
Mereka berdua selesai menaiki wahana Roller Coaster tersebut, lalu perut Aisyah berbunyi, ia hanya menyengir sambil melihat Alex, "Ayo makan terlebih dahulu." ucap Alex yang mengerti dari tatapan Aisyah jika ia ingin makan.
Mereka berdua berjalan menuju kios makanan, karena tersedia beragam macam makanan, Aisyah memilih salah satu makanan khas Jepang yaitu mie udon.
Alex langsung menghampiri kios yang menjual mie udon, ia memesan 1 porsi, dia hanya membeli sebuah minuman karena perutnya masih tak lapar, 10 Menit kemudian, pesanan Aisyah datang bersama minuman Alex, Aisyah heran, "Mengapa dirimu tak makan juga?" tanya Aisyah, Alex menjawab, "Aku tak lapar." sambil menyeruput minuman nya.
Selesai makan, Aisyah langsung menunjukkan wahana selanjutnya yang ia ingin kunjungi kepDa Alex, ia hanya menuruti, dan mengikuti perkataan Aisyah, ternyata ia ingin mencoba kuda berputar, Alex memesan 1 tiket karena tak mau ikut.
Aisyah tampak senang, dan tersenyum, sedangkan Alex hanya melihat Aisyah yang sedang berputar putar, 5 menit kemudian Aisyah selesai menaikinya sambil tertawa, "Ternyata disini sangat menyenangkan, sudah lama sekali.", Alex hanya mengangguk sebagai respon.
Waktu sudah menunjukkan sore hari, "Baiklah, ayo menjenguk ayah." ucap Aisyah, Alex langsung berjalan menuju mobil, Aisyah mengikuti Alex tanpa berkata lagi, Alex membuka pintu untuk Aisyah, ia langsung masuk, sedangkan Alex masih berjalan memutar.
Setelah itu Alex menyalakan mobilnya, langsung melajukannya dengan santai, sambil menikmati udara sore hari.
Tak terasa mereka sudah sampai, Alex memarkirkan mobilnya, mereka berdua keluar lalu berjalan menuju keruangan VVIP, ternyata didalam ada ibu Santi, dan Leon.
Leon yang melihat kearah pintu, ternyata kakaknya, dan Alex datang, "Kakak mana makanan, dan mainannya?" tanya Leon kepada Alex, ibu Santi yang mendengar itu menegur anak terakhirnya itu, sedangkan Alex yang ditanyai menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil berkata, "Aduh, kakak lupa, apakah Leon mau membelinya sekarang bersama kakak?" ucap Alex, Leon hanya mengangguk, dan menggandeng tangan Alex.
__ADS_1
Lalu Alex keluar dari ruangan lagi, dan menuju keparkiran untuk membelikan makanan, dan juga mainan untuk Leon, "Leon ingin mainan apa?" tanya Alex, "Terserah kakak, yang penting mainan." jawabnya, Leon keluar dari parkiran rumah sakit, dan ingin menuju ke Mall terdekat.
Karena jarak rumah sakit, dan Mall yang Alex kunjungi dekat, tidak sampai 15 menit mereka sudah sampai, Alex, dan Leon turun, ia mengunjungi toko mainan, Alex menyuruh Leon untuk memilih, sedangkan dia menunggu.
Setelah menunggu 10 Menit, Leon datang membawa keranjang penuh dengan mainan, Alex tersenyum, "Apakah sudah?, tidak ada lagi?" tanya Alex, "Tidak ada kak, sudah cukup." jawab Leon senang, Alex mengangguk, dan membawa keranjang penuh isi mainan itu menuju ke kasir untuk dihitung.
"Total semuanya menjadi 50 Juta tuan." ucap pegawai tersebut, lalu Alex menyerahkan kartunya tanpa berucap, setelah itu ia menekan pin, dan pembayaran sukses, Alex mengambil bungkusan langsung beranjak pergi menggandeng tangan Leon.
"Baiklah Leon, sekarang makanan apa yang kamu mau?" tanya Alex, melihat Leon yang bingung akhirnya Alex menyuruh nya memilih lagi, karena ia tak tahu seleranya seperti apa, ternyata Leon menginginkan Pizza, lalu Alex menyuruh lagi untuk memesan nya, sambil menggendong tubuh Leon yang masih diumur 7 tahun itu.
Leon memesan 3 pizza berukuran besar, dengan harga 800ribu, setelah itu Alex menurunkan badan Leon untuk membayar pizza itu, dan membawa pizza yang sudah dibungkus.
Sesampainya dirumah sakit, Alex membawa masuk mainan Leon, dan juga pizzanya, Aisyah yang melihat barang bawaan Alex yang banyak menghampirinya, dan membantu untuk membawa barangnya, ibu Santi yang melihat Leon tersenyum curiga.
Setelah mengecek isi nya ternyata 1 kantong penuh oleh mainan, bu Santi langsung memarahi Leon, namun Alex yang tak mau melihat Leon sedih, "Sudahlah ibu, hanya mainan tak usah terlalu dipikirkan." ucap Alex menenangkan ibu Santi yang sedang memarahi Leon, "Namun ini penuh dengan mainan nak." sahut bu santi, "Wajar anak kecil bu, tak usah dipermasalahkan, aku yang menyuruhnya." kata Alex.
Bu Santi akhirnya pasrah, Alex mengelus kepala Leon untuk tak usah bersedih, Aisyah membuka kotak pizza yang dibawanya, lalu memakan nya, "Aisyah...." ucap ibu santi pelan, Aisyah yang mendengar ucapan ibunya langsung menaruh pizza yang sedang ia makan, Alex yang melihatnya cuma tertawa, setelah Alex mempersilahkan Aisyah untuk makan, ia melahapnya lagi.
__ADS_1
Memakan pizza sambil bercerita memang sangat enak, namun Alex yang melihat jari jari paman Greg, ia berjalan menghampiri, ternyata paman Greg sudah sadar, dan melihat Alex, "Siapa kamu?" tanya paman Greg dengan suara pelan, Alex yang sadar ayah Aisyah sudah bangun, menyuruh ibu santi menghampirinya, dan juga Aisyah, sedangkan Leon masih asyik makan.
"Ayahh." ucap Aisyah sambil memeluknya.
"Sayang, kamu sudah sadar." ucap bu Santi sambil menangis.
Karena baru sadar, paman Greg membalas pelukan Aisyah dengan pelan, dan menggegam tangan istrinya, "Dimana aku?" tanyanya, Aisyah lalu menjawab, "Ayah sedang berada dirumah sakit.", ayahnya terkejut, lalu melihat istrinya, bu santi hanya mengangguk meyakinkan suaminya.
Lalu ayah Aisyah melihat Alex, dan bertanya, "Lalu dia siapa?", "Saya Alex tuan." ucap Alex hormat, karena sudah tahu masa lalu orang didepannya.
Greg yang masih bingung akhirnya meminta penjelasan kepada Aisyah, "Dia temanku, kebetulan rumahnya dekat dengan kita, jika tidak ada dia, ayah sudah tidak ada." jelas Aisyah kepada ayahnya, akhirnya ia sudah tahu, Greg menyuruh istrinya untuk membantunya duduk, setelah itu ia berterimakasih kepada Alex, Alex hanya menanggapi dengan senang.
Melihat anak terakhirnya tidak ada, Greg bertanya, "Dimana Leon?, ibu Santi memanggil Leon, sedangkan Leon masih asyik melahap Pizzanya, lalu Alex menghampiri Leon, dan menggendongnya.
Melihat ayahnya yang sudah sadar, Leon turun dari gendongan Alex, "Ayah." ucap Leon yang mulutnya masih penuh dengan pizza, "Leon lain kali telan dulu sebelum berbicara." tegur bu Santi, "Sudah, tak apa apa." sahut paman Greg.
Akhirnya mereka berbincang bincang, Alex yang tak mau menganggu acara pertemuan kembali, pamit ingin keluar dari ruangan, bu Santi menceritakan semua tentang Alex, dari membantunya memindahkan keruangan lain, mengoperasinya, membayar semua tanggungan, dan juga menemani anak pertamanya, dan juga membelikan banyak mainan untuk anak terakhirnya.
__ADS_1
Greg yang mendengarnya hampir tak percaya, laki laki yang masih muda, dan juga umurnya masih 20-an menanggung semua beban, Greg ingin menghampiri Alex, namun Aisyah mencegahnya agar luka ayahnya cepat sembuh.