Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem

Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem
Menunggu kesembuhan


__ADS_3

Sesudah berbincang sedikit bersama ibu Santi, Alex menerima pesanan makanan nya, ia sudah menunggu diluar selama beberapa menit.


"Maaf tuan jika pesanan anda terlambat, tiba tiba kendaraan saya memiliki masalah." ucap pengantar makanan tersebut.


"Tuan, rekrut dia kedalam perusahaan anda, dia lulusan universitas harvard dalam bidang programman." Mona memberitahu kepada Alex, jika pemuda itu lulusan dari universitas nomer 1 didunia, namun Alex terheran mengapa dia jadi pengantar makanan, sedangkan dia lulusan universitas terkenal didunia.


"Tuan?" panggil pemuda itu yang melihat Alex terbengong, tanpa basa basi Alex berkata, "Tinggalkan pekerjaan mu ini, bergabung lah kedalam perusahaan ku.", pemuda itu terkejut dengan perkataan Alex, karena tiba tiba menawarkan pekerjaan.


"Mengapa tuan?" pemuda itu penasaran, "Dari segi penglihatan ku, dirimu pintar dalam bidang programman, aku membutuhkan orang seperti mu karena orang-orang ku sedang menciptakan game baru, apakah dirimu tertarik?" jelas Alex.


Pemuda tersebut bimbang dengan ucapan Alex, namun Alex berkata enteng, "5 kali lipat dari gaji pekerjaan mu sekarang, jika perlu 10 kali.", sekali lagi pemuda itu terkejut, "Seberapa kaya dirimu tuan." batin pemuda tersebut.


"Ini nomorku, panggil saja jika dirimu butuh pekerjaan, ingat kesempatan tak datang 2 kali." Alex menasehati pemuda itu, perawakannya masih muda, namun pintar, tinggi, dan juga tampan, Alex memberikan upah 10 kertas warna merah, sebenarnya sebelum dia menunggu, ia mampir ke mesin ATM untuk mengambil beberapa uang.


Pemuda itu menerima upah dari Alex, namun pemuda tersebut masih mematung, dan melihat punggung Alex yang sudah mulai menghilang, ia masih berperang dengan pikirannya, menerima penawaran Alex, atau tidak, setelah lama diam, pemuda tersebut beranjak pergi untuk mengantar pesanan yang tersisa.


Alex yang sudah mulai kembali ke kamar VVIP ayah Aisyah, sambil membawa kantung warna hitam, ia menaruhnya diatas meja, "Kemari, makanlah jangan memaksakan tubuhmu, lihat dirimu mulai pucat, dan lemas." ucap Alex perhatian kepada Aisyah, "Leon, mari makan siang." Alex menyuruh leon untuk makan, karena mereka berdua tak sarapan tadi pagi, Alex memesan banyak makanan untuk mereka berdua agar perut nya terisi.


"Baiklah kak." ucap Leon menurut, sedangkan Aisyah masih terduduk tak menggubris perkataan Alex sambil memandangi sang ayah yang masih terbaring, Alex yang melihat raut wajah Aisyah, ia ikut bersedih, sedangkan bu Santi sama seperti Aisyah.


"Ayo, makan lah terlebih dahulu, ibu juga." bujuk Alex.

__ADS_1


Setelah sekian lama membujuk, akhirnya mereka berdua makan untuk mengisi perutnya, Leon yang terlebih dahulu sudah habis, bermain bersama Alex.


"Kakak, apakah kak Aisyah suka dengan mu?" tiba tiba Leon bertanya kepada Alex, Alex yang ditanya langsung diam sambil berpikir, "Mungkin saja hahahaha." ucap Alex sambil tertawa.


Leon hanya cemberut karena pertanyaan nya tak dijawab dengan bercanda, "Hahahaha ayolah, kakak tak tahu soal itu." ucap Alex sambil menepuk pelan kepala Leon.


Tak terasa sudah bermain bersama Leon sampai sore hari, waktu operasi pun tiba, datang lah seorang dokter bertanya siapa wali dari pasien tersebut.


"Permisi, apakah saya boleh tahu wali pasien?" ucap dokter yang berbeda, Alex langsung menyahuti, "Saya dokter.", "Jadi begini tuan, pasien dalam kondisi kritis lebih baik jika cepat-cepat untuk dioperasi." ucap dokter itu.


Alex melihat ibu Santi, dan Aisyah, mereka berdua mengangguk bersamaan, lalu Alex mendekat ketelinga sang dokter, "Lakukan dengan benar, aku tak mau mendengar kesalahan apapun, ingat itu, jika ada kesalahan dalam proses operasi, lihat saja Nusa hospital akan kulenyapkan." ucap Alex mengancam, dokter itu langsung memasang ekspresi ketakutan.


Dokter tersebut langsung pergi memanggil teman temannya untuk mengantar ayah Aisyah kedalam ruangan operasi, setelah para dokter, dan parah suster membawa ayah Aisyah kedalam ruang operasi, Alex, Aisyah, bu Santi, dan Leon hanya bisa menunggu hasil operasi.


Alex tak menyangka jika pemilik rumah sakit ini adalah penyelamatnya, "Ternyata anda pak, saya tak menyangka jika pemilik rumah sakit ini adalah anda." ucap Alex, pak Brian sebelumnya tak bilang kepada Alex jika ia pemilik rumah sakit ini, ia sengaja karena tak mau identitas nya terbongkar.


Pak Brian langsung membawa Alex hanya sekedar mengobrol, dan berbincang-bincang, ia berpamitan kepada Aisyah, dan bu Santi terlebih dahulu untuk mengobrol bersama pak Brian, setelah dipersilahkan, Alex, dan pak Brian beranjak ingin keruang kerja pak Brian.


"Ada perlu apa pak mengajak diriku berbicara?" tanya Alex, pak Brian diam sebentar, lalu berkata, "Sebenarnya pasien yang sedang dioperasi itu adalah teman lamaku.", Alex yang mengetahui hal itu terkejut, "Lalu kenapa pak?" ucap Alex penasaran, "Sebenarnya dia adalah pembunuh bayaran yang hebat, dulu aku pernah menyewanya untuk membunuh seseorang, 100 orang ia habisi seorang diri, karena target yang diincarnya dijaga, dalam 1 malam berita menyebar, 101 orang tewas ditemukan diatas pohon bergelantungan, layaknya seperti bunuh diri, karena ia orang yang periang, dan mudah diajak bergaul, dia mau menjadi temanku, setelah itu dia menghilang seperti ditelan bumi, aku tak tahu ternyata salah satu pasien yang sedang dirawat dirumah sakit ku, ternyata ada teman lama ku, setelah mendengar dari bawahanku, aku mencari dokter berpengalaman untuk menyembuhkan nya." pak Brian menceritakan masa lalu ayah Aisyah, Alex yabg mengetahui hal baru, terkejut bukan main, karena ayah Aisyah adalah pembunuh bayaran.


Ternyata orang yang akan dia selamatkan adalah pembunuh bayaran, untung saja Alex tak bersikap aneh-aneh kepada Aisyah, jika melakukannya, tentu saja Alex tinggal nama saja, karena banyak nya pembicaraan yang sudah dibicarakan, tak terasa malam pun tiba, namun operasi belum selesai.

__ADS_1


Alex yang sedang berjalan melihat Aisyah duduk sendirian didepan pintu ruang operasi menunggu hasil yang akan didapatkan Ayahnya, lalu ia mendekati kursi duduk disamping Aisyah, bu Santi, dan Leon kembali kerumah untuk mengambil pakaian agar bisa berganti nanti, agar tak bolak-balik.


"Tak usah khawatir." ucap Alex memastikan sambil mengelus puncak kepala Aisyah, namun Aisyah tiba tiba memeluk Alex, "Bagaimana aku bisa tak khawatir, sedangkan ayahku didalam sedang operasi, sampai sekarang belum selesai." sahut Aisyah sambil menangis.


Alex yang sedang dipeluk bingung, akhirnya ia mengelus punggung Aisyah untuk menenangkannya, "Sudah tunggu saja hasilnya, semoga saja tak mengecewakan, okay?", Alex meyakinkan Aisyah agar ia tak perlu terlalu khawatir, Aisyah hanya merespon dengan anggukan kepala, sambil memeluk Alex.


Aisyah yang akhirnya selesai menangis, melepas pelukannya, "Maaf aku spontan melakukannya." ucap Aisyah Malu, Alex hanya tersenyum sambil memandangi wajah Aisyah, tak lama bu Santi, dan Leon kembali membawa tas ransel, bersama bantal untuk tidur.


Mereka ber empat menunggu hasil operasi, sekian lamanya menunggu, 2 Jam kemudian dokter asing itu keluar, dan melihat Alex sedang memandanginya, "are you the patient's guardian?" ucap dokter asing tersebut menggunakan bahasa inggris, Alex langsung berdiri, dan menjabat tangan dokter itu, lalu menjawab, "yes, the guardian is me." jawab Alex.


Dokter asing itu memberikan hasil operasi kepada Alex, "The results of the patient's operation went very well, everything is in order, you just need to rest, maybe 2-3 days you will wake up.", Alex yang mengetahui hasil operasinya berjalan lancar langsung memberi tahu Aisyah bahwa operasi nya sudah selesai, dan ayah Aisyah hanya butuh istirahat, 2-3 hari akan bangun.


Lalu Aisyah membangun kan ibunya yang sedang beristirahat karena sangat senang, "ibu bangun, operasi ayah sudah selesai, dan berjalan lancar.", ibu Aisyah yang bangun mendengar ucapan Aisyah langsung sadar nyawanya langsung kembali sepenuhnya, dan langsung memeluk Alex sambil mengucapkan sesuatu, "Terimakasih nak Alex, terimakasih banyak.", Alex yang tiba tiba dipeluk menerimanya dengan baik.


Setelah itu, Alex berterimakasih kepada dokter tersebut, "Thank you for working hard.", dokter tersebut itu merespon nya dengan mengangguk, dan tersenyum, lalu meninggalkan Alex.


Ayah Aisyah dibawa kembali keruangan VVIP, Aisyah tersenyum terus menerus karena ayahnya sudah sembuh, Alex yang melihatnya ikut tersenyum, karena lega rasanya, Aisyah lalu mendekati Alex, dan menggandeng tangannya menuju keluar ruangan.


"Terimakasih Alex." ucap Aisyah, "Sudahlah tak usah dipikir-", ucapan Alex terhenti karena tiba tiba Aisyah mencium bibir Alex, Alex membalasnya dengan pelan pelan.


Setelah selesai berciuman, mereka kembali kedalam ruangan, dan berbincang bincang, Leon yang murung, kembali tersenyum, Aisyah yang sedih, menjadi ceria, ibu santi yang terpuruk kembali bahagia.

__ADS_1


Alex berpamitan ingin menuju ruang administrasi untuk membayar biaya operasi, Alex keluar dari ruangan berjalan menuju ke ruangan, setelah itu ia membayarnya, dan terkena biaya sebesar 500 Milliar, namun Alex menekan tombol 1 Trilliun, Alex membayar kembali sebanyak 500 Milliar, "Bilang saja untuk pak Brian, kepada Alex." ucap Alex langsung beranjak pergi.


__ADS_2