Penakhluk Hati Sang Cupu

Penakhluk Hati Sang Cupu
Pindah


__ADS_3

London


"Iya bun, Alisa akan pulang ke indonesia secepatnya. Dan akan mengurus surat Pindah Alisa di sini"


"........."


"Apapun untuk bunda, Akan Alisa lakukan"


"...."


"Bye Bun. Too"


Pip. Alisa mematikan sambungan telfonnya.


"Huhh. Besok aku pulang ke indonesia, Rasanya malas sekali!" Keluh Alisa.


"Sayang,,,, kamu yakin bakal sekolah di sana?. Bukannya kamu sudah nyaman di sini" Tanya Sang Granma pada Alisa yang sedang meringkuk di kursi.


Alisa mendongak, menatap Granma dengan sendu. "Tapi Ma? Alisa tidak akan bisa menolak permintaan Bunda!. Karena Alisa tidak akan sanggup, menyakiti bunda untuk kesekian kalinya?" Tak terasa Gelinang air mata bertumpuk di kedua kelopak Mata Alisa.


Granma mengusap lembut punggung Alisa dan segera memeluknya hangat. Sangat terasa bukan! kalau Granmanya pun tak ingin jauh darinya.


"Maafin Alisa Ma!! Alisa tidak bisa tinggal di sini lagi" Ucap Alisa sambil menangis sesegukan. "Tapi,,,,Alisa janji. Seminggu sekali Alisa akan menjenguk Granma" Sambungnya dengan mencium pipi mulus Granmanya yang sudah banyak garis-garis halus.


Granma mengelus Rambut hitam kecokelatan Milik Alisa. "Iya,,,, Granma percaya sama Alice"


Alice adalah panggilan Khusus Alisa di London. Ketika di rumah atau di Indonesia ia akan di panggil Alisa, seperti biasa.

__ADS_1


.........


Indonesia


"Kenapa kamu suruh Alisa tinggal di sini sayang!!" Murka Vicky Dennis Damara, CEO Damara Grup Company.


"Aku ingin Alisa tinggal bersama kita Ky. Aku hanya ingin dia di sini bersamaku!!" Balas Andini Cantika. Bunda Alisa.


"Tapi dia sudah bahagia di sana sayang. Aku bisa melihat dari raut wajahnya saat aku berkunjung" Kata Vicky sambil mengusap wajahnya kasar.


Dini mendekati suaminya yang sedang di landa kemarahan. Ia memeluk tubuh suaminya dari belakang dengan lembut.


Dini menangis sesegukan di punggung suaminya, sehingga membuat kemeja yang di pakainya basah terkena air mata.


"Hiks hiks... Maafin aku, karena aku tidak meminta persetujuan kamu terlebih dahulu!!. Aku tau, pasti kamu sangat kecewa padaku Ky. Maafin aku" Tangis Dini semakin pecah, ketika Vicky melepas pelukan itu dengan kasar dan pergi kamar mandi.


Tubuh Dini mendadak lemas, ia terduduk di lantai. Baru kali ini ia melihat penolakan suaminya, dan juga ini pertama kali Vicky Membentak dirinya. Sebelumnya! Dini selalu di perlakukan lembut oleh Vicky, saat marah pun Vicky selalu sabar menghadapi nya. Tetapi tidak kali ini, Vicky benar-benar marah dengannya.


Dini terlalu sedih sampai-sampai ia tak sadar kalau Vicky sudah keluar dari kamar Mandi.


Vicky menuju wall in Closet, untuk memakai pakaiannya. Setelah selesai pun, ia masih melihat istrinya yang diam tak bergeming di lantai sambil menundukkan kepalanya.


"Sayang!!" Panggil Vicky perlahan di telinga Dini.


Dini segera mencari sumber suara itu dengan cepat. Ia menatap Vicky dengan penyesalan.


"Maaf!" Ucapnya tak bertenaga. Tiba-tiba tubuhnya tak terkendali. Ia pingsan di pelukan Vicky Suaminya.

__ADS_1


"Din... dini... Bangun!!" Pekik Vicky menepuk pelan pipi Dini.


"Farhan..... Panggil dokter keluarga sekarang!!!! "Teriak Vicky menggema di luar ruangan.


.........


"Eh gue denger dari gosip yang lagi anget angetnya ni. Bakal ada anak baru, katanya sih cantik, dari London lagi!!" Ucap Salah satu Siswi centil bernama Sasha Celina, yang sedang bersama dengan teman satu Genk nya.


"Ahahah, Berarti? lo bakal kalah cantik, sama tu anak Bule??" Jawab Temannya Mengejek Sasha.


"Kurang *jar lu Fris!!, kecantikan gue gak akan pernah tertandingi tau!!" Kata Sasha dengan Pedenya.


Temannya yang bernama Friska Sisilia, hanya mengangkat kedua alisnya bersamaan dengan malas.


"Eh Cupu!!" Panggil Sasha pada seseorang yang berpenampilan Cupu dengan kacamata tebal yang bertengger di hidungnya.


Orang yang bernama Aprilian Bima itu hanya menatapnya sekilas. Dan langsung menatap buku nya kembali.


"Huh, ganteng aja kagak. Sok jual mahal!" Sasha menyindir Bima. Tetapi Bima hanya diam tak bergeming dan sesekali membuka lembaran baru di bukunya.


"Hahahah, Makanya gak usah di ajak ngomong. Dah tau, kalau pacarnya si Bima itu Buku. Masih di ajak ngomong. Gak ngaruh Sasha!" Friska tertawa terbahak bahak.


"Dasar lu. Temen se Genk lucnutt!!" Umpat Sasha dan pergi meninggalkan Friska.


"Eh eh. Tunggu Sa!" Panggil Friska berlari menghampiri Sasha yang sudah jauh.


'Dasar Gila!' Ucap Bima dalam hati.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak. Di Novel baru Author Penakhluk hati sang cupu ๐Ÿ˜‰


__ADS_2