
Alex mengitari dokter tersebut sambil memegangi kepalanya, "Siapa menyuruhmu untuk membunuh pamanku?" tanya Alex masih mengitari pria tersebut, namun dokter itu tak mau membuka mulutnya, Alex pun berhenti mengitari lalu jongkok didepan pria itu, "Siapa yang menyuruh mu untuk membunuh pamanku?" Alex masih mempertanyakan hal yang sama, tetapi tetap saja pria itu tak mau membuka mulutnya, dan tetap mengunci mulutnya.
Alex pun menoleh ke arah Diablo memberikan isyarat untuk menyiksa pria tersebut, Diablo berjalan kearah pria itu, sebelum melakukan penyiksaan Alex mengatakan sesuatu, "Jangan sampai mati, sampai dirimu mendapatkan informasi darinya." Ia mengingatkan Diablo.
Diablo pun meyakinkan Tuan nya, karena Ia memiliki skill recovery, yaitu menyembuhkan seseorang/diri sendiri dari luka apapun, meski itu luka berat/ringan, asalkan orang/diri sendiri tersebut masih bernafas.
Alex pun lega mendengar penjelasan Diablo, lalu Ia mengamati penyiksaan yang Diablo lakukan. Diablo pun memulai untuk menyiksa dokter tersebut, jeritan, permohonan, bahkan darah tercecer dimana mana, Diablo terus menggunakan skillnya, dengan CD 1 menit saja, Diablo tak takut kekurangan mana karena dunia yang Ia singgahi kaya akan mana, namun tak semua orang bis menggunakannya.
Selama 2 jam lamanya Alex tetap menunggu sampai dokter itu membuka mulutnya, namun masih tetap saja tak membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu yang penting, dokter itu hanya menjerit, dan memohon, tapi Diablo tetap menyiksa nya tanpa ampun, "Jangan hentikan sampai dia memberikan informasi." perintah Alex, Diablo pun mengangguk mengerti, dan tetap melanjutkannya.
Alex pun pergi, Diablo menyiksa pria itu diruangan utama, Alex tak khawatir jika ruangan itu kotor, membunuh pun tak masalah jika itu musuh, namun jika itu teman, jangan harap mereka yang membunuh bisa keluar dari ruang utama tersebut.
__ADS_1
"Siapa dirimu yang berani mengusik ketenangan ku." batin Alex sambil berjalan keluar dari Mansion, Ia berniat untuk berkeliling Italia dengan mobil sport miliknya, yaitu Bugatti Veyron dilengkapi body full carbon membuat penampilan mobil tersebut sangat mewah.
Mobil tersebut terpakir didepan pintu masuk Mansion, salah satu pelayan sudah siap berdiri disebelah mobil menyerahkan sebuah kunci kepada Alex lalu membukakan pintu untuknya, Alex pun masuk, lalu menyalakannya.
*BROOMMM....
Lalu Ia bergegas pergi dari Mansion untuk memasuki kawasan jalanan, pagi yang indah dengan kesedihan yang mendalam membuat Alex mengebut dijalanan, Ia tak memikirkan adanya polisi, ataupun pejalan kaki, Ia tetap melaju dengan kencang.
Dengan pikiran yang tak karuan Alex hampir saja tertabrak seseorang wanita yang sedang jalan kaki, Alex tak menyadari jika lampu merah menunjukkan waktunya berhenti, dengan cepat Aled mengerem mobilnya dengan mendadak, hanya seinci saja body depan Alex menyentuh kaki perempuan tersebut.
Alex yang tak mau ambil pusing, dan memperpanjang masalah mempersilahkan wanita itu memasuki mobilnya, karena posisi mereka ada ditengah jalan raya.
__ADS_1
Mereka pun berangkat namun tak tahu tujuan, "Ini mau kemana?" akhirnya pun Alex bertanya, "Bagaimana jika dihotel?, atau sarapan?" balik tanya perempuan tersebut, "Baiklah, kita sarapan dihotel." jawab Alex.
Mereka mencari hotel namun tak ada satupun yang menarik, akhirnya wanita tersebut merekomendasikan suatu hotel bintang 5, tak lama mereka pun sampai.
Keduanya disambut oleh pelayan hotel didepan pintu, Alex, dan perempuan tersebut pun keluar, Alex menyerahkan kuncinya, dan memberikan sedikit tips untuk memarkirkan mobilnya, akhirnya mereka berdua pun masuk, dengan setelan Alex yang sederhana, sedangkan setelan wanita tersebut mewah, banyak orang menebak bahwa Alex adalah simpanan wanita itu.
Alex tak menggubris lantunan-lantunan sepele seperti itu, Ia sudah kenyang dimasa lalu, mereka berdua pun menuju kemeja reservasi untuk memesan kamar VIP, dan sarapan.
Alex menghabiskan 150 juta hanya untuk memesan kamar, dan sarapan, akhirnya mereka berdua pun sarapan dengan hidangan mewah, lalu selesai sarapan, mereka berdua pun menuju kekamar paling mewah.
"Siapa namamu?, dan mengapa dirimu mengajakku disini?" tanya Alex tiba tiba, wanita itu masih sibuk didalam kamar mandi, lalu keluar dengan pakaian sexy, "Namaku Liona, aku meminta disini karena kau harus melayani ku." jawabnya.
__ADS_1
"Atas dasar apa?" tanya Alex sekali lagi, "Tanggung jawab" sahut Liona, "Dasar wanita gila, aku tidak mau." Alex menolak, dan ingin pergi, namun Ia dicegah oleh Liona, Alex sama sekali tak tertarik dengan lekuk tubuh Liona dengan ukuran besar seperti itu, Liona menggoda Alex dengan meraba tubuhnya, namun Alex tetap melihatnya dengan biasa, "Berhenti, atau kubunuh?" ancam Alex, "Patuh, atau kulaporkan?" ancam balik Liona, Alex pun tak berkutik, walaupun Ia pemegang kelompok Mafia No.1, namun Ia tetap menaati peraturan, dan tak mau berurusan dengan polisi Italia.
Akhirnya Alex pun pasrah, bukan takut tetapi malas ribet, Alex membiarkan wanita itu bermain-main ditubuhnya, Liona pun mendorong Alex keatas kasur, lalu menindihinya Liona berada diatas, sedangkan Alex hanya diam pasrah atas apa yang dilakukan Liona, Alex tak pernah meniduri wanita manapun.