Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem

Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem
Kunjungan


__ADS_3

Rachel, Theo, dan Neon masih membereskan sisa sisa pasukan musuhnya, tak ada kesulitan, cukup mudah, dan kurang menantang.


Alex yang sudah berada di rumah, membersihkan tubuhnya dari bercakan darah yang menempel, dan juga Ia ingin mencuci baju nya sekalian agar bisa santai untuk waktu nanti.


30 Menit kemudian, Alex sudah menyelesaikan semuanya, setelah selesai Ia ingin memasak sesuatu, namun bel berbunyi, "Iyaa sebentar." sahut Alex karena mendengarkan bel rumahnya berbunyi, Ia berjalan menuju pintu, dan melihat bahwa Aisyah ada didepan pintu menunggu.


*Ceklekk...


"Mengapa tidak langsung masuk saja?" tanya Alex, Aisyah tidak menjawab, dan langsung masuk lalu duduk disofa empuk Alex, "Ada apa denganmu?" Alex bertanya sekali lagi, namun tak dapat respon dari Aisyah, Alex pun bingung menghadapi sikap Aisyah yang tiba tiba menjadi diam, "Rumit sekali." batin Alex menggerutu.


Setelah menunggu respon dari Aisyah, Alex pun tak kunjung mendapatkannya, karena perutnya yang sudah mulai meronta ronta, akhirnya Ia berdiri, dan berjalan menuju kedapur untuk memasak, "Apakah kamu sudah makan?" Alex bertanya kepada Aisyah, namun masih saja Aisyah tak meresponnya, "Masa bodoh dengannya, aku lapar."


Alex memasak steak wagyu A5 yang berada didalam lemari esnya, dengan tingkat kematangan medium rare, dibaluri dengan mentega, dan juga bawang putih, karena tak boleh asal asalan, Alex menggorengnya dengan api kecil, agar tekstur dari dagingnya tak rusak, selama 30 menit memasak, akhirnya Alex menghidangkan makanannya dimeja makan, dan disana sudah terlihat Aisyah yang sudah siap memegang sendok, dan garpu, untung saja Ia memasak banyak.


Alex memberikan beberapa daging untuk Aisyah makan, dan untuk bagiannya sisa dari Aisyah, "Terimakasih." ucap Aisyah langsung melahap dagingnya, sedangkan Alex Ia masih menyiapkan minuman bersoda untuknya, dan juga air putih untuk Aisyah, melihat Aisyah yang rakus, Alex hanya tertawa lirih, dan akhirnya Ia menggodanya, "Pelan pelan saja, tak ada yang mau merebut makananmu." Alex yang gemas melihat Aisyah yang baru pertama kali seperti ini, Aisyah pun sadar akhirnya tersipu malu.

__ADS_1


"Hahahaha, lucu sekali, ada dengan mu hari ini?" tanya Alex sambil memakan dagingnya, Aisyah pun masih mengunyah makanan nya, "Sebentar" Aisyah pun menelan sisa sisa makanan yang berada didalam mulutnya, "Aku kesal dengan mu, beberapa hari ini tak ada dirumah." Aisyah marah kepada Alex karena sudah lama dia mencarinya namun tak pernah ada, "Maafkan aku, beberapa hari ini aku sibuk." sahut Alex yang masih membela dagingnya menggunakan pisau.


Setelah sesi makan selesai, Alex tiba tiba berniat ingin mengunjungi pantinya karena Ia merasa kangen dengan ibu panti, karena hanya dia seorang yang mau merawat Alex, dan juga Alex merasakan kasih sayang yang amat dalam kepada ibu panti, karena Ia sudah anggap ibu panti adalah ibu kandungnya.


"Besok pagi ikut aku, kerumahku yang dulu." Alex berniat mengajak Aisyah untuk mengunjungi rumah panti asuhan waktu Alex tinggal dulu, "Kemana?" tanya Aisyah, Alex pun tak menjawab langsung aja ia beranjak dari kursi sofa lalu berjalan menuju kamar nya, Aisyah pun kesal karena Alex tak merespon pertanyaan nya, Aisyah pun tidak pulang, dan berniat untuk menginap dirumah Alex, sebelum itu Ia sudah mengabari kedua orang tuanya jika akan menginap dirumah Alex hari ini, dan mereka berdua pun setuju asal tidak aneh aneh, dan Aisyah meyakinkan keduanya bahwa Alex bukan lah lelaki hidung belang yang suka meniduri banyak wanita.


Aisyah pun berdiri dari sofa, berniat untuk mandi, lalu beristirahat, Alex yang sudah masuk didalam kamar, Ia langsung melompat kearah kasurnya, "Uhh, nyaman sekali." tak berselang lama Ia pun terlelap tidur, Aisyah yang baru saja selesai mandi, akhirnya Ia berjalan menuju kamar tamu, dan langsung beristirahat.


......................


Pagi pun tiba, Aisyah terbangun karena alarm dari handphonenya, sedangkan Alex masih terlelap, Aisyah langsung mencuci mukanya agar terlihat fresh, dan juga ingin memasak untuk sarapan Alex. (kelihatannya seperti sepasang suami istri ya)


Aisyah pun sibuk didapur memasak beberapa hidangan untuk Alex, karena kemarin malam Ia melihat wajah Alex yang lesu, dan lemas.


1 jam kemudian, Aisyah baru beres memasak, lalu baru mandi membersihkan tubuhnya, sedangkan Alex baru bangun dari tidurnya, "Hoam...., nyenyak sekali." gumam Alex, Ia segera beranjak dari kasur empuknya, dan berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan badannya, selesai mandi Alex memakai pakaian formal, dan juga Aisyah kembali pulang untuk mengambil pakaian yang akan Ia kenakan nanti keluar bersama Alex.

__ADS_1


Setelah dirasa Alex siap, Ia turun menuju meja makan, dan disana sudah ada beberapa hidangan yang siap untuk dinikmati, Alex pun menunggu kedatangan Aisyah untuk memakannya bersama, tak berselang lama akhirnya Aisyah pun kembali memakai busana yang sangat cantik menurut Alex yaitu, celana jeans, dibarengi oleh kemeja hitam, dengan rambutnya yanh dikuncir poni, Casual ya itu, Alex menyukainya.


"Kenapa dirimu menatapku seperti itu?" Aisyah heran dengan tatapan Alex yang terlihat aneh, "Cantik." ucapan Alex yang lirih namun bisa didengar oleh Aisyah, Ia tersipu malu dengan ucapan Alex, "Sudahlah, ayo sarapan." sahut Aisyah karena tak mau berlama lama hanya untuk sarapan saja.


Selesai sarapan, Alex, dan Aisyah pun berangkat menggunakan Mobilnya, karena Alex kembali ke masa lalunya, ya..., dia ingin menunjukkan kesuksesan nya di depan ibu panti, bahwa anak yang dulu sering menangis menjadi pria yang hebat sekarang.


3,5 Jam perjalanan, Alex, dan Aisyah hampir sampai dipinggiran kota, karena lokasi rumah panti tersebut sangat jauh dari kota, setelah sampai akhirnya didepan rumah panti, Alex menghentikan mobilnya, dan melihat adanya keributan didepan pintu pagar panti, terlihat ibu panti sedang berlutut seperti pengemis didepan 5 pemuda yang arogan, Alex pun tak kuasa menahan emosinya melihat ibunya ditindas seperti itu.


"HEYY!!, MAU APA KALIAN?" Alex berteriak tak terima melihat ibunya berlutut seperti itu, "Ohh, ada pahlawan kesiangan disini." ucap salah satu dari kelima pemuda tersebut, "Aku hanya ingin menagih hutang dari panti ini, karena dia tak sanggup membayar dengan terpaksa kami mengambil hak tanah ini." pemuda tersebut menjelaskan kondisi itu.


"Berapa?" tanya Alex ketus, "Sedikit, hanya 100 juta." sahut pemuda itu sambil tertawa, "Tak usah berlama lama mana rekeningmu." Alex yang tak mau berlama lama akhirnya memutuskan menuntaskan masalah tersebut dengan cara halus, namun salah satu pemuda menyulut api yang awalnya biru, menjadi hitam, "Sekarang hutang tersebut bertambah menjadi 500 juta.", Alex pun yang sudah menahan emosinya akhirnya pun meledak, "Kalian sudah kukasih hati masih meminta lebih." Alex menerjang kearah pemuda yang menyulut emosi Alex, dan membuatnya babak belur wajahnya tak dikenali, "Alex cukup." Aisyah menyuruh Alex untuk berhenti, akhirnya Alex berhenti memukul wajah pemuda tersebut, sedangkan keempatnya pun hanya berdiri dengan mulut yang ternganga kaget, dan takut, "Mana rekeningmu, jika tak mau seperti dia." ucap Alex sambil memberikan tekanan kepada pemuda yang berbicara diawal tadi.


"I-ini tuan, silahkan." pemuda tersebut tergagap, dan takut kepada Alex, "Uangnya sudah masuk 1 Milliar, sisanya untuk pengobatannya, PERGI!" Alex mengusir mereka berlima dengan ibah, awalnya Ia tak mau menyebabkan masalah, namun kondisi yang memaksa untuk melakukannya.


mereka berlima pun pergi, "Nak, itu uang yang banyak mengapa harus memberikan mereka lebih?" tanya Ibu panti, "Hanya uang kecil bu, tak usah dipikirkan, dan juga bagaimana kabar anak anak?" Alex penasaran dengan wajah wajah mereka yang sekarang sudah besar karena sudah dimakan waktu, apakah ada yang masih sama atau berbeda, "Masuklah, dan juga siapa nona ini?" Ibu panti penasaran dengan wanita yang sekarang sedang berada disamping Alex, "Ahh, aku lupa memperkenalkannya, ini Aisyah.", "Halo bu, saya Aisyah." ucap Aisyah, "Nama yang cantik seperti orangnya, hahaha, panggil saja saya ibu.", Aisyah pun hanya menuruti nya.

__ADS_1


__ADS_2