
Alex yang ingin beristirahat, melihat jam yang sudah berada dipukul 23.00, akhirnya ia membereskan sisa sisa sampah yang berada diruang tamunya, selesai membereskan sampah sampah, Alex langsung beristirahat.
Tak terasa pagi pun tiba, Alex terbangun dijam 04.30, dan misi harian Mona keluar, Alex beranjak dari kasurnya ingin menuju kekamar mandi untuk mencuci muka nya agar segar, dan tak mengantuk.
Setelah mencuci muka, ia langsung berganti pakaian, dan melakukan misi hariannya seperti biasa, tak berselang lama 45 menit terlewatkan begitu saja, Alex baru menyelesaikan olahraganya dengan santai, lalu ia ingin langsung mandi, setelah mendapatkan keringat.
Alex menatap tubuhnya yang sudah mulai berubah, dari kurus kering menjadi berotot seperti sekarang, padahal baru beberapa hari ia mendapatkan sistem, namun ia sudah berubah.
"Aku bersyukur memiliki mu Mona, terimakasih ayah, ibu." batin Alex air matanya tiba tiba menetes setelah mengatakan hal itu di dalam hatinya.
Alex menghidupkan showernya, dan langsung mandi, 15 Menit kemudian ia sudah menyelesaikan mandinya, Alex berniat mencukur rambutnya yang sudah panjang, namun ia ingin mengecek statusnya, "Mona status."
"Mona status." batin Alex.
[Status]
Nama : Alex
Umur : 20 tahun
Pekerjaan : CEO
Kekuatan : 10
Kecepatan : 9
Kepintaran : 10
Kharisma : 50
Keberuntungan : 5
Point sistem : 11.000
Inventory :
Black card
3 kotak besar special
50 bawahan setia
Shop :
Kekayaan :
__ADS_1
2 Perusahaan
1 Rumah minimalis, dan 2 Mansion
1 Mobil sport, 5 Mobil Rolly royce
1 Motor sport
Uang 353 Trilliun
40% saham Nasa
Alex penasaran kepada kotak besar special itu, ia mencoba membuka 1, "Mona buka kan kotak itu 1" ucapnya.
[Kotak dibuka, selamat mendapatkan.]
Uang sebesar 500 Trilliun
Sebuah pelabuhan, serta kapal pesiar
Saham sebesar 50% didalam perusahaan Adidas
__ADS_1
Senjata multifungsi
Alex terkagum dengan hadiah yang didapatkannya, lalu ia bertanya kepada Mona, "Lalu dimana mansion ku yang paling mewah Mona?", "Mansion ada berada di jalan bukit agung nomor 15 tuan, dan juga 5 mobil Rolly race sudah berada disana." jawab Mona, lalu Alex memerintahkan Mona untuk menempatkan 50 bawahannya namun dibagi 2 untuk mengurus mansion nya, agar terawat, karena Alex tak tahu akan menempati yang mana karena bingung, ia terpikirkan jika mengajak keluarga Aisyah tentu tak masalah.
Karena mansion adalah tempat yang besar, jika hidup sendiri, disandingi oleh bawahan sangat lah hampa, mereka hanya tahu tentang sopan santun, dan mencantum kan jabatan bawahan, dan majikan, sama sekali tidak bisa santai.
Alex beranjak dari kasurnya untuk berganti pakaian, ia ingin menuju kerumah sakit untuk menjenguk Ayah aisyah, tak lupa ia berpesan kepada Aisyah, jika dia akan datang.
Setelah berganti pakaian casual, celana selutut warna hitam, kaos putih polos, tak lupa jam tangan Rolex yang sedang ia kenakan, karena tak mau ribet, Alex memakai sandal,dan juga tas selempang untuk menaruh dompet, ponsel, dll, lalu ia menuju garasi untuk mengambil kunci sekalian memanasi kedua kendaraanya itu.
Alex ingin mengendarai motornya karena sudah lama tak menggunakan nya, karena ia bosan memakai mobilnya, "Baiklah sudah siap, saatnya berangkat." batin Alex, tak lupa ia memasangkan helmnya.
*BRUMMMM.....
*BRUMM.....
Alex langsung mengegas motornya dengan pelan, karena ia masih dikawasan perumahan tak ingin menganggu aktivitas tetangganya dipagi hari yang cerah itu, setelah sudah berada di luar perumahan, langsung saja ia melajukan motornya dengan kencang, karena tak mau lama lama berada dijalanan.
Karena tak sadar jika ada bunyi sesuatu dikepala Alex, karena suara motornya yang kencang tiba tiba.
[Misi rahasia terpicu]
Misi : Selidiki sesuatu terkait ayah Aisyah
Reward : 3 kotak besar istimewa
Jangka waktu : 1 minggu
Hukuman : Gantung diri
Namun Alex masih fokus menyetir, jadi tak tahu jika ia mendapatkan misi dari Mona, setelah 30 Menit perjalanan, tiba tiba Mona mengingatkan, "Tuan ada misi.", Alex langsung mengecek setibanya dia diparkiran rumah sakit.
"Selidiki?, Memang ada apa dengan paman Greg." batin Alex yang tak tahu mengapa ia mendapatkan misi seperti itu, apalagi misinya adalah rahasia, Alex yang masih bingung, berjalan menuju pintu masuk rumah sakit untuk keruang VVIP, Alex sudah tahu, dan tak perlu bertanya lagi.
Ternyata disana hanya ada Ibu santi, Aisyah berkuliah, sedangkan Leon bersekolah dibangku SD, Alex menghampiri ibu Aisyah, tak lupa Alex menyapa ibu Santi, "Selamat pagi bu.", Ibu santi yang terbengong pun akhirnya menoleh, "Ohh selamat pagi, ternyata laki laki tampan ini." canda ibu santi, Alex mendengarnya hanya tertawa, Alex bertanya kepada bu santi, "Bagaimana perkembangan paman Greg ibu?", "Sudah lebih baik, namun belum sadar, mungkin malam ini, atau besok pagi." jawab ibu Santi.
Alex yang ingin berbicara tentang ayah Aisyah, mengajak ibu Santi keluar ruangan, "Ada apa nak?" tanyanya, "Ibu, maaf sebelumnya, bolehkah aku mengetahui tentang asal usul paman waktu dulu?" tanya Alex penasaran semenjak pak Brian mengatakan hal baru.
Bu Santi ragu untuk mengatakannya, namun akhirnya ia mau untuk menceritakan masa lalu tentang paman Greg, "Dulu ayah Aisyah adalah pembunuh bayaran yang terkenal kejam, dan tak kenal ampun kepada target-targetnya, dia dijuluki 'The black hat', karena aksinya selalu memakai topi hitam untuk menutupi wajahnya agar tak diketahui, dulu ia melakukannya karena paksaan dari seseorang, sebenarnya ia tak mau melakukannya, namun karena dijebak akhirnya ayah Aisyah hanya bisa menuruti perintah dari seseorang tersebut, karena sedang diancam.", Alex yang mengetahui hal itu akhirnya bertanya kembali, "Berada di organisasi apa dulu paman Greg, ibu?", ibu Santi hanya menjawab, "Sebenarnya bukan organisasi, namun sebuah keluarga memiliki pasukan pembunuh bayarannya sendiri, yaitu paman Greg."
Akhirnya pembicaraan selesai, tiba tiba.
[Misi rahasia selesai]
Misi : Selidiki sesuatu terkait ayah Aisyah
Reward : 3 kotak besar istimewa
Alex tak menyangka misinya selesai dalam waktu yang singkat, namun Alex menantikan misi-misi yang lain, karena ia sudah mulai penasaran bagaimana misi kedepannya, akan kah ada misteri, apakah Alex harus memecahkannya, namun misi utamanya belum selesai.
"Ibu sudah sarapan?, jika belum aku akan membelikannya dikantin rumah sakit." tawarnya, "Kebetulan sebelum dirimu datang ibu sudah sarapan." jawabnya sambil tersenyum.
Akhirnya Alex berbincang-bincang kembali, setelah itu ponsel Alex bergetar, ternyata yang memanggil adalah Aisyah, lalu ia mengangkatnya didepan ibu Santi, tentu saja tak lupa untuk izin, ibu santi mempersilahkannya.
"Halo Alex bisakah dirimu nanti menjemputku pulang, aku lupa tak membawa dompet, hehe." ucap Aisyah sambil tertawa.
__ADS_1