Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem

Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem
Keahlian seorang ketua


__ADS_3

"Padahal aku hanya ingin buang air kecil, masih saja ada penganggu." gerutu Theo.


Theo selesai buang air kecil, lalu keluar dari kamar mandi, ia juga tak lupa mengambil senjata senjata para terr*ris tersebut untuk dirusak, pelurunya ia ambil.


Alex yang sedang menelusuri tempat tempat yang sedang dilewatinya, tak ada satupun terr*ris yang nampak, namun disuatu tempat, "Bawakan aku 1 pesawat militer, dan juga uang 500.000$." ucap pria terr*ris yang sedang menggenggam ponsel.


Para polisi sedang melakukan negosiasi dengan para terr*ris tersebut, karena tak ingin 1 pun nyawa melayang hanya karena sebuah kesalahan, "Baiklah tunggu beberapa waktu pesawat akan datang, dan juga uang yang kau minta." jawab jendral polisi yang sedang melakukan negosiasi.


Alex yang berjalan langsung bersembunyi, karena ada seorang yang lewat membawa senjata lengkap, mungkin itu pasukan utama terr*ris tersebut, ia mengamati sekitar, dirasa aman Alex langsung mengeksekusinya dengan cepat, tanpa suara Alex sudah berada dibelakang pria itu.


Menggorok lehernya, dan langsung menyembunyikan mayat orang itu, karena sudah berhasil, Alex melanjutkan langkah kakinya, sambil mengendap endap.


Alex berjalan pelan, masih mengamati ruangan ruangan yang ia lewati, tanpa terasa ia sudah berada di ruangan utama bandara, ternyata banyak sekali terr*ris sedang berjaga.


"Baiklah karena ini pertama kali mengalaminya, pastikan dirimu (Alex) siap." batin Alex meyakinkan dirinya sendiri.


"Sistem beli skill mata tembus pandang, lalu aktifkan skill menembak ku." perintah Alex.


[Skill berhasil dibeli, mengurangi 50.000 PS]


[Memuat skill]


1%


5%


20%


50%

__ADS_1


100%


[Skill berhasil dipasang, mengaktifkan kedua skill]


[Sukses]


Mata Alex langsung berubah menjadi putih ke abu abuan karena memakai skill, Ia langsung mengangkat senjata yang sudah Ia pasangi peredam.


*Dorr


*Dorr


*Dorr


3 Terr*ris tumbang tanpa sepengetahuan teman temannya, Alex melanjutkan sampai benar benar habis tanpa tersisa, sedangkan Theo masih mengurus para Terr*ris yang sedang berkeliaran.


"Baru saja sampai dinegara orang, malah disuguhi kejadian yang tak mengenakan." Gerutu Theo.


"Boss, semuanya sudah aman, tinggal sisanya saja." ucap Theo.


"Baiklah, lakukan dengan aman, aku tak mau mendengar ada nyawa orang melayang karena aksi kita." jawab Alex.


Theo langsung melakukan aksinya bersama sang Boss, suatu kehormatan karena bisa menghabisi para terr*ris tersebut.


Alex melakukan bidikan jauh, mengambil musuh yang jauh dari jarak pandangan Theo.


*Dorr...


*Dorr...

__ADS_1


5 Terr*is tumbang, sisanya dilibas oleh Theo dengan cepat ia menghabisi tanpa ampun, 100 nyawa melayang karena keganasan Sang Boss, dan juga tangan kanan nya.


"Akhirnya selesai, bebaskan para sandra kita akan pergi, untung saja cctv disini mati." perintah Alex.


"Baik boss." sahut Theo.


"Perhatian semuanya, dengarkan aku saat ini kalian semua akan aku bebaskan, namun jangan mengatakan kepada polisi jika aku, dan dia melakukan hal ini okay?" Teriak Theo memerintahkan para sandra untuk diam, tak memberitahu informasi apapun.


Semuanya mengangguk paham, karena tak mau diri mereka celaka, akhirnya Theo melepas ikatan ikatan dari para Terr*ris tersebut.


Selama 1 jam lebih, Theo, dan Alex melepaskan tali itu, setelah selesai akhirnya mereka pergi dari bandara, mereka menuju pintu belakang bandara agar terhindar dari polisi polisi itu, Alex tak mau ribet karna dimintai keterangan.


[Misi darurat selesai]


"Reward sudah ditambahkan kedalam inventory tuan." ucap Mona, "Terimakasih Mona" jawab Alex.


Sebelum melanjutkan perjalanan, mereka berdua berganti pakaian, agar tak dicurigai oleh masyarakat.


Berita mulai tersebar, 100 nyawa terr*ris melayang karena hal yang tak diketahui, Alex yang mendengar berita tersebut hanya menatap datar, "Mari kita cari penginapan, kita akan beristirahat terlebih dahulu, lalu keesokan harinya mencari informasi." ucap Alex.


"Baik boss." jawab Theo.


Tak berselang lama akhirnya mereka berdua sampai didepan Hotel bintang 5, mereka berdua memasuki hotel, dan mulai check in.


"Tolong 2 kamar selama 1 minggu, terserah kamar yang seperti apa intinya 2 kamar." ucap Alex.


"Baiklah tuan tunggu sebentar." jawab resepsionis tersebut.


Setelah 2 menit menunggu akhirnya, "2 kamar nomor 100-101, ini kuncinya tuan, untuk pembayaran silahkan kartunya." ucap resepsionis tersebut.

__ADS_1


Alex mengeluarkan kartu nya, lalu melakukan pembayaran tanpa lama, setelah selesai mereka berdua naik kelantai 10 untuk menuju ke kamar yang sudah Ia pesan.


__ADS_2