
12.00 siang.
Alex yang sudah mendapatkan solusi, ia ingin memulai mencari gedung yang dijual siang ini, bisa saja ia mengandalkan sistem nya namun ia tak mau, ia ingin mengandalkan diri nya sendiri.
Kedua sahabat Alex pulang dari rumah nya karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan, kedua sahabatnya itu membantu dana Alex untuk bisa membangun usahanya, anggap saja investasi ke perusahaan Alex.
"Status" ucap Alex.
Nama : Alex
Umur : 20tahun
Pekerjaan : -
Kekayaan : Mobil sport, Motor sport, Rumah minimalis,
2 Milliar Rupiah.
Kekuatan : 7
Kecepatan : 6
Kepintaran : 10
Kharisma : 15
Keberuntungan : 2
Point sistem : 1000
Inventory : Black Card
Shop :
"Hmm..., kekuatan dan kecepatan ku menambah, Mona apakah dirimu tak ada misi sampingan?" tanya Alex.
"Ada tuan" jawab Mona.
"Berikan aku misi bosan sekali diriku, dan juga aku ingin mencari sebuah gedung." ucap Alex meminta.
(Misi sampingan terpicu)
Misi : mencari sebuah gedung
Reward :
Uang 1 Milliar
Asisten pribadi
5 Bodyguard kepercayaan
Jangka waktu : 1 Hari
Hukuman : Semua kekayaan hilang.
Alex melihat misi dari Mona hanya diam saja, lalu tak lama ia mulai beranjak dari sofanya, tidak ingin lama lama diam tak bergerak, menaiki motor sportnya memasang helm dikepalanya lalu ia beranjak dari rumah.
__ADS_1
Alex menelusuri jalanan kota berharap akan ada gedung yang dijual, namun mencari gedung yang dijual tanpa adanya koneksi 95% kemungkinan tidak akan menemukannya.
3 jam kemudian, Alex tak menemukan 1 pun gedung yang akan dijual, karena lelah ia beristirahat di pinggir jalan, memarkirkan sepeda motornya, ia mampir ke mesin atm ingin menarik uang untuk berjaga jaga jika ada sesuatu ia tak bingung.
Lalu ia duduk dan bersantai sambil membuka handphonenya, Alex menelpon Chris ingin mempertanyakan sesuatu.
*Tutt *tuttt
"Halo Alex" ucap Chris
"Halo Chris aku ingin menanyakan sesuatu." jelas Alex.
"Tanyakan saja." jawab Chris.
"Apakah dirimu memiliki kenalan yang tau soal jual beli gedung?, aku membutuhkannya." tanya Alex.
"Adaa aku memilikinya kontak nya akan kukirim kepadamu." jawab Chris.
Alex mematikan telepon nya, lalu ia melihat pesan yang dikirim oleh Chris, Chris mengirimi kontak bernama Bernard, dan mengatakan jika ahli mencari sebuah gedung yang letak nya strategis dan ramai penduduk.
Alex mengirimi pesan kepada Bernard, "Jika anda ada waktu mari kita bertemu, aku ingin membicarakan soal gedung, saya ingin membelinya." pesan Alex.
Alex yang sudah mendapatkan kontak ahli properti, lalu ia kembali pulang untuk makan, ia tak ingin makan diluar karna memang ia tak biasa makan diluar sendirian karena kepribadiannya itu.
30 menit kemudian, ia sampai dirumah berjalan ke arah dapur, dirinya ingin memasak sesuatu karena mengingat ibunya suka memasakkan makanan kesukaannya.
Selesai memasak makanan favoritnya, lalu ia menyantap nya dengan sangat cepat namun dinikmati, tak ingin berlama lama ia mengecek handphone nya, dan Bernard menjawab pesannya.
"Ada 1 gedung terakhir, buatlah tempat jangan sore ini aku masih sibuk, aku sudah tau dirimu Chris mengasih tau." pesan Bernard.
"Cafe Grown, Alamatnya di Jln. Jaya Asri No.15, jam 19.00 akan kutunggu dirimu disitu." pesan Alex, tidak lama 5 menit kemudian Bernard membalas, "Baiklah." jawab Bernard.
Karena hari ini masih siang, Alex yang tak ingin bosan memasuki kamarnya, ia ingin bermain sebuah game RPG karena PC dikamar nya sudah tersedia, wifi pun sama, jadi tak usah khawatir pergi ke warnet lagi.
"Wah sudah lama aku tak memegang komputer, ternyata komputer mahal seperti ini bentuknya." batin Alex sambil tersenyum puas
(Visual nya menyusul ya guys!)
Ia memasukkan akun nya, 5 menit menunggu loading game nya, lalu kemudian ia tak ingin berlama lama dilobby langsung mengklik start.
"Baiklah saatnya membantai para kroco kroco." ucap Alex bersemangat.
Karena pengalaman Alex bermain game, ia sangat pandai mempelajari semua hal didalam game nya, semua dijajal karena tak ingin merasakan perasaan bermain yang kurang.
5 jam kemudian.
5 putaran berlalu, "Wahh permainan yang sangat bagus, sudah lama aku tak merasakan perasaan seperti ini" ucap Alex berdebar debar, karena sudah lama ia tak memainkannya, ternyata skill nya masih sama semua team dibabat habis olehnya, bermain solo memang kadang menjengkelkan, tapi bagi Alex bermain solo sangat menantang.
"Sudah jam berapa sekarang." Alex mengecek handphone nya melihat jam, waktu sudah menunjukkan 18.00 ia bersiap siap untuk mandi, berganti pakaian, Alex tak makan karna ia ingin pesan di cafe agar sekalian.
30 menit kemudian, Alex sudah menyelesaikan semua,mengambil kunci mobil lalu ia berjalan menuju ke garasi untuk mengendarai mobilnya, karena ia tak mau dipandang remeh orang, setelah memasuki mobil ia menyalakan mesin untuk memanasi.
*Brumm....
*Brumm....
*Brumm.....
__ADS_1
Kemudian ia beranjak dari garasi mengemudikan mobilnya pergi menuju pos penjaga perumahan, penjaga pos yang bernama Andre menyapa Alex "mau kemana tuan?" tanya Andre, "Hanya ingin menuju tempat untuk berbisnis." jawab Alex sambil tersenyum, setelah menjawab ia pertanyaan Andre, segera dia menuju ke tempat yang sudah dijanjikan.
Karena jalanan malam ini agak macet, banyak orang orang pulang dari tempat pekerjaan nya, Alex yang mengendarai mobil itu cukup menyesal, "Mengapa aku tak memakai motor ku saja jika tau hal seperti ini terjadi." batin Alex.
Sesampainya dicafe jam sudah menujukkan angka 19.10, ia sudah melihat Bernard duduk di pojok ruangan sambil meminum segelas kopi yang dingin, dan sibuk dengan handphone nya, Alex menghampiri, "Maafkan aku malam ini jalanan sedikit macet." ucap Alex, Bernard menoleh kepada Alex dan berkata, "Hahaha tidak apa apa Jakarta wajar saja jika macet dimalam hari." sahut Bernard sambil tertawa.
Mengapa Alex tau siapa Bernard karna sebelumnya Chris sudah memberi tau, agar bertemu nanti tidak salah orang, Alex memanggil pelayan cafe untuk memesanan minuman dan makanan, "Dirimu sudah makan?, jika belum aku akan memesankan untuk mu." tanya Alex, "Kenapa tidak." jawab Bernard santai.
Alex memesan 2 makanan, dan 2 minuman, lalu membahas properti yang akan dibelinya, disaat perundingan pesanan yang ia pesan datang, istirahat sejenak 15 menit untuk memakan makanan yang sudah mereka pesan, sesudah itu mereka melanjutkan pembicaraan yang tertunda.
"Ada gedung 10 lantai dengan harga 3 Milliar, semua nya sudah disiapkan, dan siap pakai, letak yang strategis, area parkir luas, dan ramai penduduk." jelas Bernard.
"Baiklah aku setuju, namun bisakah aku memberi jaminan terlebih dahulu?, 50% nya akan menyusul." tanya Alex.
"Tidak masalah aku akan mengurus sisanya." jawab Bernard santai.
Pembicaraan singkat karena Bernard tak mau basa basi, ia tak mau waktunya yang berharga terbuang sia sia, akhirnya selesai Alex mengirimkan uang 1.5 Milliar kepada Bernard.
"Separuhnya sudah masuk, sisa nya akan ku bayar besok pagi." ucap Alex.
"Baiklah untuk sisanya besok saja sambil melihat gedungnya." jawab Bernard sambil mengecek, Alex hanya mengangguk sebagai jawabannya.
Selesai mengirim uang, Alex dan Bernard beranjak dari cafe, tidak lupa Alex membayar pesanan nya, berpamitan kepada Bernard, lalu Alex berjalan kearah mobilnya, ia pergi dari cafe untuk kembali, namun tiba tiba Morgan menelpon Alex.
*tuttt....
*tuttt.....
Alex mengangkatnya lalu.
"Ada apa?" tanya Alex.
"Kemari lah aku ada dibar bersama Chris." ucap Morgan
"Dimana? Kebetulan aku sudah mendapatkan gedung nya, dan aku kekurangan dana, aku akan menagihnya haha." tanya Alex sambil bergurau.
"Di Bar Twins aku sharelock sekarang." jawab Morgan.
Alex meng-klik sharelock an Morgan, lalu ia melajukan mobil nya dengan santai, karena malam ini ia tak ingin ada kejadian yang menimpanya tiba tiba.
(Misi sampingan selesai)
Misi : mencari sebuah gedung
Reward :
Uang 1 Milliar
Asisten pribadi
5 Bodyguard kepercayaan
"Semuanya sudah tersimpan didalam inventory tuan." ucap Mona.
"Yosshhh..., misi ku sudah selesai, sekarang mari menuju ke Bar." teriak Alex berbahagia.
*Brummm.........
__ADS_1