
Keesokan harinya.
Alex terbangun dijam 04.30, Ia langsung melakukan misi harian sistem, setengah jam melakukannya dengan cepat, Alex menyelesaikan misi itu dengan mudah, karena sudah terbiasa, setelah berolahraga sekaligus menyelesaikan misi, Alex menuju kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai membersihkan diri, Ia bingung ingin berganti baju, akhirnya ada sebuah keinginan untuk membeli baju dinegara orang, setelah berpakaian, Alex keluar dari kamarnya, berjalan ke sebuah kamar, lalu mengetok pintu.
*Tok tok tok
"Theo, apakah dirimu sudah bangun?" ucap Alex, berdiri menunggu selama 5 menit Alex berada didepan pintu, setelah 5 menit lagi menunggu masih tak ada respon, akhirnya Alex keluar sendiri, menuruni lantai menggunakan lift, setelah pintu terbuka Alex keluar dari lift menuju pintu keluar, lalu berjalan mencari sebuah toko pakaian, 20 menit melangkah dengan santai sambil celingak celinguk, akhirnya Ia berada didepan toko besar bermerk DIOR, Alex memasuki toko tersebut berkeinginan untuk membeli pakaian.
Namun ia dicegat oleh 2 orang penjaga, "Maaf, gelandangan tak boleh masuk." ucap seorang penjaga itu, Alex yang bingung dengan ucapan penjaga tersebut menunjuk dirinya sendiri, "Iyaa, anda." ucapnya sekali lagi, "Hey...., aku berada disini karena ingin membeli pakaian, jangan halangi aku." jelas Alex ingin menerobos, namun tetap saja Ia dihalangi oleh kedua penjaga tersebut.
"Ayolah, aku tak mau memberikan masalah kepada kalian berdua." ucap Alex, salah satu penjaga tak terima dengan ucapan Alex, akhirnya Ia melakukan dengan paksa untuk mengusir Alex.
Misi baru diperoleh :
[Kalahkan 2 penjaga itu sampai mengerti siapa yang akan dihadapinya]
[Hadiah : 10% Saham DIOR]
[Batas waktu : -]
[Hukuman : Buang air kecil terus menerus selama 30 hari]
Alex melihat layar hologramnya mengeluarkan sebuah misi, "Baiklah jika itu kemauan kalian, aku akan meladeni nya sampai wajah kalian tak berbentuk." ucap Alex, mereka berdua murka dengan ucapan Alex, mereka berdua menghampiri Alex salah satu niat memegangi tubuh Alex, lalu satunya melayangkan tinju, dengan cepat Alex menghindari gerakan kuncian tersebut, dan salah satunya terkena pukulan itu.
__ADS_1
Alex yang menghindar, menendang penjaga yang sudah memukul temannya tersebut, dengan cepat Ia membereskannya karena tak mau menjadi bahan tontonan, 10 menit menghajar keduanya, akhirnya mereka berdua wajahnya tak dikenali, kekuatan Alex sudah banyak meningkat.
"Hey hey berhenti, jika tidak mereka berdua akan meninggal." Teriak seseorang berada dibelakang Alex, Alex yang mendengar ada yang berbicara dibelakangnya menoleh, "Siapa dirimu?" tanya Alex, orang itu dengan cepat meresponnya, "Aku adalah manajer toko ini." jawab nya, Alex mengangguk paham, berjalan perlahan mendekatinya lalu membisikkan sesuatu, "Bereskan mereka berdua, lalu aku hanya ingin membeli baju ditoko ini, aku tak mau ada masalah disini, okay?" ucap Alex lirih dengan sedikit tekanan saat berbicara, sang manajer hanya mengangguk dengan muncul nya keringat keringat didahinya.
Alex akhirnya memasuki toko, lalu memilih baju baju yang ingin ia beli, tak berselang lama Alex membawa 5 baju, 2 hoodie, 10 celana, tak lupa sepatu juga, Alex juga memilihkan untuk Theo 2 pasang pakaian, dan juga 2 sepat, setelah memilih Alex menuju ke kasir.
"Ini saja tuan?" tanya pegawai itu.
"Tentu." jawab Alex singkat.
"Karena didepan tadi diberikan masalah kepada pegawai saya, kita memberikan anda kesan yang tidak enak, kita memberikan diskon 20% kepada anda, mohon diterima." ucap wanita itu, ternyata perempuan didepan Alex adalah pemilik toko cabang DIOR di Italia.
Alex yang bingung, akhirnya mengerti, "Ternyata anda pemilik toko ini, maaf jika sudah memberikan masalah, namun apakah saya terlihat seperti gelandangan?." tanya Alex, wanita didepannya melihat dari bawah keatas, melihat pakaian Alex yang biasa saja memang terlihat seperti gelandangan, namun Ia tak mau menyinggung nya, akhirnya berucap, "Tentu saja tuan, tidak sama sekali.", namun Alex mengetahui nya dari sorot matanya, "Huhh..., lupakan hal ini hitung semuanya." ucap Alex.
Setelah 10 menit menghitung, "Semuanya menjadi 450 juta tuan." ucap wanita pemilik toko tersebut, Alex mengeluarkan black card nya menyerahkan kepada wanita tersebut, wanita itu membelalak kaget karena kartu hitam sedang ditangan pemuda yang tak tahu asal usulnya, wanita tersebut menerimanya dengan pelan, Alex yang sudah tak sabar dengan cepat menarik tangan wanita tersebut, "Cepatlah, jangan membuatku menunggu lagi, hari ini aku hanya niat membeli baju, malah disuguhi dengan masalah, lalu sekarang pelayanan yang lama, untuk diskon itu aku tak menerimanya, berikan kepada pembeli yang lain." gerutu Alex marah.
*Titt
*Pembelian berhasil
Alex langsung menyambar kartunya, dan juga bungkusan pakaian nya, "Sangat buruk, pelayanan di toko besar ini" gumam Alex lirih, namun beberapa orang mendengar gumaman Alex, akhirnya Alex keluar dari toko tersebut langsung menuju hotel yang sedang Ia tempati sekarang.
[Misi berhasil diselesaikan]
"Hadiah sudah diberikan kepada tuan." ucap sistem.
__ADS_1
[Selamat kepada tuan, telah mendapatkan sebuah saham DIOR sebesar 10%, uang dari saham tersebut langsung masuk sebesar 200M, uang sudah masuk kedalam rekening tuan.]
Alex yang berjalan pulang mendengar notifikasi dari Mona tersenyum senang, hanya membereskan 2 keroco mendapatkan keuntungan, tak terasa Ia sudah berada didepan hotel, lalu memasuki hotel tersebut, menaiki lift menuju kelantai 10, pas sekali Theo keluar dari kamarnya.
Theo yang celingak celinguk, melihat bossnya membawa bungkusan ber Merk DIOR, Ia langsung menghampiri sang boss, "Sini boss, aku bawakan." Theo menawarkan diri, Alex langsung memberikannya kepada Theo, "Ikut aku kekamar." ucap Alex, Theo hanya mengangguk mengikuti sang boss memasuki kamar.
"Didalam bungkusan tersebut ada 2 setel pakaian untuk mu, dan juga sepatunya, pakai itu bersiap siaplah, kita akan pergi mencari informasi." ucap Alex, Theo langsung membuka pakaiannya, "Baiklah boss" jawab Theo, lalu Ia keluar dari kamar Alex untuk siap siap, karena tak mau tuan nya menunggu.
Selama 20 menit menunggu, Alex sudah siap dengan pakaian yang sudah Ia beli, ternyata sangat cocok, lalu Theo juga sudah siap dengan pakaian rapinya menuju ke kamar Alex langsung membuka pintu, "Tuan, saya sudah sele-" ucapan Theo berhenti karena melihat tuannya memakai pakaian santai, padahal Ia memakai pakaian rapi.
"Mengapa?, apakah ada yang salah denganku, sampai kau melihat diriku sampai seperti itu?" tanya Alex, Theo hanya berani menggerutu didalam hati, "Katanya mau mencari informasi namun, apa apaan dengan pakaian seperti itu".
Akhirnya mereka berdua turun dari lantai 10, menuju ke lobby, mereka keluar dari hotel memesan taksi, sebelum memesan taksi Alex berbicara kepada sistem.
"Mona carikan aku sebuah tempat untuk mencari informasi." ucap Alex.
[Mencari tempat untuk mendapatkan informasi, sistem sedang memuat, mohon menunggu]
Selama 2 menit berdiri, akhirnya Mona berbicara, "Tempatnya nya sudah berada dimap sistem, tuan hanya melihat saja karena jalan disini namanya sangat rumit, Mona tak mau ribet." ucapnya, Alex hanya menepuk jidatnya pelan, Theo yang melihat tuannya menepuk jidat bingung, "Kenapa boss?" tanya Theo, "Tak apa apa, pesan taksi cepat." sahut Alex.
Setelah menunggu 10 menit, taksi yang mereka pesan datang, Alex masuk terlebih dahulu disusul oleh Theo, "Kita akan kemana pak?" tanya sopir taksi tersebut, lalu Alex memberitahu alamat yang Ia akan tuju, sang sopir langsung mengerti, karena alamat yang diberitahu oleh Alex adalah pasar gelap, atau disebut dunia hitam nya negara, Alex yang tak mengetahui hanya memberikan alamatnya saja tanpa tahu tempat yang akan Ia kunjungi.
Selama perjalan, Alex hanya terbengong, dan juga memikirkan ucapan paman Greg, "Apakah benar ketua tersebut memakai liontin sepertiku?" batin Alex penasaran, Alex hanya menunggu waktunya tiba jika benar, Ia akan tahu asal usul keluarganya selama ini.
Selama 30 Menit berada didalam mobil, akhirnya sampai ketempat yang mereka berdua ingin kunjungi, Alex menyerahkan biaya transportasi, "Tuan tinggal lurus memasuki gang mentok, belok kanan, berikan kode Aku Bukan Pembunuh." ucap sopir tersebut, Alex yang tak mengerti akhirnya bertanya, "Apakah harus seperti itu?", sang Sopir heran dengan penumpanganya, ingin mengunjungi tempat seperti itu malah tak mengerti, "Tentu saja, tempat yang tuan akan kunjungi adalah pasar gelap, harus ada kode untuk masuk, dan aku telah memberitahu." jawab sopir itu, Alex langsung paham, memberikan bonus kepada sang sopir via transfer, "Baiklah saat nya menuju kesana, Theo ayo jangan terlalu berlama lama."
__ADS_1
...****************...
TUNGGU SAJA KESERUAN PETUALANGAN ALEX!!