Alex sambil memandangi layar hologram sistemnya.


"Atas nama siapa tuan jika boleh tahu?" tanya suster tersebut.


"Umm..., aku tidak tahu pasti sebentar." jawab Alex, sambil merogoh sakunya, dan mengambil ponselnya, ia ingin menelpon Theo.


*Kringgg....


*Kringggg....


"Berapa orang yang masuk kedalam rumah sakit ini?" tanya Alex.


"Semuanyaa 1.000 tuan." jawab Theo.


Alex langsung mematikan ponselnya, dan berkata, "1.000 orang suster.", suster tersebut terkejut terheran, bagaimana bisa 1 orang menanggung biaya 1.000 orang.


"Ohh yang semalam itu, baiklah tuan saya akan cek sebentar." ucap suster tersebut, 5 menit kemudian, "Semuanya menjadi 55 Milliar tuan.", Alex mengeluarkan black cardnya lalu menyerahkan kepada suster itu.


Setelah menyelesaikan pembayaran, suster tersebut mengembalikan kartu Alex, Alex langsung saja melengos keluar karna terburu-buru takut Aisyah sedang menunggu, karena dia sudah bilang kepada Aisyah jika besok ia akan kembali.

__ADS_1


Dengan cepat Alex berjalan menuju ke parkiran, setelah sampai Alex menekan tombol alarm mobil, agar ia tahu dimana mobil Theo, ternyata berada di lantai 2 parkiran, Alex langsung menaiki tangga lalu menekan kembali, setelah mengetahui mobilnya Alex langsung memasuki, dan menghidupkannya.


5 menit memanasi mobil, Alex langsung berngkat menuju ke tengah kota, karena ia masih berada dipinggiran kota, mengemudi dengan santai, tak terasa sudah 5 jam ia mengendarai mobilnya, ia langsung menuju ke Nusa hospital.


Alex langsung memarkirkan mobilnya, setelah memarkirkannya Alex langsung turun, dan beranjak ke kamar VVIP ayah Aisyah, ternyata disana masih ada Aisyah, dan Adiknya.


Alex memasuki kamar tersebut, Aisyah menoleh kearah pintu, ternyata Alex sudah kembali, semalam Aisyah khawatir kepada Alex karena ponselnya tak aktif, dan juga ia tak memiliki nomor 2 sahabatnya itu.


Alex berjalan kearah Aisyah, "Apakah dirimu sudah makan?" tanya Alex, Aisyah hanya merespon pertanyaan Alex dengan menggelengkan kepala, Alex langsung mengelus puncak kepala Aisyah, "Tenang saja, aku akan berusaha sebaik mungkin demi kesehatan ayahmu." ucap Alex memastikan Aisyah tak perlu khawatir.


Aisyah yang mendengar ucapan Alex hanya tersenyum, adik Aisyah masih melihat kemesraan mereka berdua, lalu Alex menuju kearah adik Aisyah yang sedari tadi melihat, dan bertanya "Siapa nama mu adik kecil?", "Namaku Leon." jawab Leon, lalu Alex bertanya kembali, "Apakah dirimu sudah makan?, waktu sudah menunjukkan siang.", Leon hanya menjawab, "Belum kak, karena aku ingin menjaga ayah bersama kakak Aisyah."


Alex membuka ponselnya, memesan makanan secara online, karena ia tak mau adik kakak ini sakit, setelah memesan Alex kembali bertanya, "Kapan operasi akan dimulai?", "Jika tidak salah sore nanti." jawab Aisyah.


Lalu Alex keluar dari ruangan itu ingin bertanya kepada dokter yang merawat ayah Aisyah, ia berpaspasan dengan ibu Santi, "Nak Alex, mau kemana?" sapa bu santi, Alex yang menoleh kesamping ternyata ibu Aisyah, "Saya ingin menemui dokter yang merawat paman." jawab Alex.


Akhirnya bu Santi juga ikut bersama Alex ingin mendengarkan kapan operasi suaminya itu dimulai.


*Tok tok tok


"Masuk." ucap sang dokter.


Sang dokter mempersilahkan kedua orang tersebut untuk duduk, setelah keduanya duduk, Alex langsung bertanya kepada intinya, "Kapan operasi dimulai?", "Tuan tenang saja, semuanya sudah diatur, sore ini, dsn akan selesai malam hari.", Alex mengangguk, dan berkata sekali lagi, "Aku tak mau perjalanan operasi ini ada kesalahan." desak Alex, sang dokter itu hanya menjawab, "Semoga saja tuan, kita hanya menunggu hasil yang akan datang."

__ADS_1


Setelah itu akhirnya Alex, dan bu santi keluar dari ruangan, dan Alex meyakinkan ibu santi, "Ibu tenang saja, aku jamin paman akan sembuh.", bu santi yang mendengar ucapan Alex hanya bisa menangis, dan berterimakasih kepada Alex, karena mau membantu, Alex hanya mengatakan, "apa salahnya membantu sesama, tenang saja."


__ADS_2