
1 bulan terlewati dengan cepat, Alex yang saat ini berada di perusahaanya sambil mengamati para bawahannya yang sedang bekerja, dia ingin tahu bagaimana caranya, namun tak ada yang masuk didalam otak Alex.
Akhirnya Alex yang bosan kembali kedalam ruangannya, pengantar makanan yang bernama Jack itu sudah mulai bekerja, ia membantu bawahan Alex yang sedang kesusahan membuat program untuk game barunya, meskipun harus beradaptasi dengan orang baru, Jack melakukannya dengan cepat, hanya 1 hari saja ia sudah mulai terbiasa.
Axel saat ini masih sibuk mengetik didalam ruangannya, ia masih meliti tentang apa kekurangan didalam gamenya, ternyata proses pembuatannya selama 1 minggu ini meningkat menjadi 10%, meskipun bagi Alex sedikit, namun bagi lainnya sudah memuaskan, mereka menganggap permintaan Alex adalah kesulitan, namun bagi para bawahan Alex, perintah tetaplah perintah.
Alex yang bersantai sendiri didalam ruangannya, sambil menyeruput teh buatannya, "Mona." gumam Alex pelan, "Ya tuan?" tanya Mona, Alex yang selama ini tak mengecek statusnya, sekarang ia ingin mengeceknya, "Status."
[Status]
Nama : Alex
Umur : 20 tahun
Pekerjaan : CEO
Kekuatan : 20
Kecepatan : 19
Kecerdasan : 11
Kharisma : 80
Keberuntungan : 15
Point sistem : 100.000
Inventory :
Black card
2 kotak besar special
30 kotak kecil misterius
Shop :
Kekayaan :
__ADS_1
2 Perusahaan
1 Rumah minimalis, dan 2 Mansion mewah
1 Mobil sport, 5 Mobil Rolly royce
1 Motor sport
Uang 900 Trilliun
40% saham Nasa
50% saham Adidas
Melihat statusnya yang sekarang Alex mengangguk puas, sebenarnya Alex masih penasaran dengan isi 2 kotak besar tersebut, ingin rasanya membuka, namun ia menundanya karena Mona tiba tiba memberi misi untuknya.
[Misi baru tersedia]
Misi : Cari tahu informasi paman Greg lebih dalam
Clue : Paman Greg
Reward : 1 kotak besar special
Waktu : 2 hari
Hukuman : Masa depan anda dipotong
__ADS_1
Melihat hukuman dari misinya itu, Alex langsung memegang masa depannya, karena tak mau menunda terlalu lama, Alex langsung menuju kerumah Aisyah, kebetulan Paman Greg adalah tetangganya, hanya kisaran 5 rumah, dari rumahnya sendiri.
Ia keluar dari ruangannya, lalu memasuki lift, dan langsung menekan tombol dilantai pertama, setelah itu ia menelpon Lisa, asisten pribadinya, "Lisa handle semua pekerjaan ku." ucap Alex setelah Lisa mengangkat telepon darinya, sesudah mengatakannya Alex langsung mematikannya.
Alex berjalan ingin keluar dari perusahaanya, ia melewati jalan setapak menuju pintu keluar, menuju tempat parkir, mobil yang ia bawa sekarang adalah miliknya, selama 1 minggu ini Alex melakukan pemindahan markas kelompoknya, dan membuka perusahaan penjagaan/bodyguard, setelah mengambil peringkat nomor 1 dikotanya, nama kelompoknya sudah disegani didunia bawah, sebenarnya Alex juga membuat kekacauan di kota lain, mengancam jika tak tunduk, akan mati.
Banyak kelompok yang dibantainya, Alex ingin menguasai negara kelahirannya dengan cepat, pastinya dengan rencana yang matang, Alex merencanakannya sudah dari jauh jauh hari.
Pasukan yang sekarang menambah menjadi 10.000 ribu pasukan, dan semuanya adalah pasukan terlatih, Theo yang memegang kemimpinan karena perintah Alex, sempat menolak namun Theo tak bisa apa apa, hanya menerimanya dengan pasrah, Alex ingin mengendalikannya dalam bayangan, karena tak mau identitasnya terungkap, lalu Neon menjadi manajer utama didalam perusahaan.
Alex membagi kelompoknya menjadi dua, 5.000 di perusahaan, 5.000 untuk menetap, meskipun hanya 10.000 saja, jangan lupa pasukan yang sudah tunduk kepadanya, ada 20 kelompok yang tunduk kepadanya, jaringan Alex sudah meluas, selain perusahaan keduanya mengambil bidang penjagaan, Alex juga menjual informasi-informasi penting kepada orang-orang penting juga, banyak masalah yang sedang terjadi di negaranya saat ini.
Mulai dari pembantaian, banyaknya penjahat, bandar n*rkoba dimana-mana, sebenarnya Alex bisa saja memerintahkan bawahannya untuk memberantas para kroco-kroco tersebut, namun Alex ingin datang sebagai pahlawan, ia sedang menunggu moment yang tepat saja.
Setelah Alex sampai didepan mobilnya, ia membuka pintu mobilnya, namun ada seseorang menyerang nya dari belakang, Alex yang mendengarkan suara langkah kaki menoleh, ternyata seseorang tersebut sedang mengarahkan pisaunya dikepala Alex, ia yang reflek dengan cepat menghindar.
*CTANGG...
Pisau yang hampir saja menancap dikepala Alex, mengenai mobilnya, dan berbenturan, Alex yang menghindar langsung menendang orang misterius itu, namun musuh Alex yang terkena tendangan langsung bangkit, dan berlari menuju Alex.
Alex yang sudah siap menerima serangan memasang sikap bertahan, niat Alex adalah mengunci pergerakan lawan, namun musuhnya yang sekarang ia hadapi sepertinya kuat, sudah 10 menit lamanya mereka beradu teknik, Alex terlihat biasa saja, tak ada tanda-tanda kelelahan diwajahnya, namun tak tahu ekspresi musuhnya yang sekarang, karena sedang tertutup oleh penutup kepala, Alex yang tak ingin berlama lama membereskannya dengan cepat, setelah mengunci pergerakannya, Alex mengintrogasinya.
"Siapa yang menyuruhmu?" ucap Alex membisik ditelinga pria tersebut, namun bukannya menjawab pria itu diam saja, Alex bertanya sekali lagi, namun tak ada jawaban lagi.
Alex yang sekarang sudah berubah, tak segan-segan membunuh musuhnya dengan kejam, Alex memutar kepala pria itu sampai berbunyi, "KRETAKK!!", sudah tak ada lagi tanda tanda kehidupan dari musuhnya itu.
Alex ingin menghilangkan jejak, namun tempat yang sekarang ia pijak adalah kekuasaanya, ia membuangnya ditong sampah, lalu Alex memberikan pesan kepada Lisa.
"Ada mayat ditong sampah tempat parkiran, bereskan." pesan Alex kepada Lisa.
Alex memasuki mobilnya dengan santai, lalu menuju kerumah Aisyah, 30 menit kemudian ia sudah sampai, setelah itu ia turun dari mobilnya.
Ia berjalan menuju depan pintu rumah Aisyah, dan mulai mengetuknya.
*Tokkk
*Tokkkk
*Tokkkkk
"Iyaa sebentar." suara didalam rumah.
*Krekk....
"Ohh ternyata nak Alex, mari masuk, kebetulan ibu masak, makan disini ya?" ucap ibu Santi setelah membukakan pintu untuknya, sebenarnya Alex ingin menolak nya, karena sungkan Alex hanya mengangguk pelan sebagai jawaban, Lalu ia masuk, dan bertanya, "Dimana paman Greg, ibu?", "Ohh dia sedang dikebun belakang." jawab ibu Santi yang sibuk dengan masakannya.
Karena Alex sering mengunjungi rumah Aisyah, ia sudah tahu tata letak rumah Aisyah, Alex berjalan menuju ke taman belakang, ternyata paman Greg sedang bersantai sambil memberi makanan burung peliharaan nya.
Paman Greg yang sibuk memberi makan, tak sadar jika Alex sudah berada disebelahnya, mungkin karena sudah tua insting sang pembunuh bayaran hebat mulai tumpul, "Woahhh!, kau mengagetkan ku saja." teriak Greg, Alex tertawa, dan menyahuti, "Tuan pembunuh hebat ternyata bisa kaget.", Greg yang mendengar sahutan Alex ekspresinya menjadi serius.
"Darimana dirimu tahu?" tanya Greg sambil menyelidik.
"Santai paman, aku tahu dari pemilik Nusa Hospital, dan juga ibu." jawab Alex santai.
Memang benar Alex sering berkunjung kerumah Aisyah, namun ia tak pernah membahas hal itu, karrena sekarang Alex berbicara empat mata bersama paman Greg, ia berani membahasnya.
"Sebenarnya karena apa paman bisa menjadi pembunuh bayaran?, dan juga bagaimana bisa tunduk oleh sebuah keluarga?" tanya Alex penasaran.
"Sebenarnya-
__ADS_1