
"Tidak usah terburu buru paman." sahut Alex, Diablo hanya diam mendengar ucapan sang ahli waris, "Bagi siapapun yang ingin menantangku, ku persilahkan maju, ataupun ada keraguan silahkan, kalian semua ada hak untuk bertanya jika ada rasa penasaran." teriak Alex.
Para bawahan pemimpin terdahulu saling menggumamkan sesuatu, Diablo yang melihat mereka berbicara pelan sangat kesal, "Jika tidak ada pertanyaan, dan penantang, DIAM!!" ucap Diablo dengan nada tinggi, langsung saja mereka semua terdiam.
Namun ada salah satu bawahan yang mengangkat tangan nya berkeingin bertanya kepada Alex, ia bernama Ronald pasukan assasin paling kejam, brutal, dan berdarah dingin, memiliki postur tubuh yang tegap, gagah, tentu dengan tampang yang garang, namun tampan.
__ADS_1
Alex menoleh kepada Ronald, "Silahkan bertanya." ucap Alex, "Mohon maaf sebelumnya namaku Ronald, apakah anda pewaris pemimpin sebelumnya?, jika memang benar bolehkah saya menguji anda?, agar mereka yakin dengan anda, saya akan mewakili mereka semua." tanya Ronald sekaligus menantang Alex.
Alex mengangguk paham lalu menjawabnya, "Pertanyaan pertama mu aku yakinkan dengan kalung ini." jawab Alex sambil melepaskan kalungnya, "untuk pertanyaan mu yang kedua dengan senang hati aku menerimanya, aku suka dengan keberanian mu Ronald." ucap Alex menjawab sekali lagi, dan mempersilahkan Ronald untuk maju.
"Beri keduanya ruang, MUNDURRR!!!" teriak Diablo, mereka semua langsung membuka barisan untuk membuat lingkaran, mereka semua ingin melihat gaya bertarung Alex, Ronald maju perlahan, sedangkan Alex turun dari panggung aula melalui tangga, setelah keduanya bertemu, Ronald memberikan hormat kepada Alex, "Mohon bimbingannya tuan." ucap Ronald, Alex hanya merespon dengan anggukan pelan, setelah memberikan hormat, Ronald langsung memasang kuda-kuda, sedangkan Alex berdiri diam tak memasang kuda-kuda seperti Ronald.
__ADS_1
Alex mengebaskan tangannya, "Lumayan untuk ukuran pasukan elite." ucap Alex, ia sudah tahu bahwa Ronald adalah pasukan elite assasin di dalam grup ini, karena diberi tahu oleh Diablo, "Baiklah waktunya giliran ku." ucap Alex langsung menerjang kearah Ronald, tanpa mengulur waktu, Alex membalas 1 pukulan Ronald dengan 2 pukulan, Ronald terkejut dengan kecepatan Alex, hanya butuh 1 detik untuk berada didepannya.
2 Pukulan sudah dilayangkan namun Ronald masih bertahan, 1 tertahan namun 1 nya lagi terkena dibagian pelipisnya, darah mulai keluar dari wajah Ronald, dirasa bahwa pemuda didepannya berbahaya, langsung saja Ronald mengucapkan kata, "Saya menyerah, jika dilanjutkan bukan hanya wajah saya yang berdarah, namun nyawa saya bisa saja menghilang.", setelah mengucapkan hal tersebut, Alex langsung berjalan kearah Ronald sambil mengulurkan tangannya, "Baguslah, teruskan latihan mu, aku tahu dirimu sampai mempunyai badan ini dengan latihan yang keras, aku tunggu tantangan mu selanjutnya." ucap Alex.
Ronald tersenyum mendengar ucapan Alex lalu menjabat tangan Alex, "Saya Ronald mengakui bahwa anda adalah pewaris sebenarnya, saya mendengar ucapan anda terimakasih." ucap Ronald, "Yayaya jangan terlalu formal denganku." sahut Alex.
__ADS_1
Ronald hanya mengangguk mengerti, "Apakah diantara kalian semua masih memiliki keraguan?, jika iyaa silahkan ditanyakan." teriak Alex, semuanya terdiam, sambil menoleh ke kanan kiri teman temannya, "Silahkan dilanjut saja tuan." sahut Diablo.
"Baiklah, jika dirasa cukup pertemuan kita selesai sampai disini, semuanya bubar, selamat beraktivitas kembali." teriak Alex, setelah pertemuan selesai, Alex, Diablo, Xorn, dan Theo kembali keruangan awal.