Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem

Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem
Pembantaian, dan pemindahan


__ADS_3

"Theo, jangan lupakan perintahku, bawa pasukan yang tersisa." ucap Alex yang sedang menelpon Theo, Alex langsung menutup teleponnya sesudah mengingatkan.


Alex yang masih dirumah sakit, kembali keruangan ayah Aisyah, dan ingin berpamitan untuk pulang namun tiba tiba, "Alex terimakasih.", "Nak terimakasih banyak, aku berhutang budi kepadamu.", "Kakak terimakasih sudah membantu keluargaku.", ucap mereka sekeluarga setelah Alex memasuki kedalam ruangan.


Alex yang melihat keluarga Aisyah berterimakasih hanya tersenyum, "Sudahlah-sudahlah, Aisyah, bu, dan Leon harus kembali bersemangat, jangan lupa untuk bersyukur, paman Greg masih diberi kesempatan oleh tuhan." ucap Alex hanya menanggapinya dengan santai.


"Bu santi saya pamit pulang ya, hari sudah mulai malam, mungkin besok siang saya akan kembali kesini." pamit Alex, "Baiklah nak Alex silahkan, jangan lupa untuk istirahat, tapi panggil saja saya ibu, tak usah pakai embel embel nama ibu." sahut ibu Santi, Aisyah yang mendengar ucapan ibunya hanya tersipu malu, dan memalingkan mukanya.


Alex hanya menyengir saja lalu berpamitan juga kepada Aisyah, tak lupa juga, "Leon disini jangan nakal ya, kakak akan kembali membawa mainan, dan makanan yang banyak." Alex menasehati Leon, "Wahh..., benarkah kak? Asikk." sahut Leon sambil tertawa bahagia.


Alex keluar dari ruangan, menuju ketempat pakir, karena ingin mengambil mobil Theo untuk kembali pulang, "Memasak, atau beli saja ya?" batin Alex, "Baiklah beli saja, aku ingin bersantai malam ini." batin Alex kembali.


Ia sudah berada didalam mobil, lalu menyalakan nya, dan mulai melajukan nya dengan kecepatan sedang, sambil menikmati angin sepoi sepoi dimalam hari.


Alex tak lupa mampir ke restoran untuk membeli makanan, setelah 20 Menit perjalanan, Alex melihat restoran yang sedang ramai, ia ingin membeli disana, setelah memarkirkan mobilnya, ia turun dari mobil, dan berjalan menuju kedalam restoran.


"Selamat datang tuan, ingin pesan apa?" tanya ramah pegawai restoran tersebut.


"2 menu rekomendasi, dan 1 minuman bersoda tolong." jawab Alex.


"Baiklah tuan, silahkan duduk terlebih dahulu, sambil menunggu beberapa menit." ucap pegawai itu mempersilahkan Alex untuk duduk, dan menunggu.


Alex yang duduk, mengecek ponselnya ternyata Morgan, dan Chris meneleponnya, karena ia tadi fokus menyetir jadi tak tahu jika kedua sahabatnya sedang meneleponnya.

__ADS_1


Alex mengirimkan pesan kepada Chris, dan Morgan, hanya "Ada apa?", Alex kembali mengotak atik ponselnya, tak terasa 15 Menit sudah terlewat pesanan Alex datang, "Berapa totalnya?" tanya Alex, pegawai itu menjawab, "Semuanya menjadi 160ribu tuan.", "Baiklah ini silahkan." ucap Alex sambil memberikan kartu hitamnya, setelah itu sang pegawai menerima kartu Alex dengan gemetaran.


"Mengapa sampai gemetaran seperti itu?" batin Alex melihat tubuh pegawai wanita tersebut bergetar, setelah memberikan mesin mini penggesekan kartu, Alex menekan pin dengan santai, akhirnya pembayaran selesai, Alex langsung beranjak pergi menuju mobil Theo.


"Baiklah saatnya bersantai." ucap Alex lirih, Alex melajukan mobil kearah rumahnya karena ingin beristirahat, 25 Menit kemudian, Alex sampai didepan rumahnya, ternyata Chris, dan Morgan sedang menunggunya kembali.


Alex bingung, "Mengapa kalian berdua menunggu seperti orang pekerja rentenir saja, apakah kalian sudah lama?" ucap Alex mengejek, dan bertanya.


"Kau sudah kami telepon, namun tak menjawab, ya sudah kita langsung saja menuju rumahmu, ternyata sudah 2 hari dirimu tak pulang, satpam didepan itu memberitahuku." jawab Chris, dibarengi oleh anggukan Morgan.


"Baiklah, ayo masuk, jangan seperti mau menagih hutang." ucap Alex bercanda sambil tertawa.


Mereka bertiga memasuki rumah, ternyata kondisi rumahnya tetap bersih, Alex tahu siapa yang membersihkannya, tak lain yaitu Aisyah, Aisyah tak ingin Alex mengetahui jika ia suka membersihkan rumah Alex.


Chris menyantap makanan Alex, namun Alex langsung menyahutnya, "Ini makanan ku." ucap ketus Alex langsung melahap makanan nya, ekspresi Chris langsung manyun, Morgan yang baru saja kembali dari dapur untuk mengambil minuman melihat ekspresi Chris tertawa terbahak-bahak, sambil berkata, "Wahahahaha, ada apa dengan ekspresi mu itu.", "Lihat lah Alex dia pelit." ucap Chris jengkel.


Morgan yang mendengar ucapan Chris hanya menggelengkan kepalanya, "Bukan kah Alex seperti itu jika soal makanan, kan masih ada 1 lagi, makanlah jangan memasang ekspresi seperti itu, membuatku sakit perut saja." kata Morgan, Alex tak menghiraukan omongan Chris, dan masih menikmati makanan nya.


7 Menit kemudian, Alex sudah selesai makan, lalu membuka minuman bersodanya, "Ada perlu apa?" tanya Alex langsung kepada intinya, Morgan hanya menatap Chris, namun Chris masih sangat menikmati makanan nya sambil memasang ekspresi kenikmatan.


"Woahhh, kenyang nya beli dimana ini?, masakannya sangat enak." tanya Chris sambil memuji, Alex menjawab sambil mengecek ponselnya, ternyata ia sedang membalas pesan dari Aisyah, "Restoran pinggir jalan mau menuju Nusa hospital kanan jalan.", Chris hanya mengangguk mengerti.


Sebenarnya keduanya datang kerumah Alex hanya untuk bermain, dan menanyakan tentang perusahaan nya, "Bagaimana soal perusahaan mu?" tanya Chris, Alex menjawab sambil meminum soda didalam kaleng, "Aman saja, dana sudah siap, tunggu jadi saja.", tiba tiba ponsel Alex ditelepon nomor tak dikenal, lalu Alex izin kepada kedua sahabatnya itu untuk mengangkatnya, Chris, dan Morgan hanya mengangguk, lalu bercanda.

__ADS_1


Alex mengangkatnya, dan berkata, "Halo?", ternyata yang menelepon Alex adalah pemuda pengantar makanan itu, "Tuan, saya akan menerima penawaran dari anda, nama saya adalah Jack tuan, salam kenal, dan mohon kerja samanya." ucap mantap pemuda tersebut, Alex tersenyum mendengar ucapan pemuda itu, "Baiklah, mulai besok bekerja lah dibagian programan, jika ada masalah tanya saja kepada asisten pribadiku, dan juga lokasinya akan ku sharelock, ku nantikan kerja kerasmu." kata Alex.


Lalu Alex menyuruh Mona untuk mengabari Lisa, "Mona katakan kepada Lisa bahwa nanti ada 1 orang yang akan datang menjadi pemimpin dibidang programman, dia bernama Jack.", Mona hanya menjawab, "Baiklah tuan sesuai perintah."


Sedangkan Theo, Neon, dan para pasukan, membereskan semuanya, Theo, dan parah pasukannya membawa senjata rifle karena pemimpin nya menyuruh menuntaskan dengan cepat, Neon tak kalah berbeda, ia, dan para pasukannya membawa senjata SMG, untuk memporak-porandakan markas musuh, meneror, dan membunuh.


Setelah kembali Alex menyalakan televisinya, ternyata berita besar dengan cepat menyebar, setelah ditemukan banyak mayat yang bergelempangan, namun polisi masih menyelidiki kasus tersebut jika itu adalah kasus perebutan wilayah, semua wilayah dibabat habis oleh kelompok tak dikenal, dan polisi masih menyelidiki kasus tersebut, ternyata Alex tak perlu memberi dukungan kepada Theo, dan Neon, mereka menjalankan misi dengan sempurna.


Padahal mereka berdua baru sembuh, dan baru siang hari ini mereka keluar dari rumah sakit, namun langsung saja melakukan apa yang sudah diperintah oleh Alex, mereka berdua tak ingin mengecewakan pimpinannya.


Alex yang melihat berita tersebut tersenyum, Chris, dan Morgan yang melihat ekspresi Alex mengerutkan keningnya, "Mengapa kau tersenyum seperti itu sambil melihat berita tersebut?" tanya Morgan heran, Alex yang menoleh kearah Morgan hanya menimpali dengan enteng, "Setidaknya pasukanku tak mengecewakan, dan tak perlu bantuan ku, mereka bisa melakukannya sendiri.", Chris melongo mendengar ucapan Alex, tak kalah juga Morgan terkejut, "Ternyata teman ku yang dulu pendiam, memiliki pasukan yang mengerikan." batin Morgan.


"Namun aku masih Alex yang kalian kenal, tenang saja." ucap Alex menepuk pundak kedua sahabatnya itu, tak lama berbincang ponsel Alex bergetar kembali, ia ijin kembali, dan sahabatnya mempersilahkan, ternyata itu dari Theo, Alex langsung mengangkatnya, dan berbicara, "Ada apa Theo?"


"Tuan misi anda sudah selesai dengan cepat sesuai perintah anda." ucap Theo tegas diseberang telepon.


"Terimakasih sudah menuruti perintahku dengan baik, besok malam kita akan berpesta." Alex ingin mengadakan pesta perayaan bersama pasukannya itu karena berhasil mendapatkan gelar puncak dikota nomor 1 di negara ini.


"Itu sudah tugas saya, menerima perintah anda tuan." jawab Theo.


"Jangan terlalu formal santai saja, anggap saja diriku adalah teman mu, sama seperti dirimu menganggap Neon." kata Alex yang tak mau orang kepercayaan menjadi kaku karena status saja.


Setelah mengatakan hal tersebut, Alex langsung mematikannya, dan mengirim pesan kepada Theo, "Setelah berpesta pindah markas, dan buka perusahaan dalam bidang penjagaan, dan keamanan.", selesai mengirim pesan Alex kembali, sedangkan Chris, dan Morgan mendebatkan hal yang tidak penting.

__ADS_1


Alex hanya melihat kedua sahabatnya itu dengan senyuman, "Hey kalian berdua berhenti, perusahaan ku sudah berjalan dengan lancar, tinggal menunggu hasil maksimalnya saja, dan meluncurkan game yang akan merubah negara ini, aku ingin menguasai pasar perusahaan di negara ini." ucap Alex mantap, Chris, dan Morgan yang mendengar perkataan Alex langsung berhenti berdebat, "Senang mendengarnya lex, sebentar lagi kita akan pulang." ucap Morgan, Alex hanya meresponnya dengan mengangguk saja.


__ADS_2