Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem

Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem
Pemakaman


__ADS_3

Di malam hari Alex menghadiri pemakaman Pamannya Diablo dengan ditemani semua pelayan mansion,dan juga Presiden Italia, serta orang-orang penting yang lain, pensiunan mafia dari penjuru dunia pun datang demi menghadiri pemakaman sosok Diablo tersebut, nama Diablo dimasa lalu dijuluki sebagai Anjing Pemburu, sebaik apapun musuh bersembunyi Diablo selalu menemukannya.


Alex tak menyangka jika yang datang sangatlah banyak, sampai pemakaman tersebut penuh, bahkan beberapa orang penting ikut datang, yaitu presiden Italia, dan beberapa pejabat, Alex yang terduduk lemas didepan makam Diablo dihampiri oleh pria tak dikenal.


"Jangan terlalu larut dalam kesedihan anak muda." ucapnya lirih sambil memandangi makam Diablo, Alex yang mendengar suara tersebut menoleh secara perlahan setelah itu, "Tak usah ikut campur dengan kehidupanku, siapa dirimu berhak mengaturku!" sahut Alex acuh, dan dingin.


Pria tersebut menggelengkan kepalanya pelan lalu Ia berjongkok, "Terimalah kenyataan ini, dan masih banyak tantangan yang menanti mu, persiapkan dirimu, ada 1 kelompok yang sangat berbahaya, tak tau pasti, aku hanya memperingati dirimu untuk berhati hati." setelah memberikan nasehat, pria tersebut langsung menghilang, Alex masih terduduk lemas dipemakaman Diablo tak menggubris nasehat pria misterius tersebut.


"Anak muda memang selalu bersemangat, semoga tuhan memberkatimu, dan menjagamu Alex." batin Pria tersebut yang sudah pergi meninggalkan tempat pemakaman.


1 Jam kemudian, Alex baru selesai dalam tangisannya, puas menangis Ia kembali menuju ke Mansion megah dengan perasaan campur aduk, ingin rasanya Ia membantai para bajing*n-bajing*n yang menyuruh untuk membunuh Diablo, namun siapa nanti yang menjaga markas ini, tak ada bawahan yang tersisa, dan hanya tersisa para pelayan, serta kepala pelayan saja.


Sesampainya di Mansion, Alex langsung menuju keruangan kerjanya, [Status] ucapnya.


[Status dibuka]


Nama : Alexander


Usia : 21 tahun


Pekerjaan : CEO, Mafia


Kekuatan : 45


Kecepatan : 44


Kepintaran : 50


Kharisma : 70


Keberentungan : 15


Kekayaan :




1000 Perusahaan




100 Mansion Mewah




5 Bandara Pribadi




5 Pesawat Jet Pribadi




555 Mobil Mewah



__ADS_1


45 Trilliun Rupiah




Kapal Pesiar




40% saham Nasa




30% saham Iphone




50% saham Adidas




70% saham Naike






Menembak LVL. Max




Menyetir LVL. Max




Mata tembus pandang LVL. 3




Beladiri LVL. Max




Teleportasi LVL. 2


__ADS_1



Penyimpanan :




Black card




3 Kotak besar special




30 Kotak kecil misterius




5 Kotak misterius




Point Sistem : 1.001.050.000


Alex tak ingat jika Ia mendapatkan banyak PS, dengan cepat Ia membelikan kartu bawahan tingkat Adamantite yaitu tingkat tertinggi dengan harga 500 Juta PS.


"Panggil" ucap Alex lirih.


Lingkaran teleportasi muncul dihadapan Alex, sosok tinggi, rapi, wangi, serta wajah yang tampan, memiliki telinga yang runcing, dan memiliki ekor besi seperti tombak yang lunak, memiliki ras Vampire.


"Tuanku." ucap bawahan tersebut sambil membungkuk.


"Aku akan memberimu nama Diablo, dan cari orang ini, batas waktu dipagi hari sudah berada di Mansion." perintah Alex sambil memberikan foto kepada Diablo.


"Ahh...., sungguh anugerah bagiku mendapatkan nama langsung dari Tuan Muda, dengan senang hati aku akan menerima tugas pertama hamba." ucap Vampire yang sekarang bernama Diablo tersebut, Ia langsung pergi.


Kesedihan masih menyelimuti hati Alex, ia merenung sambil memainkan jari jemarinya diatas meja, kehilangan sosok seperti Diablo membuat Alex bersedih tak karuan, padahal hanya setahun bertemu, tapi Ia sudah menganggap seperti ayahnya sendiri.


Setelah dirasa cukup merenung, Alex berdiri menuju ruang makan, karena perutnya belum diisi sama sekali, sesampainya pelayan disana sudah menyiapkan makanan untuk Alex, dengan cepat sudah banyak makanan tertata rapi, mereka selalu menyediakan makanan meskipun belum jam nya, jika tak dimakan mereka membuangnya lalu membuat baru, pemborosan? tidak, itu sudah peraturan dari Mansion ini.


Alex menikmati makanannya seperti biasa, namun dengan suasana yang berbeda, biasanya ramai dengan canda, dan tawa, tetapi sekarang Ia merasakan kesepian, 10 Menit kemudian, Alex menyelesaikan makanannya.


Perut yang sudah kenyang membuat Alex mengantuk, tetapi Ia meminta pelayanan membuatkan kopi untuk menemani malam panjang Alex, Ia kembali menuju keruang kerjanya untuk menggarap kertas-kertas yang menumpuk, hanya menandatangi saja, kertas-kertas tersebut hanyalah kontrak, dan juga persetujuan.


Kopi yang diminta Alex sudah datang, lalu diletakkan dimeja kerja Alex, "Terimakasih." ucap Alex yang masih fokus dengan kertas-kertas didepannya, pelayan tersebut hanya mengangguk pelan sambil tersenyum lalu meninggalkan ruang kerja Alex.


Pagi pun tak terasa, Alex yang masih sibuk dengan kertas-kertas tersebut dikejutkan dengan kehadiran Diablo, "Tuan..." panggil Diablo dari belakang Alex, Ia pun terhenyak sedikit, "Ahh..., Diablo bagaimana tugasmu?" tanya Alex, Diablo pun merespon, "Pria tersebut sudah berada di ruangan utama Tuan.", Alex pun langsung berdiri sambil mengepalkan tangan lalu mengeluarkan senjatanya dari penyimpanan sistem, Ia berjalan menuju keruangan utama, ditemani oleh Diablo yang berada dibelakangnya.


Sebelum penyiksaan terjadi, Alex mengabari seluruh pasukannya untuk berhenti mencari pria tersebut, dan menyuruh mereka untuk kembali, Alex memberitahu jika pria itu sudah ketemu.


"Diablo..., terimakasih." ucap Alex lirih, Diablo yang masih mendengar ucapan Alex meskipun pelan, dengan cepat Diablo menyahutnya, "Ini sudah tugas, dan tanggung jawabku Tuan, anda tak perlu sungkan." Diablo mengatakan hal tersebut dengan anggun.


Setelah sampai diruangan utama, Alex melihat dokter tersebut pingsan diikat oleh tali besi yang kokoh, Alex pun memanggil pelayan menyuruh untuk mengambil seember air untuk membangunkan dokter tersebut.


Seember air pun tiba.


*BYURRRRR...

__ADS_1


"Bagaimana mimpimu?, indah bukan?" tanya Alex dengan senyuman iblis.


__ADS_2