
"Jangan salah paham terlebih dahulu, maksudku melayaniku adalah, buatkan aku makanan, memasaklah sesuai seleramu, aku akan menunggu, dan juga dirimu butuh penyesuaian di dunia ini, pelajari semuanya, ini perintah." Alex meluruskan kesalahpahaman, dan memerintahkan Rachel untuk menyesuaikan diri.
Rachel mengangguk paham, lalu berjalan kearah dapur, dan mulai sibuk dengan alat alat didapur, Alex terpikirkan untuk membuat panti asuhan, lalu Ia menelepon Morgan, namun Alex lupa bahwa sekarang masih jam 02.00 malam.
"Betapa bodohnya aku." ucap kesal Alex.
Alex masih menunggu hidangan dari Rachel, setelah lama menunggu Rachel sudah siap dengan masakannya, ternyata Ia memasak makanan dari dunianya, terlihat sangat berbeda, namun bumbunya sama.
"Apa ini?" tanya Alex.
"Ini adalah masakan dari duniaku tuan." sahut Rachel.
Dengan cepat Alex mencicipi makanan tersebut, dengan rasa yang unik, dan memiliki tekstur yang Khas, "Hmm..., ini sangat enak, ayo makan lah bersamaku." pujinya. Keduanya makan dengan nikmat, 10 menit kemudian, mereka berdua selesai menghabiskan hidangan yang sudah diwejangkan, "Aku kenyang." ucap Alex, "Tuan suka dengan masakan ku?" tanya Rachel, Alex hanya mengangguk pelan.
Didalam hati Rachel, Ia sangat senang dengan respon tuannya, dan ekspresi nya tersipu malu, Alex yang melihat ekspresi Rachel hanya menggelengkan kepalanya, "Bersihkan semuanya, aku akan beristirahat, pilih lah kamar sesukamu, namun jangan kamar utama, itu kamarku, jika ada yang kamu butuhkan, ketuk saja pintunya." ucap Alex.
Rachel langsung membereskan piring piring kotor untuk dicuci, sedangkan Alex kembali kekamar untuk bermain game PC nya.
"Sudah lama aku tak memainkan mu." gumam Alex sambil meraba komputernya.
Tak terasa pagi telah tiba.
Rachel mengetuk pintu kamar Alex, memberitahu bahwa sarapan telah siap, namun Alex masih sibuk dengan gamenya, dan tak mendengarkan ketukan pintu dari Rachel.
10 Menit kemudian, Alex selesai dengan gamenya, Ia masih mendengar suara ketukan pintu dari Rachel, lalu Ia berjalan menuju pintu, dan membukanya.
"Sarapan telah siap tuan." ucap Rachel.
"Baiklah, aku akan mandi terlebih dahulu." sahut Alex, "Mona buatkan aku kartu ATM baru."
__ADS_1
[Dengan senang hati tuan.] Mona pun menuruti keinginan Alex, [Kartu telah berada di inventory.]
Selesai mandi, Alex langsung turun dari lantai 2, dan melihat meja sudah penuh dengan makanan, terlihat Rachel duduk dengan tenang menunggu tuan nya.
Setelah duduk, Alex memberikan kartu ATM yang baru Mona buatkan, "Pakai kartu ini, belilah pakaian." ucap Alex, dengan senang hati Rachel menerimanya, Alex sudah mengisi kartu itu sebanyak 500 Miliar untuk Rachel.
Keduanya pun sarapan dengan nikmat, setelah keduanya selesai, "Aku akan mengantarkan dirimu ke pusat perbelanjaan untuk membelikan pakaian.", Rachel pun mengangguk mengerti, mereka berdua pun berangkat, tak lupa Alex menelpon Morgan, dan Chris untuk datang ke kantornya.
Telepon group pun tercipta, sedangkan Rachel mengamati kota asli tuannya, "Chris, Morgan, sudah lama aku tak melihat kalian berdua." ucap Alex.
"Hey, darimana saja kau?" tanya Chris.
"Sudah lama apanya." ucap kesal Morgan.
"Aku ada pekerjaan beberapa hari ini, aku ingin mengundang kalian ke kantorku, aku ingin membahas hal penting." jawab Alex.
"Baiklah, jam 09.00 kita akan menuju kekantor mu." ucap Chris.
"Hahaha tenang lah Morgan, baiklah aku akan mematikan telepon ini, aku tunggu kedatangan kalian." ucap Alex sambil bercanda.
Setelah menikmati perjalanan, mereka berdua sampai dipusat perbelanjaan, Mall terbesar nomer 1 dikota Alex, Ia memberikan kesempatan Rachel untuk memilih apapun, sedangkan Ia lebih suka menunggu cafe Mall, karena menunggu wanita belanja sama saja melewati 10.000 ribu antrian.
Alex memesan 1 Espresso, dan juga air putih, dengan tambahan buah semangka sebagai pencuci mulut, Alex berangkat dari rumah jam 07.00.
Alex sibuk dengan handphone nya, karena ingin menelurusi berita, "Mafia mulai menguasai Asia." berita tersebut sangat menarik minat Alex, "Hmm..., bukankah negara ku termasuk Asia juga?, Hahaha mari kita buktikan siapa yang akan memimpin negara ini dibalik bayangan." batin Alex, tidak lupa Ia juga menelpon Diablo.
*Tuttt....
"Halo tuan." sahut Diablo.
__ADS_1
"Kirimkan beberapa pasukan bayangan, dan juga pasukan terkuat kalian, aku ingin membentuk sebuah pasukan dinegaraku, karena aku ingin bersaing, ada 1 berita menarik hssratku." perintah Alex.
"Sesuai keinginan anda tuan, mereka akan sampai dinegara anda malam ini, berikan saja alamatnya." ucap Diablo.
"Alamatnya akan ku berikan, terimakasih maaf merepotkan paman." sahut Alex.
"Sudah tugasku tuan." ucap Diablo.
Alex langsung mematikan teleponnya, dan mengirimkan alamat markas pusat, dan juga Ia memberikan pesan kepada Theo, "Jika malam nanti ada beberapa orang asing, biarkan mereka menunggu ku disana." pesan tersebut.
Sesudahnya Alex bersantai sambil menyeruput kopinya, dan sesekali memakan buahnya, selama 1,5 jam menunggu, akhirnya Rachel selesai berbelanja, Ia menunggu dilobby mall.
Alex pun melihat Rachel berdiri di lobby mall, lalu membayar pesanan nya, Ia berjalan mendekati Rachel, "Bagaimana? sudah semuanya?" tanya Alex, Rachel pun menjawab, "Semuanya sudah selesai tuan, baju baju disini sangat bagus.", batin Alex, "Bagaimana tidak, dirimu sudah berbelanja selama 1,5 jam, dan aku lelah menunggu."
"Saatnya menuju kekantor ku, akan kuperkenalkan bawahan ku yang lain." ucap Alex, "Baiklah tuan." jawab Rachel, Rachel menaruh barang belanjaan nya, dan Alex menunggu didalam mobil, setelah selesai, mereka berdua berangkat menuju ke kantor.
20 Menit perjalanan, akhirnya mereka berdua sampai, dilobby sudah ditunggu oleh Lisa, lalu Ia membukakan pintu untuk Alex, "Terimakasih Lisa." ucap Alex, "Sudah menjadi urusanku tuan." sahut Lisa, "Ahh, iyaaa perkenalkan dia Rachel." ucap Alex sambil menunjuk wanita yang baru saja keluar dari mobil, Rachel pun berjalan mendekati Lisa, Rachel langsung mengulurkan tangannya "Rachel.", "Aku Lisa." sahutnya.
Mereka bertiga masuk, dan Alex langsung menuju keruangan nya, menunggu kedua temannya datang, selama berjalan menuju keruangan, Alex bertanya tentang perkembangan game nya.
Lisa memberikan data data perkembangan gamenya, Alex mengecek satu persatu, dan sangat bagus, Rachel duduk disofa ruangan Alex, sedangkan Lisa menghadap Alex.
Tiba tiba pintu terbuka, "Yoooo, Alex....." Chris memanggil Alex, sedangkan Morgan memasang ekspresi cemberut, Alex yang melihatnya menahan tawanya, Morgan pun sadar, "Hey, mengapa dirimu tertawa." ucap Morgan kesal, "Tidak tidak." sahut Alex masih menahan tawanya, "Sudah sudah berhenti bercanda, ada perlu apa Alex?" tanya Chris, "Aku ingin membangun beberapa panti asuhan, bisakah kalian menghandle nya? urusan tanah biar aku saja yang mencari." ucap Alex serius.
Alex menyuruh Lisa untuk membuatkan minum untuk kedua sahabatnya tersebut, dan juga memperkenalkan Rachel kepada mereka, "Aku lupa, kenalkan dia Rachel, bawahan ku yang baru.", Chris, dan Morgan menoleh kearah kebelakang.
Mereka berdua terkejut dengan kecantikan Rachel, menganggap kecantikan Rachel adalah yang sempurna, Alex melihat mereka berdua sambil menarik nafas panjang, "Sudahlah jangan melihatnya begitu lama, bagaimana dengan permintaan ku?" tanya Alex, "Akan ku handle, siapkan tanahnya." ucap Morgan tanpa menoleh kearah Alex, sedangkan Chris, "Ya, jangan lupa kasih nomerku kepadanya.", Alex pun kesal dengan kelakuan kedua sahabatnya.
"Mona beli beberapa tanah disekitaran kota ini, berapapun jumlahnya." perinta Alex.
__ADS_1
[Baiklah tuan.] jawab Mona.
Lisa pun datang membawa 2 kopi untuk kedua sahabat Alex, "Silahkan dinikmati tuan tuan."