Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem

Pemuda Miskin Yang Memiliki Sistem
Pembantaian! #3


__ADS_3

"aku bisa saja menerobos masuk tanpa diketahui, namun aku lebih suka membunuh mereka terlebih dahulu." ucap Alex menyeringai seperti iblis kejam.


Alex pun membuat senjata nya menjadi 2 pistol, dibarengi oleh peredam suara, agar keberadaan nya tak diketahui oleh para terr*ris tersebut, Alex langsung menjadikan senjatanya sebagai cincin agar mudah Ia ambil, Alex pun melangkah demi selangkah sampai di depan pintu dapur rumah mewah tersebut, Alex ingin menyamar sebagai pelayan, kebeteluan sekali ada seorang pelayan yang keluar dari pintu yang mau Alex lewati, Ia melumpuhkan pelayan tersebut, dan Ia mengganti pakaian nya.


Setelah selesai berganti pakaian, Alex pun masuk kedalam pintu tersebut, terlihat lah dapur yang mewah, banyak koki yang berlalu lalang, suara bersahut sahutan, Alex pun mengambil beberapa makanan untuk Ia kirim ke ruangan para terr*ris tersebut.


[Pilih ruangan paling ujung, disana orang penting berkumpul.] ucap Mona.


Alex pun berangkat, banyak ruangan yang sudah Ia lewati, sampailah Ia di ruangan paling ujung, dan memasuki ruangan tersebut.


*Cklekk...


5 orang didalam sedang mendiskusikan hal yang sangat penting, namun tak ada yang menjaga dipintu depan ruangan, Alex berpikiran jika mereka bodoh.


Pembicaraan mereka berhenti karena ada seseorang yang masuk, ternyata orang tersebut ialah Alex, Ia pun langsung mengeluarkan 2 senjatanya untuk menembaki mereka.


*Jleb..


*Jleb..


*Jleb..

__ADS_1


*Jleb..


Alex menyisakan satu orang saja demi mendapatkan sesuatu seperti informasi, atau hal hal yang penting lainnya.


Alex mendekati pria yang ketakutan tersebut, "Tidak usah takut pria tua, apakah anda mempunyai sebuah informasi?" tanya Alex.


"A-aku tidak tahu." jawab pria tua tersebut.


[Mona mendeteksi jika pria tua itu berbohong.]


"Jangan berbohong kepadaku, apakah aku harus memberikan siksaan?" tanya Alex sambil memberikan ancaman kepada pria tua itu.


Pria tua tersebut tak segera membuka mulutnya, hanya ketakutan, dan banyak sekali keringat didahi nya yang sudah jatuh kelantai.


Setelah mendengar kata tidak membunuhmu, pria tua tersebut akhirnya berbicara, "Nama saya Brook, saya disini hanyalah asisten salah satu dari mereka tuan, saya hanya menemani."


[Tidak ada kebohongan didalamnya.] ucap Mona.


Alex pun menggangguk mengerti, "Baiklah, informasi apa yang anda punya paman Brook?" tanya Alex, "Dirumah ini ada suatu benda yang mungkin aku tidak ketahui, namun bagi mereka berempat itu sangat berharga, dan juga aku tahu keberadaan benda yang tersisa." jawab Brook.


Alex yang mendengar ucapan terakhir Brook pun tergiur, karena bagi Mona itu penting, sepertinya memang Ia harus mendapatkannya.

__ADS_1


"Ada berapa bagian?" tanya Alex.


"Satu disini, dan empat lainnya di kota yang berbeda, namun masih dinegara ini." jelas Brook.


[Misi rahasia terpicu]


Kumpulkan benda tak diketahui : 0/5


Reward : 1 skill acak, 1 gedung perusahaan, 1 pesawat pribadi


Waktu : tak terbatas


[Selamat menyelesaikannya tuan.]


"Baiklah, aku akan membawamu." ucap Alex, Ia menggandeng kepalan tangan Brook, dan menteleportasikan didalam markas pusat, "Pelayan!" teriak Alex, segera para pelayan berkumpul mendengar seseorang memanggil mereka, "Ternyata anda tuan." ucap pemimpin pelayan sambil memberi hormat, "Berikan dia layanan yang baik, dia tamu penting ku." perintah Alex, sedangkan Brook masih linglung karena tiba tiba Ia berpindah tempat dalam sekejap, dan tempat yang Ia injak sekarang sangat berbeda, kemewahan, dan keindahan melekat disekitar nya.


Selesai mengirim Brook kemarkas pusat, Alex berjalan keluar mansion, dan kembali ke titik awal dia teleport, yaitu ruangan pojok bekas Ia membunuh, ternyata Alex merasakan ada beberapa orang diluar, Ia pun bersiap menodongkan kedua pistolnya kearah pintu.


Alex menunggu sebuah moment, yaitu serangan kejutan, 5 menit menunggu mereka belum membuka pintu, setelah dirasa tak ada respon dari dalam, mereka merengsek masuk, dan Alex sudah membuka beberapa tembakan untuk membunuh mereka yang masuk, namun ada seseorang diluar, dan berteriak "ADA SERANGAN!".


Alex pun masih adu tembakan dengan beberapa orang yang masih hidup, Ia mengganti senjata nya menjadi Rifle yaitu M4A1 agar lebih mudah untuk menghabisi musuh.

__ADS_1


Ternyata musuh memiliki jumlah yang sangat banyak, Alex tak merasakan kewalahan, justru Ia bahagia bisa membantai musuh musuhnya, para pelayan, dan semua pekerja langsung bersembunyi setelah mendengar suara tembakan, Alex masih mengenakan pakaian pelayan, tanpa adanya armor sama sekali, polosan, Ia tak khawatir sama sekali jika terkena tembakan, bahkan tak ada satupun peluru yang bersarang dibadan nya, justru musuh nya yang mati mengenaskan, darah muncrat ke tembok tembok ruangan, Alex masih berlindung dari serangan musuh.


__ADS_2