
Byurr....Sesuatu terjebur ke dalam empang kosong milik sekolah, rencana nya empang itu akan di budi dayakan ikan Emas oleh pak Kepsek Purnomo Dui Sujito.
Alisa dan Riki serentak mengamati empang itu dan celingukan mencari sumber suara.
"Ah sial" Ucap seseorang di bawah.
Riki berjongkok dan mengamati wajah orang itu dengan heran. "Lo ngapain jeburan di empang siang bolong gini?" tanya Riki tanpa beban.
Orang itu mendengus kesal. "Lo pikir gue sengaja masuk sini,! bodoh banget dong gue kalau begitu!!" Celetuk orang itu memandang Riki sinis sambil memegang baju seragam nya yang basah kuyup.
"Kenapa Bang??" tanya Alisa menghampiri Riki, karena Alisa tak melihat kalau ada orang yang masuk ke dalam empang.
"Ini lo......ada buaya nyari air, jadinya terpaksa deh nyebur ke empang sekolah" Ujar Riki membuat orang itu memelototi Riki dengan tatapan Mengajak perang.
Alisa mendadak kepo, Apakah beneran ada buaya di sini. Setahu Alisa buaya itu ada di muara atau Sungai, bukan di Empang.
Ia perlahan-lahan menghampiri Riki yang masih setia berjongkok. Setelah sampai ia ikutan berjongkok di sebelah Riki, tetapi sebelum itu terjadi?, Riki segera mencegahnya.
Riki menarik tubuh Alisa agar berdiri. "Jangan berjongkok Ade cantik!. Di bawah ada orang, jangan sampai orang itu melihat sesuatu dari bawah!" Peringat Riki membuat Alisa mengangguk.
Orang yang berada di bawah itu langsung memperlihatkan dirinya, karena ia juga merasa kepo, siapa saja orang-orang yang berada di atas.
"Loh, Brayen!!!" Pekik Alisa terkejut ketika mengetahui kalau Brayen yang terjatuh ke dalam air empang yang setara dengan pinggangnya.
"Lice,,,,ngapain lo di sini?" tanya Brayen.
"Aku sedang mencari katak? Di suruh Bu Rose" Ucap Alisa.
"Buat apa?"
"Untuk di kubur hidup-hidup!" Balas Alisa polos.
"Kamu kenal sama dia De?" tanya Riki menyela Brayen yang hendak mengeluarkan kata-kata.
"Iya Bang, dia Sahabat aku" Jelas Alisa. Riki tak percaya, mana mungkin Alisa punya teman seburuk Ini. Walau dia akui dari tampangnya terlihat tampan, tetapi sikapnya tak sebaik rupanya. Karena di catatan guru, Riki melihat banyak cacatan di buku Jurnal Ruang BK bertulisan Nama Brayen Bagus Pradita di sana.
"Nama lengkapnya Brayen Bagus Pradita" tanya Riki. Alisa mengangguk meng'iyakan tuturan Riki.
"Wahahahah" Entah dari mana datangnya Randy, tiba-tiba ia sudah berada di samping Alisa dan Riki.
__ADS_1
Alisa terkejut bukan main, melihat kedatangan Randy seperti Jaliangkung, yang datangnya tidak di undang.
"Randy ngapain di sini!" tanya Alisa.
Randy menoleh ke Arah Alisa, dengan gemas ia mencubit pipi Mulus Alisa dengan jarinya.
Riki melotot tak percaya, mau maunya saja Alisa di cubit oleh kakak kelasnya itu.
"Kamu lihat dia Alisa,,,,(menunjuk Brayen) Sangat Bodoh. Bukannya lari ke tempat lain, malah nyebur ke empang hahahaha" Gelak Tawa Randy mengundang kemarahan Brayen.
Dengan Cepat Brayen menarik sebelah kaki Randy, hingga Randy juga akan masuk ke dalam empang itu.
Terjadilah tarik menarik di antara dua beo. "Lepaskan bodoh!!!, gue jatoh nanti" Pekik Randy berusaha menahan badannya agar tidak masuk ke dalam Empang.
"Bodo amat,,, Lo harus masuk Pokoknya." Dengan sekuat tenaga Brayen menarik kaki Randy.
Sedangkan Alisa dan Riki berusaha mencari asal dari suara katak yang baru saja terdengar di telinga mereka.
Krokok Krokok Krokok.....begitulah bunyinya.
Dan Plung....
Katak itu masuk ke dalam empang bersamaan dengan Randy yang terjebur ke dalam empang.
"Awas lo Bray!!!! Baju gue basah kan" Ucap Randy sambil berdiri dan berusaha menonjok pipi kanan Brayen. Brayen tak tinggal diam, ia juga berusaha menghindar dan membalas Gerakan Randy yang terhalang air.
"Stoopp...Dari pada main Boxing (tinju) di dalam air. Lebih baik kalian menangkap Katak yang berada di sana" Tunjuk Alisa pada Katak kecil berukuran segenggam tangan. Yang berjarak tidak terlalu jauh dari Dua Beo.
Dua beo melihat katak yang tengah berenang kesana kemari, seperti tak perduli dengan keberadaan mereka.
Mereka berdua berancang-ancang, mengambil posisi yang tepat untuk menangkap. Lalu Riki memberikan Alat saring untuk mereka berdua pakai.
Dengan semangat empat lima, mereka mengejar katak yang sedang berenang sambil meloncat-loncat di dalam air kesana kemari.
Terlihat gaya berenang katak lebih hebat dari Pada kedua Beo, buktinya katak itu masih setia meloncat, tanpa tertangkap oleh keduanya.
"Capek Lice....Susah nangkapnya" Adu Randy.
"Aih sia-sia, lihatlah ๐ Kataknya saja masih kuat berenang, kalian sudah mau tepar.... berarti kalian jahat, kalian tega melihat Alisa di hukum oleh bu Rose!" Ucap Alisa seraya menitikkan Air mata. Riki mengelus lembut kepala Alisa agar merasa tenang.
__ADS_1
Karena tak tega, akhirnya mereka berusaha sekali lagi untuk menangkap. Tetapi tiba-tiba saja katak itu naik kepermukaan, membuat kedua Beo sulit menangkapnya.
Dan hap..... Seseorang menangkap katak itu dengan toples kecil dan menutupnya hingga rapat.
Alisa dan Riki melihat Dua beo yang sedang memandang sesuatu pun, langsung ikut melihat apa yang sedang di lihat dua beo.
Disana terlihat Bima cupu sedang memegang toples beling berisi katak yang tadi berenang di empang......
Alisa segera mengampiri Bima. "Bima!!" Ucapnya ketika berada di dekat Bima.
Bima menoleh dan menatap datar pada Alisa.
"Bim,,,, boleh tidak kataknya buat aku saja" Pinta Alisa menunjukkan Tatapan memohon yang sangat imuttt....siapapun yang melihat pasti ingin mencubit gemas hidung Alisa. Tetapi tidak dengan Bima.
Bima melihat toplesnya yang berisi katak. "Buat apa?" tanya Bima sedikit penasaran.
Dengan cepat Alisa menjawab. "Untuk di kubur hidup-hidup, please Bim....Kamu tahu kan betapa Garangnya Bu Rose,,,,Bu Rose yang meminta...Bukan apa-apa, tapi kalau aku tidak menguburnya nanti aku akan di hukum oleh beliau". Jelas Alisa seraya berlutut di hadapan Bima.
Riki tak tinggal diam, ia langsung memegang dan menarik pundak Alisa agar berdiri.
"Ade!!!jangan terlalu berlebihan seperti ini, kita bisa mencari yang lain, kalau orang Cupu Kaya dia, tidak mau memberikan katak ini untuk kita!!". menatap tajam ke arah Bima. Tetapi yang di tatap hanya Diam menunggu kelanjutan drama di depannya.
'Aish, Bang Riki mengganggu saja. Ini kan biar Bima makin kasian sama aku, kalau begini nanti Bima makin cuek sama aku'batin Alisa mendengus kesal.
Dua Beo hanya mengamati dengan Cengo dari jauh.
"Saya hanya membutuhkan jawaban, saya hanya berniat membantu kalian. Saya melihat mereka berdua kesusahan menangkap seekor katak. karena tidak ada yang nembantu, So....saya langsung menangkapnya, walau saya membutuhkan katak itu untuk percobaan di LAB. Tapi ini kan milik kalian, jadi... saya akan memberikan ini untuk mu!" Jelas Bima. Jujur baru kali ini mereka berempat melihat Bima berbicara banyak.
Bima memberikan katak itu Pada Alisa dan berlalu pergi meninggalkan keempatnya.
'Bima baik banget, pengertian!' Di dalam hati Alisa menuji Bima.
"Thanks untuk Dua beo dan Katak" Ucap Alisa berterimakasih sambil berlari ke arah tanah kosong sambil menarik Riki. Meninggalkan kedua Beo yang kesusahan keluar dari Empang yang termasuk dalam itu.
Tetapi Diam-diam Bima menolong mereka berdua Tanpa sepengetahuan Alisa.
.
Dan mereka berdua mengubur katak itu hidup-hidup. Saat mau mengubur, Alisa sempat berfoto pada katak itu sebagai bukti, Riki hanya geleng-geleng kepala seraya tersenyum.
__ADS_1
Dan setelah itu Alisa memesan Bucket bunga sebagai permintaan Maaf pada Sang Katak, karena sudah menguburnya, walau belum Koid.
Bersambung...