
"HAHAHAHA menarik, kroco kroco kecil berani menyerang kelompok ku." kata pria misterius tersebut, ternyata ia sudah mendapatkan informasi dari mata matanya.
Neon, dan para pasukannya masih berada diperjalanan, karena tujuan yang ia akan serang sangat jauh, meskipun sekota tentu saja waktu yang diperlukan 3-4 jam, beda dengan Theo hanya 2 jam saja.
Neon, dan kawan kawan sudah 3 jam lebih, setengah jam kemudian mereka semua sudah sampai, Neon mulai turun dari mobilnya, diikuti para pasukannya yang bersiap siap mengambil senjata masing masing dari atas truk.
Sama dengan kelompok yang diserang oleh Theo, mereka semua tak siap meskipun jumlah yang dimiliki 4.000 orang, kelompok Gangster bergelar nomer 8 itu.
Neon bersiap siap memakai senjata 2 linggis berukuran sedang, dan tajam, ekspresi wajah bengis, Neon akan bersikap halus, dan baik jika bersama kawan kawan nya, namun jika musuh yang berhadapan dengannya, sifat kejamnya nampak.
Pasukan yang dibawa oleh Neon sudah siap membelakangi nya, "BAIKLAHH SEMUANYA MAJUUUU!!!" teriak Neon bersemangat.
"HURAAAAA!!!."
"MAJUUUU."
"YAAAA AYOOOO." semua pasukan saling sahut menyahut, suaranya menggema, dan markas musuh yang diserang tak sadar jika akan diserang.
Markas kelompok yang bernama Glory itu berada didalam perusahaan, meskipun terlihat seperti perusahaan biasa, mereka memang tak menampakkan hal hal yang aneh, namun jika mereka diberi misi akan banyak orang yang meninggal, dan brutal.
Neon yang sudah tahu semua asal usul kelompok yang akan diserangnya dengan brutal menerobos semua ruangan, kaca pecah dimana-mana, juga perabotan tercecer dibawah lantai.
Semua musuhnya dibabat habis oleh Neon, dan pasukannya, dengan membawa 2 linggis Neon menghabisi musuh musuhnya dengan kejam, tapi tak membunuh, meskipun banyak bercak darah yang berada didalam 2 linggisnya tersebut.
__ADS_1
Sudah 1.000 orang yang dihabisi, tergeletak pingsan, perjalanan Neon dan pasukannya masih ditengah tengah lantai, perusahaan yang didirikan oleh pasukan Glory memiliki 20 lantai, dan 10 lantai lagi masih ada 3.000 orang yang sedang menunggu kedatangan pasukan Neon.
1.000 orang masih berdiri kokoh tanpa adanya luka, mustahil memang, namun begitu adanya, mereka sudah terlatih, dan sudah menghadapi sepak terjang didunia hitam.
"500 orang mengikuti ku kelantai paling atas, sisanya berada disini, dan kau pimpin mereka." Teriak Neon sambil menunjukkan seseorang yang akan memimpin sisa pasukan yang ia miliki.
"Baiklah tuan." sahut 1 orang tersebut yang ditunjuk oleh Neon.
500 Pasukan mengikuti perjalanan Neon menuju lantai paling atas, semua pasukannya mengurusi semua kroco kroco yang sedang berjaga, meskipun terdengar keributan dibawah, musuh mereka menganggap remeh keributan tersebut.
Melihat para musuhnya sedang bersantai sambil meminum minuman keras, banyak dari mereka yang sedang mabuk, Neon yang melihat kesempatan emas tersebut langsung menerjang, dan menghabisi parah musuhnya dengan kejam.
Ternyata Theo sudah sampai ke tempat tujuan Neon, langsung saja menerobos masuk, tahu jika pasukan bala bantuan sudah datang, pemimpin yang ditunjuk Neon langsung berkata, "Tuan Neon sudah menuju kelantai paling atas, bersama setengah pasukan, tuan Theo." ucap laki laki tersebut.
"Neon, langsung saja hadapi pimpinan nya, kita tak bisa berlama lama!" teriak Theo.
Neon menoleh kearah suara teriakan yang ternyata sudah ada Theo sedang menghadapi musuh musuhnya, Neon langsung mengangguk membalas teriakan Theo.
Neon langsung menerobos menuju ruangan pimpinan kelompok Gangster Glory, ternyata sang pimpinan sedang bermain kuda kudaan bersama seorang wanita, Neon segera mendobrak pintu.
Sang pimpinan terkejut tiba tiba pintunya terbuka membenarkan celananya, dan wanita yang sedang bermain itu berteriak, "Arghhh...."
Wanita tersebut langsung menyingkir, dan bersembunyi karena tak mau terlibat, Neon langsung saja menghajar sang pimpinan tersebut, meskipun sedang membenarkan celana tanpa diduga ia sudah memasang sifat bertahan.
__ADS_1
Neon yang serangan nya ditangkis, langsung memutar 2 linggis mengincar kaki musuhnya, ia yang sudah melihat celah dengan cepat melancarkan serangan.
*Krakkk....
"ARGGGHHHH....." Suara menggema, teriakan kesakitan.
Melihat musuhnya yang sudah berlutut, Neon berkata sesuatu, "Menyerah atau mati.", pemimpin Glory yang bernama Van itu merengek kesakitan, meskipun bergelar nomor 8, dan memiliki pasukan banyak, ia hanya tertarik oleh wanita,Van yang kakinya patah, langsung menyerah, dan tak ingin mati, karena ia masih ingin memiliki sifat yang berbeda, ataupun berubah.
"K-kelompok Glory berjanji akan setia dibawah naungan Scorpio Hell, jika berkhianat hanya kematian yang akan didapatkan." ucap Van sambil merintih kesakitan.
Neon langsung beranjak keluar, sama seperti Theo, mengangkat tangannya, dengan banyak nya musuh yang tergeletak, Neon menghajar musuh terakhir yang berada digenggaman nya dan memukul kepalanya, lalu pingsan.
"KITA MENANG!!!!" ucap salah satu bawahan Neon.
"WOAAHHHHH....."
"WAHAHAHAHAHA."
"LANGSUNG MENUJU KE TEMPAT BOSS SEKARANG!!" teriak Neon.
2.000 orang berbondong bondong menuju keluar perusahaan, Theo dan Neon langsung memasuki mobilnya, dan para pasukan dengan cepat menaiki truk truk yang sedang berjejer rapi.
Suara menggema dijalanan, ternyata nyanyian para pasukan Theo, dan Neon yang sedang berbahagia, saling bersuka cita merayakan kemenangan.
__ADS_1
Para pejalan kaki melihat mereka semua bernyanyi, mereka merekam nya, mengira jika ada perayaan, padahal mereka habis melakukan peperangan, dan merebutkan posisi nomor satu.