
Alex yang kini berada didalam pesawat menengok kearah kaca bening melihat awan malam yang disinari oleh bulan bersama bintang-bintang.
Yin, dan Michael sedang beristirahat karena saat dimarkas mereka langsung menuju ke arah ruangan kerja Alex setelah melatih.
"Bulan hari ini sangat indah, semoga saja besok adalah hari yang menyenangkan." batin Alex masih memandangi pemandangan diluar pesawat.
10 Jam lamanya pesawat baru saja mendarat di Bandara Leonardo da Vinci.
Alex, Yin, dan Michael sudah turun dari pesawat, jam sudah menujukkan waktu disiang, setelah turun dari pesawat, mereka disambut oleh Xorn, dan beberapa anak buahnya untuk menjemput mereka bertiga.
__ADS_1
"Selamat datang tuan muda." ucap Xorn dengan hormat.
"Sudahlah, mari langsung saja." Alex tak mau menerima salam hormat dari Xorn bukan berarti tak menghormati, namun Ia tak mau para bawahannya bersikap sangat formal.
Langsung saja mereka berangkat menuju Mansion, Diablo sedang menunggu mereka didepan pintu mansion.
Beberapa jam kemudian, kedatangan mereka disambut oleh para pelayan, dan juga Diablo. "Selamat datang Tuan Muda, Michael, dan Yin bagaimana kabar kalian?" tanya Diablo tersenyum, "Semuanya baik baik saja tuan, tak usah khawatir, tuan muda merawat kami dengan sangat baik." jawab Yin.
Senyum Diablo tetap terpampang tanpa adanya rasa bersalah, Alex berjalan perlahan menuju kearah Diablo, Alex membisikkan sesuatu, lalu Diablo memasang ekspresi ketakutan, barusan saja Alex membisikkan, "Paman ingin mati ditanganku, atau dengan mereka berdua?, tak usah berlama lama."
__ADS_1
Diablo pun takut, dan juga kebingungan, apa yang salah darinya, Ia masih tak mau mengaku, Alex masih memandang lekat wajah Diablo, "Maafkan aku Tuan Muda." akhirnya Diablo mengakuinya, "Bawa Paman kedalam kamar, panggil dokter pribadi terbaik dinegara ini, rawat dia sampai sembuh." Alex menyuruh salah satu pelayan.
Setelah selesai mengurus kabar buruk tersebut, kabar baiknya yaitu adalah perkembangan kelompok tersebut, semakin banyak orang orang berbakat masuk, dan juga bisnis nya berjalan lancar, tidak seperti 1 tahun yang lalu, karena banyaknya penyerangan dari berbagai kelompok, meskipun menjadi nomor 1, jika berdiam diri saja akan ditindas sampai hancur tak tersisa, Alex mengambil alih kendali waktu itu, membunuh, menyiksa, sampai memeras semua harta, namun Ia tak membunuh wanita, bahkan anak kecil.
Alex membabat abis para musuh-musuhnya sampai tak tersisa, sekarang Italia menjadi negara yang aman didalam naungan kelompok mafia Alex, sudah lama kelompok Alex tak memiliki julukan, karena 50 tahun lamanya vakum dari dunia bawah, namun semenjak 1 tahun tersebut kelompok Alex dijuluki Shadow Knight, karena pembunuhannya sangat rapi bekas bekasnya tak diketahui, tahu-tahu ada kabar bahwa semua kelompok mafia perlahan meredup, dan menghilang seperti ditiup angin.
Hanya orang tertentu yang mengetahui hal tersebut, waktu itu para eksekutif menyuruh Alex untuk membunuh orang yang mempunyai informasi tenang kelompoknya namun Alex tak setuju, dan membiarkannya, dari 10 eksekutif 5 orang tak setuju dengan keputusan Alex, dengan cepat Alex membunuh kelimanya karena membantah menghiraukan perintahnya, "Aku tau kalian ber 10 tak menghadiri diruang Aula waktu itu, dan memilih untuk bersenang-senang dengan wanita simpanan kalian, kalian pikir aku tak mengetahui hal tersebut, HUHH?" Alex berbicara dengan nada marah, penuh emosi, dan tekanan waktu itu.
Kini hanya 5 eksekutif yang tersisa, sekarang jauh lebih menghormati sosok Alex, mereka lebih giat untuk mengejar tujuan Alex, dan akhirnya tercapai, yaitu kedamaian.
__ADS_1
Namun tujuan Alex masih jauh, dia ingin memiliki lawan yang sepadan, walaupun terkesan munafik.