
"Suasana disini masih sama, tapi mengapa tadi ibu berlutut dihadapan mereka?, apakah kalian sudah melewati masa sulit tanpa memberi aku kabar?, padahal aku bisa membantu kalian." Alex merasa dirinya tak berguna karena tak dibutuhkan disaat rumah panti mendapatkan masalah, Aisyah tertegun dengan sifat Alex yang seperti itu, padahal dikota Ia sangat cuek, dan berbicara pun secukupnya saja, tapi berbeda jika disini, Ia terlihat manja, seperti anak kecil jika berhadapan dengan ibu Panti.
"Hahaha, maafkan aku nak, bukan berarti kami tak membutuhkanmu, ibu berhutang kepada mereka karena butuh untuk membeli makanan panti selama sebulan, sebenernya hutang panti tidak banyak namun, mereka menaikkan bunga nya sangat banyak, jadi melonjak lah sampai 100 Juta, aku tidak sanggup membayar yang awalnya 10 juta menjadi 100 Juta." ibu panti menjelaskan masalah tersebut kepada Alex, Alex pun manggut manggut mengerti, "baiklah lupakan untuk hari ini, dimana anak anak bu?" tanya Alex yang tiba tiba sikapnya berubah.
"Anak anak disekolah, sebentar lagi juga pulang." ibu panti menjawab, lalu meninggalkan mereka berdua, untuk pergi kedapur memasak makan siang untuk semua anak anak yang tinggal disini.
Alex menyuruh Aisyah untuk menunggu disini, Alex mengikuti ibu panti kearah dapur, "Biarkan aku saja yang memasak bu, ibu bisa duduk bersama Aisyah didepan." Alex ingin memasak hidangan spesial hari ini, yaitu kari ayam untuk semuanya, "Mona belikan bumbu untuk pembuatan kari ayam, sekalian dengan dagingnya." Alex membeli shop sistem karena sebelum berangkat Alex tak membawa oleh oleh. Ia berencana membawa anak anak untuk berbelanja di Mall kota.
"Kita pulang!!" teriak salah satu anak anak tersebut, "Ahh kalian sudah pulang, segera ganti baju kalian, dan siap siap untuk makan siang." sahut ibu panti, mereka semua berjumlah 5 orang, 3 wanita, dan 2 lelaki, sikembar memiliki nama yaitu Ziro, dan Zero, sedangkan ketiga perempuan tersebut bernama Najwa, Nisa, dan juga Lala, mereka berlima dulu sangat dekat dengan Alex, bahkan Ia lah yang merawat mereka waktu kecil, ibu panti yang sibuk bekerja tak sempat merawat mereka, dan hanyalah Alex yang berada dirumah panti, tidak ada pengurus selain ibu panti, Alex merawat mereka seperti adik kandungnya sendiri, sebelum datang 3 wanita didalam panti, Alex merawat sikembar sendirian, tanpa bantuan ibu panti.
Alex rela membolos sekolah demi merawat sikembar, lalu datanglah satu persatu anak perempuan tersebut, dikirim karena orang tua yang tak bertanggung jawab, membuang anaknya disebuah panti asuhan.
__ADS_1
Alex waktu itu pun berjanji, jika sukses nanti Ia akan membelikan apapun kemauan mereka berlima, bagaimana tidak mereka berlima adalah dunia ke 2 Alex, yaitu tempatnya untuk bercerita, tersenyum, bersedih, dan tertawa bersama, walaupun mereka dulu masih kecil, namun Alex juga merasakan nya dulu waktu kecil dibuang oleh paman nya.
Alex yang masih sibuk didapur melihat sikembar mencari sebuah makanan didapur, disusul oleh ketiganya, Alex yang wajahnya berubah, ia tak dikenali oleh mereka berlima, "Kakak siapa?" tanya sikembar bersamaan, "Aku hanyalah seseorang yang lewat, lalu membantu disini untuk memasak." sahut Alex yang masih sibuk dengan masakannya, "Hmm.., bau yang harum, kakak apakah bisa mengajari ku memasak?" tanya Najwa yang bersemangat karena mencium bau harum masakan Alex, sedangkan Nisa, dan Lala menyelidik Alex yang masih sibuk memasak.
"Ayo ayo keluar, jangan mengganggu kakak kalian memasak." ibu panti tiba tiba datang menyuruh mereka untuk tidak mengganggu, namun Zero bertanya, "Siapa kakak ini?, mengapa menjadi kakak kami?, kakak kami berada dikota sekarang.", Ziro pun mengangguk juga, dan ketiganya pun sama, "Sudahlah ayo keluar terlebih dahulu, ambil piring, dan juga sendok, siap siap untuk makan." ibu panti bukan tak mau memberitahu, namun biarkan mereka berlima mengetahuinya sendiri.
45 Menit kemudian, masakan Alex telah siap, Ia mengangkat panci menuju meja makan, terlihat mereka berenam bersemangat, Aisyah pun tak mau kalah dengan 5 bocah tersebut, malahan yang paling semangat karena masakan Alex, hanya dia yang tau kualitas memasak Alex.
"Makanan telah siap untuk dinikmati, ayo Ziro, Zero, dan kalian bertiga harus makan yang banyak agar tubuh kalian sehat." ucap Alex tersenyum sambil menghidangkan makanan buatan nya, mereka berlima pun bersemangat mengambil nasi dan, makanan, Aisyah pun tak mau kalah, Alex mengambilkan nasi untuk ibu panti, dan memberikannya, hanya Alex yang tau porsi makanan ibunya.
Sesi makan siang pun berjalan dengan ceria, saling menceritakan kisah disekolah mereka, Aisyah, Alex, dan Ibu panti tertawa mendengar cerita mereka berlima, seperti keluarga harmonis, dan tentram, selesai semuanya, Ziro memberanikan diri untuk bertanya, "Kakak siapa?, dan juga kakak perempuan ini?", Alex yang mendengar Ziro bertanya hanya tersenyum, menaru telapak tangan nya diatas kepala Ziro, dan Zero, "Apakah kalian sudah tidak mengenal kakakmu ini, aku Alex.", mereka berlima kaget dengan pengakuan Alex, karena postur tubuh, dan wajah kakak mereka sangatlah berbeda, namun masih memiliki mata yang sama yaitu biru.
__ADS_1
"Wahhh, kakak sudah berapa lama kita bertemu." mereka berlima pun memeluk Alex karena rasa kangen yang sangat amat dalam, Alex pun menerima pelukan mereka, dan berkata, "Siapa disini yang mau ikut kakak dirumah yang besar?", mereka berlima pun menjawab serentak, "Aku kak, akuu.", "Ibu juga ikut ya? sewakan rumah ini, atau jual saja, kita akan pindah dikota." Alex merayu ibu panti agar mau berpindah tempat tinggal, terlihat sudah rumah panti ini tak layak pakai, dan juga perabotannya banyak yang rusak.
"Aku akan mengikuti kemauan mu saja, tapi bukan kah biaya dikota mahal?" ibu panti khawatir Alex akan menghabiskan uangnya demi mereka, namun Alex meyakinkan ibunya karena ia sudah memiliki banyak persiapan.
Setelah diskusi selesai Aisyah bermain bersama Najwa, Nisa, dan Lala, sedangkan Ziro, dan Zero bermain dengan Alex, ibu panti bersiap siap untuk mengpacking baju baju mereka berlima, dan juga dirinya sendiri, Alex sudah menelpon supir pribadinya yang berada dimansion, dan menyuruhnya membawa mobil keluarga untuk menjemputnya, Alex menshare lokasinya dipesan.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan sore hari, supir pribadi Alex baru saja datang, setelah memarkirkan mobilnya didepan rumah, Ia turun, dan menyapa tuan nya, "Salam tuan." Alex yang tak gila hormat menyuruhnya untuk menghilangkan keformalan, dan menyuruh bersantai saja.
Setelah dirasa selesai semuanya, Alex menyuruh ibu panti, dan kelima anak anak itu untuk masuk kedalam mobil yang sudah Ia siapkan, ibu panti yang melihat kemewahan mobil tersebut merasa enggan untuk masuk, Aisyah pun berkata, "Ibu tidak usah khawatir ini adalah miliknya." karena sudah diyakinkan, ibu panti pun masuk bersama anak anak, mereka berlima kagum dengan interior didalam mobil, sangat mewah, dan baru pertama kali melihatnya.
Mereka pun berangkat, dan rumah panti menjadi kenangan, tidak jual, dan tidak disewakan, namun direnovasi menjadi lebih baik.
__ADS_1
Selama perjalan anak anak bercanda bersama, bercerita bersama, supir pribadi Alex bernama Rio, karena waktu itu ia tak sempat bertemu, Lisa menghandle interview Rio yang ingin menjadi supir pribadi Alex, karena Alex mengajak nya, Lisa pun tak jadi meng interview karena sudah mendapatkan rekomendasi dari Alex.
Perjalanan yang jauh pun akhirnya sampai dimalam hari, terlihat mansion yang besar, mencolok, dan juga mewah, Alex memasukinya, kedatangannya sudah ditunggu oleh para pelayan disana, setelah Alex selesai memarkirkan mobilnya, mereka disambut oleh para pelayan tersebut "Selamat datang tuan.", "Berhenti melakukan hal hal seperti ini, kita kedatangan ibuku, dan juga adik adikku, layani mereka seperti kalian melayaniku, dan juga kepala pelayan, siapkan pesta kecil kecilan." Alex menyuruh membuat pesta karena ingin menyambut kedatangan ibu, dan kelima adik nya.