
Setelah Alex dan para bawahannya makan bersama, Aisyah melihat ekspresi Alex tampak menampilkan sebuah rasa bahagia, dan tidak seperti biasanya, karena Alex jarang tersenyum seperti itu.
Alex yang sedang mengobrol dengan Lisa, ia dihampiri oleh Aisyah karena ingin pergi terlebih dahulu karena ada suatu urusan mendadak, karena ia dikabari oleh sang ibu bahwa ayahnya tiba tiba tak sadarkan diri lalu dibawa kerumah sakit.
"Alex, aku pergi terlebih dahulu, ayah ku masuk rumah sakit tiba tiba." ucap Aisyah.
Alex yang mengetahui ayah Aisyah sedang masuk rumah sakit, ia berinisiatif untuk mengantarkannya.
"Aku ikut." sahut Alex.
Aisyah mengangguk mensetujui perkataan Alex, ia tak lupa berpamitan kepada Lisa, Langsung saja mereka berlari kearah pintu keluar perusahaan, Alex membuka kunci pintu mobilnya dan bersama sama membuka pintu untuk memasuki, Alex menyalakan mobilnya lalu beranjak menuju rumah sakit yang sedang di tunjukkan Aisyah, ternyata rumah sakit itu tempat Alex dulu dirawat, tanpa basa basi langsung saja melajukan mobilnya dengan cepat.
20 Menit kemudian, Mereka sampai didepan rumah sakit Aisyah turun terlebih dahulu, Alex langsung memasuki gedung tempat parkir, lalu turun dan berlari.
Aisyah yang sedang menunggu Alex menanyakan kamar nomer berapa yang sedang dihuni oleh ayahnya.
"Permisi suster, orang yang bernama Greg berada di kamar nomer berapa?" tanya Aisyah, lalu suster tersebut mengecek, "Seseorang bernama Greg berada di kamar nomer 60 di lorong pertama nona." jawab suster itu.
Alex yang tiba-tiba sudah berada di samping Aisyah langsung saja menggandeng tangan Aisyah menuju kamar yang sedang dihuni oleh Ayahnya, tanpa berbicara satu kata pun Alex dan Aisyah langsung saja memasuki ruangan tersebut.
Ternyata ibu dan adik Aisyah sedang menjaganya, ibu Aisyah yang melihat anak nya sudah tiba langsung bercerita, Alex menemani sang adik, ibu Aisyah tak sadar jika anaknya membawa seorang laki laki.
Ibu Aisyah bernama Santi Valley, dan Ayah Aisyah bernama Greg Valley keturunan orang berkulit putih dari negara barat, Aisyah diceritakan mengapa tiba tiba ayah nya tak sadarkan diri dikarenakan ayahnya menyembunyikan penyakit mematikan yaitu kanker paru paru stadium akhir.
Aisyah yang sudah mengetahui soal penyakit ayahnya menangis tak karuan, lalu menghampiri sang ayah yang sedang terbaring, Alex yang melihat wanita ceria itu menangis segera ia menenangkan nya.
"Apa penyakit ayahmu?" tanya Alex.
__ADS_1
"Kanker paru paru stadium akhir." jawab Aisyah.
Alex yang mengetahui ayah Aisyah mengidap penyakit mematikan memanggil dokter yang merawat ayah Aisyah, 5 Menit kemudian dokter tersebut datang, Alex langsung menyuruh dokter itu memindah ayah Aisyah di kamar VVIP, meskipun ibu Santi sudah menolak namun Alex tetap memaksa, dan juga demi kesehatan Ayah Aisyah.
Sang dokter memanggil beberapa suster untuk mendorong tempat baring milik ayah Aisyah menuju ruangan VVIP, Alex menuju ruang administrasi untuk membayar kamar itu, meskipun mahal bagi Alex hanyalah uang kecil, setelah membayar Alex kembali menuju keruangan VVIP.
"Tuan jika anda berkenan, pasien ini dianjurkan segera di operasi, agar kesembuhannya lebih cepat, kasihan jika tidak cepat ditindak." jelas sang dokter.
"Jangan tanyakan saya dokter, lihat mereka yang berada dibelakang anda, mereka adalah perwakilan pasien tersebut." ucap Alex.
Sang dokter menyarankan untuk dioperasi kepada Ibu Aisyah, namun ibu Santi masih bimbang karena operasi tersebut sangat lah mahal, dan juga bagaimana caranya untuk membayar.
Alex menyela, ia akan membayar semua biaya yang diperlukan, tentu saja Aisyah dan Ibu santi menolak, namun Alex masih bersikeras.
"Demi kelangsungan hidup ayahmu, dan suami anda bu, mohon setujui saja, jangan sungkan." kata Alex meyakinkan Aisyah, dan ibu Santi.
Segera sang dokter menelpon pemilik rumah sakit, karena tak mau mengecewakan keluarga pasien, selesai menelpon sang dokter berkata, "Semuanya sudah disetujui tuan." pinta sang dokter, Alex mengangguk dan berpamitan kepada Aisyah dan bu Santi, karena ia ingin menyelesaikan sesuatu.
Ya benar ia ingin menuju ke markas pasukannya, untuk menyelesaikan misi yang sedang berjalan tersebut, karena ia tak mau berlama lama, dan juga hukumannya tak main main, meskipun hadiah yang akan ia dapatkan sangat lah mewah.
Setelah berpamitan, Alex berjalan menuju gedung parkir untuk mengambil mobilnya sambil menelpon Theo.
*Kringggg...
*Kringg....
"Halo tuan." ucap Theo
__ADS_1
"Theo bagaimana soal pasukan, dan senjata?" tanya Alex.
"Semuanya aman tuan, pasukan menambah 2000 orang, senjata juga sudah aman, apakah tuan membutuhkan sebuah senjata yang mematikan?" jelas Theo sambil bertanya.
"Berikan aku 1, untuk berjaga jaga jika ada sesuatu yang mendesak, siapkan pasukan mari kita serang markas musuh secara besar besaran, jika tidak ingin menyerahkan diri, lakukan sesukamu." kata Alex.
Alex langsung menutup telpon, segera memasuki mobilnya dan menyalakan, setelah itu ia memacu mobilnya dengan kencang, karena hasrat untuk berperang nya sedang berdebar debar, padahal Alex yang dingin, dan selalu diam sekarang seperti sedang menyukai peperangan.
45 Menit kemudian, Alex sudah sampai didepan markas, ia turun dari mobilnya lalu disambut oleh pasukan nya, "Selamat datang BOSS!!!" ucap serentak melihat banyak truk yang sedang berjejer untuk membawa pasukan Alex mengangguk puas, setelah disambut Theo menghampiri Alex dan memberikan pistol Desert Eagle dan sebuah pisau.
Alex langsung saja menerima pistol, dan pisau tersebut, setelah menaruh Alex membicarakan soal rencana, " 1 orang memimpin 1000 pasukan, Theo menuju ketempat kelompok nomor 9, Neon kau di nomor 8, dan aku akan menuju kelompok no 1, aku ingin langsung mengambil posisi nomer 1, setelah dirimu membereskan kedua Gangster tersebut langsung saja menuju ketempat ku, jangan lupa untuk membantu Neon terlebih dahulu jika sudah menyelesaikan nya." jelas Alex.
Theo, dan Neon mengangguk, meskipun menganggap rencana Alex bar bar, namun mereka berdua menyanggupi rencana pemimpin mereka, dan percaya jika bossnya sangat lah kuat.
"BAIKLAHH SEMUA BERANGKAT!!!" teriak Alex dengan semangat menggebu-gebu.
"SIAP BOSS!!"
"YAAA AYO BERANGKATT!!"
"YAAAA AYOO"
"HORAAAAAA!!!" Sahut pasukan Alex berteriak bersemangat.
Setelah itu mereka semua berangkat menuju ketempat pasukan yang sudah menjadi tujuan mereka, setelah bergabung menjadi 1, mereka berpisah membentang, Theo kekiri, Neon ke kanan, dan Alex lurus menuju ketempat masing-masing markas gangster tersebut.
*Apakah pasukan Alex akan berhasil merebut nomer 1 dinegara ini hanya dengan 3 ribu pasukan, dan 3 pemimpin mereka?, nantikan cerita selanjutnya, akan ada adu tembak Alex dengan pemimpin Gangster nomor 1 di kota ini, lalu menjalar ke semua kota-kota dan mengambil alih gelar nomer 1 di negara nya, nantikan saja cerita selanjut nya.
__ADS_1