Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem

Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem
Pemegang tahta yang sebenarnya


__ADS_3

"Mari tuan, saya antarkan ke mansion tangan kanan pemimpin yang mempunyai kalung tersebut." ucap pria kekar itu.


"Sebelum melanjutkan, siapa namamu?" tanya Alex yang penasaran karena dia tak memperkenalkan diri sejak awal bertemu, "Maaf atas ketidaksopanan hamba, nama saya Xorn tuan." jawabnya, Alex hanya mengangguk sebagai respon, mereka bertiga melanjutkan perjalanan nya menuju ketempat lain dipandu oleh Xorn.


Setelah sampai disebuah gang, sudah ada mobil yang bersiap untuk pergi, "Kemari tuan." ucap Xorn sambil membuka kan mobil untuk Alex, namun untuk Theo, Ia membuka pintunya sendiri, sedangkan Xorn, Ia duduk bersebalahan dengan sopir, "Berangkat." ucapnya singkat.


Suasana didalam mobil sangat dingin, Alex melihat pemandangan didalam mobil sambil memikirkan suatu hal, sedangkan Theo sibuk dengan senjatanya, Xorn memang pria kekar yang tidak banyak bicara.


Setelah 1 jam perjalanan, mereka bertiga sampai di mansion mewah bak istana tersebut, tempatnya sangat terpencil, jauh dari pemukiman, namun sangat mencolok, kemudian Xorn turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu untuk Alex, "Mari tuan." ucapnya, Alex hanya mengucapkan kata "Terimakasih.", Xorn hanya mengangguk, Theo turun dari mobilnya membelakangi Bossnya.


Xorn memandu mereka berdua keruangan pemimpin sementara, mereka melewati ruangan ruangan mewah, Theo celingak celingung sambil menganggumi ruangan ruangan yang sedang Ia lewati, sedangkan Alex menatapnya biasa, namun didalam hatinya Ia terkagum.


Para pelayan, dan anak buah Xorn menyapa nya, "Siapa kedua pria asing tersebut?" tanya salah satu pelayan tersebut sambil berbisik, "Bagaimana aku tahu bodoh!" jawab pelayan yang menerima pertanyaan tersebut, meskipun pelan Alex masih bisa mendengarnya.

__ADS_1


"Sudah berapa lama mansion ini bertahan?" tanya Alex kepada Xorn, "Sudah 50 tahun mansion ini bertahan tuan, boss terdahulu sangat merawat mansion ini, sampai sekarang pemimpin sementara melakukan hal tersebut karna pesan boss terdahulu." jawabnya, Alex penasaran dengan pemimpin sementara tersebut, dan mulai bertanya lagi, "Mengapa dia memimpin kelompok ini dengan sebutan pemimpin sementara?.", lalu Xorn menjawab, "Sudah semestinya tuan, karena jika ingin menjadi pemimpin mutlak harus memiliki kalung yang tuan pakai, dan juga melakukan pelantikan." jawabnya sekali lagi, Alex mengangguk paham, rasa penasarannya satu persatu sudah terjawab.


Setelah berjalan cukup lama, mereka bertiga sampai didepan ruangan pemimpin.


*Tok tok tok


"Masuk.", terdengar suara berat yang menyuruh mereka bertiga untuk memasuki ruangan, lalu Xorn membukakan pintu, terlihat sosok lelaki tua yang sudah beruban, namun memiliki aura yang sangat kental, dan kejam.


"Salam tuan, saya membawa tamu kesini." ucap Xorn, pria tua tersebut membuka matanya melirik Alex, dan Theo, "Siapa mereka berdua, dan atas dasar apa dirimu mengajaknya ditempat ini?" tanya pria tua tersebut kepada Xorn, lalu Xorn berjalan perlahan menuju kesebelah pria tua tersebut, lalu membisikkan sesuatu, "Pria tinggi, dan tampan tersebut memiliki kalung pemimpin terdahulu." bisik Xorn lirih, setelah mendengar bisikan Xorn, pria tua itu berdiri, dan berjalan perlahan menuju kearah Alex, melihat bossnya akan dihampiri oleh pria tua tersebut, Theo menodong thompson nya, lalu Alex mengangkat tangannya untuk Theo menurunkan senjatanya, Theo langsung menurunkan senjatanya.


Pria tua tersebut langsung menggenggam kalung tersebut dari leher Alex, lalu memastikan itu asli, atau palsu, setelah mengamati selama 5 menit, "I-ini asli, darimana dirimu mendapatkan kalung ini?" tanya pria tua tersebut sambil tergagap.


"Kalung ini adalah warisan ayahku, jika kau tak percaya, didalamnya ada surat." jawab Alex sambil mengeluarkan surat dari ayahnya dulu yang Ia baca pasca dirinya masuk rumah sakit, Pria tua tersebut langsung mengambil surat tersebut, dan melihat nama dari penulis surat itu.

__ADS_1


"PANGGILKAN SEMUA ANGGOTA, DAN PELAYAN DISINI, KUMPULKAN MEREKA DIAULA SEKARANG, TANPA TERKECUALI!", teriak pria tua tersebut menyuruh Xorn untuk mengumpulkan semuanya, "Baik pemimpin." sahut Xorn berlari terburu buru, karena tak ingin pemimpinnya menunggu.


"Salam hormat dari hamba tuanku." ucap pria tua tersebut sambil menunduk, sekali lagi Alex mencegahnya, "Jangan sesekali dirimu menunduk didepanku!" sahut Alex sambil mengangkat pria tua tersebut, langsung saja pria tua tersebut bangkit, "Anda seperti pemimpin terdahulu, tidak gila hormat, senang bertemu anda, perkenalkan nama saya Diablo." ucap Diablo sambil tersenyum.


Theo yang masih melongo dengan perkataan Diablo terheran, lalu Ia membisikkan sesuatu, "Tuan ada apa dengan dia, dan pria kekar tadi sampai sampai mereka menghormati anda?" tanya Theo, Alex hanya menggelengkan kepalanya lalu membalikkan badannya, menyentil kepala Theo.


*Pletakk...


"Aww" teriak Theo, "Mangkanya sedari tadi simaklah pembicaraanku dengan mereka, jangan fokus dengan senjatamu saja." ucap Alex kesal.


Diablo hanya tertawa ringan melihat sikap Theo yang seperti anak kecil, "Anda memiliki bawahan yang lucu tuan." ucap Diablo, Alex hanya menyengir, setelah berbicara ringan, mereka bertiga berjalan menuju ke aula mansion, tetap saja Theo masih melongoh karena kemewahan mansion tersebut.


Setelah sampai diaula, Diablo mengajak Alex menaiki panggung aula, "Mari tuan, ikuti saya" ucapnya, kemudian Alex mengikuti Diablo.

__ADS_1


"AKU MENGUMPULKAN KALIAN SEMUA KARENA INGIN MEMBERITAHU SOAL PENTING, PRIA TAMPAN YANG DISEBELAHKU ADA PEWARIS KELOMPOK INI, JIKA TIDAK ADA YANG PERCAYA LIHATLAH KALUNG YANG SEDANG IA PAKAI, JIKA ADA YANG TIDAK SETUJU SAMA SAJA MATI!!" Teriak Diablo.


__ADS_2