
Di Italia dikenal sebagai negara para mafia, sangat sering mendengar nya bukan, jelas dunia hitam Italia lebih kejam dari negara mana pun, ada pun Amerika namun tetap Italia nomor 1, Alex yang mendapatkan informasi soal keluarga terkejam dari paman Greg, sempat ragu, namun Ia tetap mencarinya.
Alex, dan Theo berjalan memasuki gang, lalu melangkah sampai ujung gang langsung berbelok kanan, mereka berdua melihat pintu lebar yang dijaga oleh 10 penjaga, setelah melihat lihat, mereka berdua menghampiri pintu tersebut, sebelum memasuki pintu itu, "Kode." ucap salah satu penjaga tersebut, lalu Alex menjawab, "Aku Bukan Pembunuh!", setelah mengucapkan kode, mereka membuka pintu, dan mempersilahkan mereka berdua untuk memasuki pintu, "Selamat bersenang-senang." ucap Pria yang menanyakan kode tadi sambil tersenyum.
Alex termelongoh dengan pemandangan yang Ia lihat sekarang, tak mau kalah dengan Boss, Theo juga melakukan hal yang sama, "T-tempat apa ini, tuan kita sekarang berada dimana?" tanya Theo, Alex hanya menjawab, "Tempat kita mencari informasi, namun aku tak tahu akan seperti ini tempatnya.", Theo heran bagaimana bossnya tahu tempat seperti ini, namun juga tak tahu akan jadi seperti ini, Alex langsung mengganti ekspresi wajah nya menjadi dingin, dan seram, namun Theo tak melihat wajah boss seram, tapi sangat tampan.
(Yaa kenyataan nya seperti itu.)
Mereka berdua mulai berjalan melihat lihat toko yang buka, banyak sekali organ organ manusia dijual, ditempatkan seperti tabung diisi oleh cairan khusus agar terlihat fresh, banyak senjata senjata juga untuk dijual, dan narkoba, tak lupa juga segala obat obatan terlarang, tujuan Alex kemari adalah mencari informasi, tentu saja ketempat bar disini.
__ADS_1
Alex celingak celinguk, mencari dimana bar tersebut berada, Theo pun tertarik oleh senjata senjata yang dijual dipasar itu, "Tuan bolehkah aku melihat lihat senjata terlebih dahulu, disini sangat menarik." ucap Theo, Alex yang mendengar permintaan tangan kanannya hanya mengangguk, dan mengatakan, "Silahkan, mungkin aku juga tertarik salah satunya.", Theo langsung berbelok melihat gerai yang hanya beralaskan terpal, Alex bingung mengapa Theo tak memilih yang berada didalam toko, namun memilih disini.
Theo berjongkok sambil melihat lihat senjata senjata yang sedang terpajang dibawahnya, "Silahkan tuan dipilih, barang barang ini baru saya dapatkan tadi pagi." ucap penjual tersebut, melihat sebentar, Theo mulai tertarik dengan senjata SMG yaitu Thompson mini, dan itu ada 2, "Anda buka harga berapa untuk kedua senjata ini?" tanya Theo sambil mengangkatnya, penjual tersebut langsung mengecek harga untuk kedua senjata tersebut, "Untuk kedua itu, saya membuka harga sebesar 10.000$, bisa ditawar." jawab penjual tersebut.
Theo mulai menawar nya, "Bagaimana jika 8.000$?" tanya Theo, penjual tersebut tak menerimanya, dan memberikan 9.000$, Theo tak mau menyerah lalu memberikan harga 8.500$, sang penjual masih tak menerimanya, "8.900$ sudah itu batasannya tuan." ucap penjual itu, Theo berdiri ingin melangkah pergi, namun Ia dicegah oleh penjual tersebut, "Baiklah 8.500$." ucap penjual itu, Theo kembali duduk, lalu memberikan uangnya, "Mengapa tak dari tadi saja, jika dirimu tak menerimanya tadi, aku ingin pergi mencari lapak lain." sahut Theo tersenyum, penjual itu hanya nyengir, setelah menerima uang nya, Theo langsung menenteng senjatanya, tanpa disembunyikan, tak ada yang melarang, ataupun menegur, dunia hitam sangat amat bebas, membunuh, memperk*sa, menindas, perkelahian, semuanya tak ada yang melarangnya meskipun berbahaya.
Alex yang sedari hanya menonton menepuk jidatnya pelan, "Ternyata tangan kanan ku menawar seperti ibu ibu disana (negara indonesia).", tentu saja jika tak mendapatkannya mereka akan pergi, lalu dipanggil kembali, ganti Alex yang melihat lihat senjata sekarang, Alex tak mau membawa senjata yang berlebihan, ataupun mencolok, Ia langsung membeli pistol M9A3 bersama silincernya, "Aku akan membeli pistol ini seharga 5.000$" ucap Alex tanpa menyuruh penjual tersebut membuka harga seperti Theo, penjual tersebut hanya menangguk, lalu Alex menyuruh Mona untuk menjadikan uang rekeningnya sebagian adalah dolar, setelah 5 menit menunggu, Alex melemparkan uangnya, "Dimana bar didekat sini?" tanya Alex, penjual tersebut hanya menunjuk kearah depannya, lalu Alex menoleh kebelakang, ternyata benar, Alex memberikan bonus bayaran sebesar 5.000$ lagi, penjual tersebut berterimakasih kepada Alex, lalu Alex beranjak dari penjual tersebut.
Alex yang sudah penasaran akhirnya menyuruh barista tersebut memanggil orang yang dia maksud, "Baiklah tuan, tunggu sebentar saya akan meminta izin terlebih dahulu." jawabnya, sang barista langsung berjalan kearah ruangan, lalu membuka pintu rahasia, setelah pintu rahasia terbuka, ada tangga menurun, lalu Ia melangkahkan kakinya menuju kebawah, setelah sampai, Ia mengucapkan hal yang ingin Alex ketahui, Ia membisikkan informasi tersebut kepada sang pimpinan bar itu.
__ADS_1
"Dimana dia sekarang?, bawa mereka kesini." tanya nya penasaran, dan juga ingin melihat siapa yang berani mencari informasi tentang kalung tersebut, setelah menerima titah dari sang pimpinan, barista tersebut kembali keatas tempat barnya, "Tuan, silahkan ikuti aku." ucap barista tersebut, Alex yang berdiri, melihat kesamping melihat Theo yang masih menikmati Wine nya, "Apakah dirimu akan disini?, Jika iya akan aku tinggal." ucap Alex, Theo yang mendengar ucapan Alex langsung berdiri mengikuti bossnya.
Sang barista memandu Alex, dan Theo menuju keruangan rahasia dipintu lainnya, setelah itu mereka bertiga sampai di ruangan tadi, terlihat sosok kekar, dan ganas, melihatkan sorot matanya yang tajam, "Siapa yang menginginkan informasi tersebut, mencari itu sama saja mati." ucap pria misterius itu, sang barista itu dengan cepat kembali setelah mengantarkan mereka berdua menemui pimpinannya.
"Maaf saja aku kesini menginginkan sebuah informasi ini, bukan untuk memberikan nyawaku secara cuma cuma." sahut Alex, Theo juga sudah siap menodongkan kedua SMG nya kearah pria tersebut, "HAHAHAHAHA, Pemuda yang pemberani, siapa namamu nak?" tanya pria misterius itu setelah tertawa, "Siapa aku tak terlalu penting, aku hanya menginginkan informasi ini, berapapun bayarannya tak masalah." jawab Alex, pria itu mengerutkan wajahnya, karena tak mau membuat masalahnya akhirnya Ia memberikan informasi itu.
"Pemilik kalung ini dulunya pemimpin para mafia di negara ini, kekuasaannya sangat banyak, perintahnya adalah mutlak, pemerintah sekalipun tak bisa membantahnya, kekayaan nya tak pernah habis, dan juga pasar ini adalah miliknya, tak hanya disini dinegara lain pun ada, namun suatu hari dia menghilang seperti ditelan bumi, tak tahu dimana sekarang dia, tak ada yang tahu, bahkan orang kepercayaan nya pun juga tidak ada yang tahu, namun ada rumor jika ada pemilik kalung tersebut tiba tiba muncul berarti dia adalah pewarisnya, namun sampai sekarang tidak ada yang tahu dimana kalung tersebut." jelas pria tersebut, Alex yang mendengarkannya bingung, "Apakah kalung yang sedang aku pakai ini, namun mustahil jika itu adalah ayahku, ayah adalah sosok hebat, namun lembut, tak pernah kasar sama sekali." batin Alex, lalu Alex menunjukkan kalung yang sedang Ia pakai, "Apakah seperti ini?" tanyanya, Pria tersebut melihat kalung yang berada dileher Alex kaget tak karuan, "B-benar itu, benar sama seperti sang pemilik, apakah dirimu pewarisnya?, ahh bukan apakah tuan adalah pewarisnya?" tanya pria itu sambil tergagap tak karuan, "Aku tak tahu secara pasti, namun ini adalah peninggalan dari ayahku." jawab Alex.
Setelah memastikan memang benar itu adalah kalung yang sama seperti pemilik nya dulu, "Maaf tuan jika saya tak mengetahui hal ini." ucap pria itu sambil menunduk, Alex yang tak gila hormat mencegah pria tersebut, "Jangan menunduk jika itu adalah pimpinanmu, dan juga musuhmu, menunduklah jika itu adalah orang tuamu." jelas Alex, "Keinginan tuan adalah mutlak, perkataan anda akan saya tanam didalam otakku." sahut pria itu.
__ADS_1
Theo yang sedari tadi menyimak masih tak tahu bagaimana caranya membuat pria tersebut tunduk, walaupun berada didekat bossnya, Ia sama sekali tak mengerti.