
Alex mengajak mereka bertujuh untuk masuk, Aisyah tak pernah tau jika Alex memiliki sebuah mansion, dan juga keenam lainnya, "Waahhhh besar sekali, apa ini punya kakak?" tanya Zero sambil kegirangan karena tempat tinggalnya yang sekarang, "Ini rumah kakak, kalian berlima bebas memilih kamar, jika ingin mendekor suruh kepala pelayan untuk mendekor ulang sesuai keinginan kalian, dan juga ibu aku akan memberikan uang bulanan untukmu, jangan pernah menolak pemberianku, maafkan aku karena tak pernah mampir dipanti." Alex merasa bersalah karena masalah tadi pagi, karena tak tahu.
"Nak sudahlah, ini saja bagi ibu sudah cukup, tadi pagi juga kamu sudah membayar hutang ibu, namun kamu memberiku uang bulanan?" Ibu panti tak enak dengan Alex karena sudah memberi banyak walaupun cuma sehari, "Ayolah bu, aku adalah anak ibu, wajar saja jika aku berbakti kepadamu." Alex merayu dengan ekspresi memohon, ibu panti yang tak kuat pun akhirnya menerimanya.
Pesta pun digelar sebagaimananya, Alex menyuruh semua pelayan dimansion untuk ikut berpesta, sempat mereka semua menolak, namun Alex memaksa, "Hidup tak selama nya tentang pekerjaan, sesekali bersantailah sedikit." ucap Alex waktu memaksa para pelayan untuk ikut berpesta, semuanya berjalan dengan lancar, canda tawa, bernyanyi bersama, Alex menghindari minuman beralkohol karena ada anak kecil disini, jadi Ia melarang adanya alkohol dipesta kecil kecilan ini.
Pesta pun akhirnya selesai di jam 12.00, Alex menyuruh anak anak untuk istirahat, dan juga ibunya, Aisyah pun sama, Alex yang lelah pun ikutan istirahat, karena besok Ia ingin mengajak adik adiknya berbelanja pakaian, dan keperluan yang lainnya.
...----------------...
......Pagi pun tiba.......
Alex terbangun dijam 05.00, berolahraga seperti yang diminta oleh sistem, namun misi larinya dihilangkan diganti dengan Pull Up 100X.
__ADS_1
1 Jam kemudian, ia selesai berolahraga, setelah berolahraga Ia memandikan badannya agar segar, karena sehabis olahraga enaknya adalah mandi, setelah mandi Alex berada diruang makan, dan melihat Aisyah yang baru keluar dari kamarnya, dengan pakaian yang rapi, dan juga wangi, "Mau kemana kamu?" tanya Alex, "Aku akan pulang karena ayah mencariku, jika ada kesempatan kerumah lah, ibu ku kangen denganmu, dan juga adikku." sahut Aisyah sambil berjalan menuju kursi meja makan.
Alex, dan Aisyah sarapan duluan, disusul oleh ibu Alex, sarapan berjalan dengan nikmat tak ada suara, hanya mendengar dentingan sendok, dan garpu diatas meja makan.
Selesai sarapan, ibu panti membangun kan anak anak secara terpisah, namun Alex mencegahnya, "Biarkan para pelayan bu.", 4 pelayan pun masuk untuk membangunkan tuan, dan nona muda mereka karena perintah Alex semalam yaitu "layani mereka seperti aku."
"Tuan muda ayo bangun, Tuan besar sudah menunggu anda dimeja makan, anda harus sarapan terlebih dahulu." pelayan 1 membangunkan duo kembar tersebut, Zero, dan Ziro pun akhirnya perlahan membuka matanya yang sayu sayu masih mengantuk karena pesta semalam, "Selamat pagi." ucap Ziro sambil tersenyum kearah pelayan tersebut, "Selamat pagi tuan muda." balas pelayan itu sambil tersenyum.
30 menit kemudian, mereka berlima sudah mandi, dan sarapan, Alex pun mengajak mereka berbelanja, Aisyah sudah pulang kerumahnya, sedangkan ibu panti ingin dimansion saja menikmati keindahan nya.
"Rio!" teriak Alex, Rio pun datang secara tergesa gesa, "Ya tuan?" tanya Rio masih ngos-ngosan karena berlari, "Antarkan kita di Mall pusat, aku ingin membelanjakan mereka disana, dan juga dirimu ikut ya." Alex menyuruh Rio untuk ikut berbelanja bersamanya, Rio pun yang tak enak menolak, namun Alex memaksa nya dengan ancaman, akhirnya pun Ia hanya pasrah, dan mengiyakan permintaan tuan nya.
Mereka pun berangkat, Alex yang duduk didepan tersenyum karena mereka bahagia hidup dikota, seperti hidup ditempat lamanya, wajah bahagia mereka adalah obat bagi Alex, tenang karena mereka berada disisinya.
__ADS_1
40 Menit kemudian, akhirnya mereka sampai diMall pusat, Rio memarkirkan mobilnya terlebih dahulu, selesainya mereka semua turun dari mobil, dan berjalan bersama, Alex terlihat seperti sugar daddy karena memiliki anak anak yang bersamanya saat ini, banyak tatapan mata menuju kearahnya, karena kelimanya memiliki wajah yang enak dipandang, apalagi Alex, Rio yang hanya seorang supir pribadi, dia tidak berani berada di sebelah tuannya, dan hanya berada dibelakang tuannya, namun Alex memarahinya menyuruh untuk berjalan sejajar dengannya, sambil mengurus kelimanya.
"Hey liat lah mereka bukan kah anak anak itu imut sekali, aku ingin mencubitnya" ucap salah satu perempuan yang sedang berkumpul bersama teman temannya, "Apalagi yang menjaga nya disana, keduanya juga sangat tampan." salah satu temannya pun tak mau kalah, "Sungguh keindahan duniawi, aku ingin mendapatkannya.", "Jangan bermimpi, lihatlah penampilannya, seperti orang kaya, kita apa? hanya penikmat harta orang tua, lupakan saja." salah satunya pun menyadarkan temannya yang ingin mendekati Alex.
Alex pun memilih toko baju anak anak, karena ingin mereka memilih baju yang mereka inginkan, Alex menyuruh untuk Rio membawakan baju baju yang anak anak akan pilih, dan memberinya kartu Black Cardnya, untuk membayar belanjaan mereka, "Jika dirimu ingin berbelanja gunakan saja kartuku Rio, jangan sungkan okay?, aku akan menunggu kalian dicafe itu" Alex memberitahu Rio agar ia membelanjakan untuk dirinya, dan memberi tahunya akan menunggu dimana, Rio yang melihat wajah seram tuannya pun hanya menurutinya, "B-baiklah tuan." jawab Rio, sedangkan didalam hatinya "Mama ku, selamatkan aku."
Alex menunggu didalam cafe selama 2 jam lamanya, namun mereka berenam tak kunjung datang, Alex yang lelah menunggu pun akhirnya mencari mereka berenam, terlihat ada segerombolan manusia manusia yang menonton sesuatu, Alex yang penasaran pun akhirnya melihatnya, Ia pun kaget karena Rio sedang diinjak injak tiga pemuda arogan, sambil melindungi kelima nya agar tak terkena tendangan pemuda pemuda tersebut, Rio memeluk mereka berlima yang sedang menangis.
Alex pun menerobos masuk, tak peduli akan sekitarnya, Ia tetap menerobos, "HEY KALIAN BAJING*N." teriak Alex yang tak terima adiknya ditindas, dan juga orangnya, "Ohh, siapa kau?, apakah dirimu juga termasuk?." tanya salah satu pemuda tersebut, Alex yang marah pun tak menggubris pertanyaan pemuda tersebut, langsung saja Alex melayangkan bogeman menuju kearah wajah pemuda itu.
"Kalian boleh melukaiku, asal jangan orang orangku, tak ada pengampunan bagi kalian." Alex yang emosi pun menghabisi ketiganya sampai wajahnya tak dikenali, tak ada perlawan untuk mereka, Alex tak memberikan kesempatan sama sekali.
Alex yang selesai mengasih pelajaran kepada tiga pemuda itu, langsung menghampiri Rio yang mulutnya berdarah karena tendangan tendangan ketiga pemuda tersebut, "Ternyata hukuman kalian terlalu ringan." Alex pun kembali memukuli ketiganya sampai pingsan, darah tercecer dimana mana, akhirnya pun petugas keamanan Mall datang ingin menangkap Alex namun para penonton yang menjadi saksi menjelaskan bahwa Alex tak bersalah, dan hanya membela diri, akhirnya pun Alex dilepaskan, dan ketiganya dibawa kekantor polisi.
__ADS_1