
"Mona suruh asisten pribadiku untuk menyuruh semua karyawan berusaha membuat game dengan menggunakan fitur video reality, kualitas hd, dan juga point sistem kegunaanya apa?" Alex memberikan perintah kepada Mona dan juga bertanya.
"Baiklah tuan, untuk point sistem kegunaanya untuk membeli suatu barang yang berada didalam shop sistem, semuanya tersedia namun beberapa masih ada yang terkunci karna level ku masih belum mencukupi untuk membuka sisanya." jelas Mona karena ia tak pernah membahas point sistem sebelumnya.
Alex yang penasaran akhirnya membuka shop, semuanya terpajang didalam layar hologram, dari mulai senjata, armor, barang berguna lainnya, Alex yang melihat perhiasan terbuat dari diamond bernilai 10.000 PS sampai 1 kuadralliun PS, ia tertarik membeli perhiasan tersebut dengan nilai 20.000 PS dan ingin menjualnya.
Namun Alex yang penasaran bertanya kepada Mona berapa nilai jika dirupiahkan, "Mona berapa harga perhiasan ini?", Mona langsung mencari informasi dengan cepat, "Perhiasan tersebut senilai 500 Trilliun rupiah tuan, karena terbuat dari 100% Berlian." jelas Mona, Alex yang mendengar ucapan Mona berteriak, "APAAAA!!!".
Alex lupa jika sedang dihadapan semua anak buah nya yang sedang berpesta karena kedatangan nya, dari 1000 orang hanya seorang saja yang berani menantang Alex, yaitu tangan kanan Theo, yang bernama Neon.
Alex yang ditantang tersebut hanya meladeni Neon dengan santai, banyak anak buah Theo penasaran dengan kemampuan Alex, namun hanya 5 menit Alex menghabisi Neon, padahal Neon dikenal sebagai sosok seperti tembok tak tertembus, namun untuk Alex biasa saja.
Alex yang sedang berdiri terkejut dengan nominal perhiasan tersebut di lihat oleh semua anak buahnya, banyak yang heran kenapa boss barunya tiba tiba berteriak kencang, padahal tidak ada hal yang membuat semua orang terkaget.
Alex yang sadar jika dirinya sedang ditonton anak buahnya hanya menyengir dan menyuruh untuk melanjutkan pestanya, "Theo ini uang untuk biaya rumah sakit ke 9 anak buahmu, dan juga cari orang lebih banyak kalau bisa seleksi semua orang yang ingin masuk ke dalam kelompok kita, senjataa juga perlu, mulai besok kita akan melakukan perang besar besaran, masalah dana tak usah khawatir kirimkan nomer rekening mu kedalam pesan, aku akan langsung menstranfer uang nya nanti malam." jelas Alex karena ia ingin menyelesaikan misi dadakan tersebut.
Alex langsung pergi tanpa berpamitan, sesudah keluar dari markas nya ia memesan taxi untuk menjual perhiasan yang sudah ia belinya dari toko sistem, 10 menit kemudian taxi yang ia pesan datang, Alex langsung saja memasuki nya.
__ADS_1
"Kemana tuan?" tanya supir taksi tersebut.
"Antarkan saya di toko perhiasan terbesar dikota ini." jawab Alex tanpa basa basi.
"Baik tuan sesuai pesanan anda." ucap supir taksi itu.
Selama 45 menit Alex menunggu, akhirnya toko perhiasan terlihat, suasana yang ramai, dan juga properti yang megah, Alex akhirnya turun dan menyuruh supir taksi tersebut untuk menunggunya, supir taksi itu hanya mengangguk mengiyakan permintaan Alex.
Alex turun dari mobil taksi, lalu masuk menuju toko perhiasan, penjagaan disana sangat ketat, dan juga banyak penjaga sedang berlalu lalang, sambil mengawasi semua orang.
Alex langsung saja masuk tanpa hambatan, dengan langkah mantap ia langsung menuju kekasir dan menanyakan perhiasan yang sedang Alex pegang didalam genggaman nya, karyawan tersebut meminta izin kepada Alex untuk memeriksa lebih lanjut, Alex hanya mengangguk sebagai jawaban, karena ia tak ingin banyak bicara.
15 Menit kemudian hasil informasi dari perhiasan Alex 100% Berlian tepat sekali seperti perkataan Mona, tanpa basa basi Alex langsung saja berkata, "Aku akan menjualnya.", karyawan tersebut terkaget oleh perkataan Alex, "Jika itu bukan hak saya tuan, tapi saya akan memanggil manajer disini." ucap karyawan tersebut.
Karyawan tersebut langsung saja berlari memanggil manajernya karena tak mau pelanggan nya menunggu lagi, dengan cepat manajer tersebut menghadap kepada Alex, "Maaf jika membuat anda menunggu, apakah benar anda akan menjual perhiasan tersebut?" tanya manajer itu memastikan, "Buka harga." sahut Alex.
Manajer tersebut tanpa basa basi langsung berkata, "300 trilliun tuan." ucap manajer itu, Alex yang merasa kurang akhirnya ia menawarkan sebuah kesepakatan, "Bagaimana jika 200 trilliun dan juga 10% saham toko ini, tentu saja setimpal bukan?", "Jika seperti itu mau tuan, saya hanya bisa memanggil pemilik tempat ini karena tugas saya disini hanya mengawasi tidak ingin mengambil keputusan dengan cepat, malam nanti jam 19.00 dia akan kemari." jelas manajer tersebut.
__ADS_1
Alex langsung menyetujui ucapan manajer itu, ia memberikan kartu namanya agar bisa mengabarinya, Alex langsung saja keluar dan supir taksi tersebut dengan setia masih saja menunggu, padahal bayaran yang diberikan Alex belum pasti dan juga belum diberikan.
Alex yang melihat itu ingin menawarkan supir tersebut menjadi supir pribadinya, ia memasuki mobil langsung saja berkata, "jadilah supir pribadiku.", supir itu kaget dari lamunannya karena ia sudah menunggu Alex, "A-apa tuan, anda berkata apa?" tanya supir itu dengan penasaran, Alex yang tak ingin mengulangi perkataanya memberikan kartu namanya dan berkata "Jika dirimu menginginkan sebuah pekerjaan hubungi aku, bayaran akan ku 3x lipatkan dari perusahaanmu." jawab Alex, lalu ia menyuruh supir itu menjalankan mobilnya untuk mengantarkan nya pulang.
30 Meniit kemudian mereka sudah sampai di depan pos perumahan Alex, ia memberikan supir taksi itu bayaran 5 juta via transfer karena sudah bersedia mengantarkan, dan menunggu nya, supir tersebut kaget melihat notifikasi dari ponselnya tiba tiba ada uang 5 juta masuk, ia melihat Alex yang keluar sambil mengotak atik ponselnya dia hanya bisa berterimakasih sebanyak banyaknya.
Waktu sudah menunjukkan petang sekitar jam 17.00, 2 jam lagi Alex melakukan pertemuan dengan pemilik toko perhiasan itu, namun tak pasti akan membelinya atau tidak, tapi Alex hanya bisa berharap, Alex berjalan menuju pos ingin langsung memasuki rumahnya.
Setelah memasuki rumahnya ia langsung siap siap mandi, dan juga memakan sesuatu yang bisa mengenyangkan perutnya, ternyata Aisyah sudah menyiapkan makanan diatas meja dengan secarik kertas, dan juga kartu ATM nya.
...'Jika ingin makan hangatkan dulu makanan ini'...
...*Dari Aisyah untuk Alex*...
Alex yang melihat kertas itu hanya tersenyum, ia langsung saja mandi, setelahnya ia menghangatkan makanan buatan Aisyah itu, tanpa berlama lama setelah menghangatkan makanan nya ia langsung menyantapnya dengan nikmat dan tak lupa bersyukur hari ini.
Selesai makan, ia berganti baju setelah nya ia mengecek ponsel nya, ada 3 pesan tak terbaca, 1 dari manajer, 1 dari taxi driver, 1 lagi dari Chris.
__ADS_1
Alex mengecek satu persatu pesan tersebut, manajer menyuruh Alex datang ke toko perhiasan di jam 18.30, lalu supir taksi tersebut menginginkan sebuah pekerjaan, Alex menjawab pesan itu, dia menyuruh supir tersebut datang kerumah nya besok, dan juga Chris bertanya apakah Alex senggang malam ini, Alex menjawabnya jika malam ini ada janji dan mengajak Chris ikut bersamanya.