
Malam hari pun tiba, Alex baru saja terbangun dari tidurnya, "Wah, badan ku mulai segar kembali, ayo mandi terlebih dahulu." ucap Alex sambil meregangkan badan nya yang kaku.
20 Menit kemudian Alex sudah menyelesaikan mandinya, lalu Ia berganti pakaian biasa, kaos hitam polos dengan celananya, memakai sandal sederhana, mungkin kebanyakan orang kaya kemana mana selalu memakai pakaian formal, dengan gaya hype, barang branded, sepatu mahal, namun bagi Alex apa itu semua nya, tak berarti baginya.
Setelah selesai berganti pakaian, Alex bersiap menuju ke ruang makan markas, sesudah membuka pintu ruangan, Alex dikejutkan dengan kehadiran Theo.
"AHHH!" teriak Alex.
"WOAHHH!" teriak Theo.
Alex yang kaget dengan kehadiran Theo, dan Theo pun kaget akan kehadiran tuan nya.
"Mengapa kau didepan pintu ruangan?" tanya Alex dengan ekspresi masih terkejut.
"Aku ingin membangunkan tuan, bagaimana bisa anda tidur dari pagi sampai malam begini, waktu makan malam pun sudah terlewat sedari tadi." jawab Theo.
Alex mengecek handphone nya, waktu menunjukkan pukul 00.00, Ia pun kembali terkejut, "Hehe, ini aku akan beranjak ke ruang makan, perutku sudah berbunyi." ucap Alex sambil nyengir.
Theo hanya geleng geleng saja dengan kelakuan tuan nya, padahal jika bertemu musuh Ia sangat brutal, namun jika begini, Ia seperti anak kecil.
"Baiklah tuan, ikuti aku, para Chef sudah menyiapkan makanan untuk anda." ucap Theo.
"Aku sudah tidak sabar." sahut Alex.
Setelah melewati beberapa bagian ruangan, akhirnya mereka berdua sampai diruang makan, dimeja sudah tersusun rapi makanan dengan banyak jenis yang berbeda beda, "Theo, apakah dirimu sudah makan?" tanya Alex, "Kebetulan sekali aku baru pulang dari misi yang kau berikan, aku mendapatkan beberap-" jawaban Theo dihentikan oleh Alex menggunakan jari telunjuknya, "Aku tanya apa, dan kau jawab apa, jangan banyak bicara, duduklah, bahas itu nanti." gerutu Alex, Theo langsung menurut, karena tak mau menyinggung perasaan tuan nya.
Dimeja makan, tak ada suara, yaaa bagaikan makan diistana, hanya bunyi garpu dan pisau saling berdentingan, tak ada suara kecapan mulut yang berisik, dengan elegan mereka berdua memakan makanan nya.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua selesai makan, para pelayan membersihkan piring piring yanh kotor, "Terimakasih, katakan kepada para Chef yang memasak makanan ini semua, hidangan kalian sangat enak, dan nikmat" ucap Alex tersenyum kepada para pelayan itu, "Sudah tugas saya tuan, tentu saja nanti akan saya sampaikan." jawab salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Baiklah, panggil Neon, kita akan membahas diruang rapat, 5 menit dari sekarang, aku tunggu didalam." perintah Alex kepada Theo.
"Siap laksanakan tuan, kalau begitu permisi sebentar." sahut Theo dengan tenang, namun sesudah keluar dari ruang makan, Ia lari terbirit birit.
Alex yang sudah berada diruang rapat, Ia memikirkan cara terbaik untuk menyelesaikan misinya, dan juga tujuan untuk membentuk pasukan khusus, tentu saja sudah Ia pikirkan secara matang.
*Tokk..
*Tokk..
*Tokk...
"Masuk." ucap Alex.
Theo, dan Neon masuk keruangan rapat lalu duduk disebelah, kanan, dan kiri Alex, "Baiklah sudah berapa anak mudah yang kalian rekrut bersama orang orang kita?" tanya Alex, karna Alex bertanya langsung kepada intinya, Neon menjawab dengan tegas, "Semuanya sudah terkumpul sebanyak 15.000 tuan.", Alex pun senang mendengar jawaban dari Neon, rasa puas masuk kedalam dirinya, "Hahahahaha, aku suka kerja keras kalian, lalu dimana mereka?" tanya Alex, Theo pun menjawab, "Semuanya sudah dipindahkan ke rumah mansion belakang markas tuan, karena banyak kondisi anak anak jalanan ini yang kotor, aku menyuruh semuanya bersih bersih terlebih dahulu, dan beristirahat.", "Hmm....., baiklah besok kumpulkan mereka di aula, kalo begitu bubar." ucap Alex.
Keduanya mengangguk paham, Keduanya pun keluar dari ruangan, "Apa tujuan tuan mencari anak anak jalanan tersebut, bukannya pasukan kita sudah banyak ya?" tanya Neon, "Entahlah, aku juga bingung apa tujuan tuan kita, namun aku tetap percaya dengan langkah yang tuan pilih." sahut Theo tegas.
"Mona?" Alex memanggil.
[Ya tuan?]
"Aku ingin menghilangkan stress, namun dengan cara apa?" tanya Alex.
[Belilah obat kuat, lalu bersenang senang lah.] jawab Mona.
"Hey, aku bukan lelaki yang seperti itu." sahut Alex marah.
[Hahaha, ayolah tuan sesekali anda harus mencoba.] rayu Mona.
__ADS_1
"Diamlah, buka kartu panggilan, dan juga buka 1 skill acak."
[Membuka kartu panggilan, dan 1 skill acak]
[Memuat....]
[Proses...]
1%
5%
10%
15%
25%
50%
70%
100%
[Selesai, selamat tuan mendapatkan skill teleportasi.]
[Selamat tuan mendapatkan 1 bawahan tingkat Gold]
Muncullah bayangan hitam, yang perlahan terbentuk manusia, Alex menunggu prosesnya sampai selesai, setelah 10 menit menunggu, Ia terkejut dengan bawahan barunya, bergenre wanita, dengan badan seperti gitar spanyol, ekspresi datar, mata yang sexy, memakai pakaian ketat, "Salam tuan." ucapnya, "Yaa.., duduklah." sahut Alex.
__ADS_1
"Apakah dirimu bisa melayaniku dengan jiwa, dan ragamu?" tanya Alex, sang wanita tersebut dengan cepat menjawab, "Aku akan melayani anda dengan segenap hati, dan jiwaku tuan, karna kesetiaan ku hanyalah untuk mu seorang." jawab gadis itu sambil menggoda, "Stop jangan menggodaku, ingatlah disini hanya kita berdua." ucap Alex
Alex berdiri lalu memegang tangan sang wanita, "Ahh, namamu?" tanya Alex, "Nama saya Rachel tuan." jawabnya, Alex mengangguk lalu memakai skill teleportasi, sebelum menggunakan nya, Ia mengirim pesan kepada Theo kalau Ia kembali kerumah, langsung saja Alex menteleportasikan, Ia, dan Rachel kerumah, Rachel pun terkejut karena tiba tiba berpindah tempat, melihat sekeliling, "Layani aku." ucap Alex.