
Alex yang sudah teleport dipinggiran hutan, sambil menghirup udara segar dari sana, "Hmm.., angin yang sejuk." gumam Alex, Ia pun berjalan memasuki hutan, sambil melihat kanan kiri hutan, terlihat banyak hewan yang berlalu lalang, dari penglihatan nya hutan ini sangat damai, namun tak berselang lama, terdengar suara saling adu tembakan.
*DOR!!
*DOR!!
*BOOMMM!!
Alex pun memasang sikap waspada, menoleh kearah utara hutan, Ia pun memperdekat diri untuk melihat keadaan, terlihat tentara, dan terr*ris saling adu tembakan, granade dilemparkan dari arah tentara, menewaskan beberapa terr*ris yang sedang bersembunyi, jumlah tentara yang Alex lihat hanyalah beberapa, sedangkan pasukan terr*sis memiliki banyak orang.
Dari situpun Alex mengeluarkan senjata serba gunanya, pistol yang dibeli oleh Alex di Italia waktu itu Ia tinggalkan karena tidak mungkin baginya membawanya kemana mana, "Mona aktifkan skill menembakku." perintah Alex.
[Skill menembak aktif, selamat bersenang senang tuan.] sahut Mona.
"HAHAHA, SAATNYA BERPESTA!" teriak Alex, Ia pun membayangkan senjatanya menjadi sniper model M24, dengan kombinasi Scope 8X, dan juga peredam suara nya, peluru Alex dibilang unlimited tanpa harus mengisi ulang terlebih dahulu.
__ADS_1
*Jleb...
1 Terr*ris tumbang.
Alex mengulangi beberapa kali tembakan, sampai terlihat para tentara tak sulit menghadapi sisa sisa terr*ris tersebut, salah satu tentara merasa ada yang janggal dengan keadaan sekitarnya, bagaimana tidak yang tadi ramai menjadi lumayan senyap, dan hanya terdengar beberapa tembakan saja dari para terr*ris.
"Heyy, apakah dirimu tak merasa janggal?" tanya tentara 1 kepada rekannya, ternyata rekannya pun merasa hal yang sama, "Iyaa, aku merasakannya bukan kah ini lebih mudah, dari serangan yang sebelumnya." jawab rekannya tersebut.
Sampai akhirnya Alex menumbangkan terr*ris terakhir, Ia pun langsung lenyap dari posisinya diawal, lalu berpindah kearah markas terr*ris, terlihat masih banyak dari mereka bersantai, tertawa, dan adapun yang berpesta sambil menggenggam sebotol minuman keras, dibarengi oleh wanita sexy, namun terlihat dari wajah mereka merasakan tekanan berat, pandangan nya kosong, seperti ingin mati saja.
Ia memberondong secara terus menerus tanpa mereload pelurunya, sangat terdengar tidak masuk akal, namun senjata tersebut adalah buatan sistem, tak ada yang mustahil bagi Mona.
"HAHAHAHA, MATILAH KALIAN SEMUA BAJINGAN, MATILAHHH!!!" teriak Alex masih memberondong para bajingan bajingan tersebut, semua terr*ris tersebut panik, dan melepaskan wanita wanita penghibur, para wanita yang dilepas pun dengan cepat melindungi diri dari timah panas yang Alex kerahkan.
Para tentara masih menelusuri sisi sisi hutan, sedangkan Alex melakukan pembantaian, Ia tersenyum kejam melihat tubuh tergelatak penuh dengan darah, "Kalian layak untuk mati, mengganggu kedamaian negara ini sama saja mencari mati jika itu dihadapanku." gumam Alex lirih, tak ada rasa menyesal, namun kebahagiaan, teriakan teriakan para terr*ris hanyalah melodi baginya, kejam? pasti, namun tak bisa dipungkiri mereka adalah musuh yang merusak kedamaian, memperbudak wanita, memeras uang warga seenaknya, membunuh tanpa berbelas kasihan, tak menerima ucapan permohonan, bahkan sampai mengemis pun mereka bahkan segan untuk langsung membunuh.
__ADS_1
Tentara tentara tersebut melihat Alex duduk ditumpukkan mayat mayat terr*ris dengan tatapan tajam, "Disini baru saja selesai." ucap Alex berdiri berjalan perlahan kearah para tentara tentara tersebut, mereka pun bergidik ngeri dengan pemandangan didepan nya, "Mundur, angkat tangan, anda siapa?" tanya salah satu tentara, Alex pun masih tetap berjalan kearah para tentara tersebut, "Aku bilang mundur, dan angkat tangan anda." ancam tentara tersebut, Alex pun tak menggubris ucapan tentara itu, tiba tiba Alex sudah didepannya, dan berbicara sesuatu, "Kerja bagus untuk kalian." sesudah nya Alex pun langsung menghilang, menuju target berikutnya.
Para tentara tersebut tubuhnya gemetaran dengan hebat, padahal Alex hanya mengatakan suatu apresiasi untuk mereka, namun bisa membuat mereka gemetaran.
"D-dia gila, membantai semuanya sendirian, tanpa luka sama sekali, laporkan ini kepada pemimpin cepat!" ucap salah satu tentara tersebut menyuruh untuk melaporkan kondisi dimarkas musuh yang sedang mereka injaki.
Alex pun tiba di daerah yang berbeda, Ia tadi mengunjungi utara, sekarang ia berada diselatan, terlihat rumah mewah, dengan banyaknya orang membawa senjata laras panjang, seperti menjaga sesuatu yang berharga.
Alex pun menyuruh Mona untuk mengaktifkan mata tembus pandang, "aktifkan mata tembus pandang."
[Seperti keinginan anda tuan] ucap Mona.
Mata Alex yang awalnya biru menjadi kemerahan, terlihat ada suatu barang yang sedang dijaga ketat disana, [Saya mendeteksi suatu barang yang berharga, tapi informasi yang saya punya masih kurang, tuan perlu meng upgrade level sistem menjadi level 2.] ucap Mona.
Alex pun penasaran dengan barang tersebut, langsung saja Ia berteleportasi didekat rumah mewah tersebut, Ia menyelinap secara perlahan, bisa saja Ia muncul didekat barang tersebut, namun Ia ingin membantai mereka semua, hasratnya masih belum hilang, Ia ingin mempuaskan hasrat membunuh nya.
__ADS_1