
Cklek. Vicky membuka knop pintu kamar Alisa dengan perlahan.
"Hmm....Anak gadis, jam segini belum bangun. Sudah mau maghrib pula" Gerutu Vicky pelan.
"Lis,,, Alisa. Bangun sayang, jangan kebo. Sekarang bundamu belum bisa membangunkan mu. Jadi, mau tidak mau Papi harus turun tangan, dan merendahkan harga diri papi denganmu. Ayo bangunn!!!" Curhat Papi Vicky. Percuma papi, Alisa tidak akan dengar curhatanmu.
"umm" Alisa mengulet kecil karena merasa terusik.
"Hadeuhhhhh. Jurus apa yang istriku lakukan, Sehingga dia bisa bangun dengan cepat!!" Vicky bingung ingin melakukan cara apa lagi. Karena jujur ia pun jarang membangunkan anaknya itu, eh malahan tidak pernah sepertinya.
Vicky menemukan sesuatu yang sepertinya bisa membuat Alisa bangun. Ia mengambil Air putih di atas meja kamar Alisa.
Menumpahkan sedikit air Itu di genggaman tangannya, dan memercikkan air itu tepat di wajah Cantik Alisa yang alami itu.
Alisa mengerjapkan matanya ketika merasa ada yang menetes dan terasa dingin dingin di wajahnya. "Hwaa hujaan" Alisa langsung berdiri dan berlari-lari di dalam kamarnya.
Papi Vicky menutup mulutnya menahan tawa.
"Eh, kok tidak ada yang menetes lagi?" tanya Alisa linglung.
"Kamu ngapain sayang, lari-larian gitu?" tanya Papi Vicky berpura-pura polos.
Alisa menatap wajah papinya dengan intens. Ia menaruh curiga kepada papinya itu, mengapa papinya itu bisa di sini, Hmmm, sepertinya ada yang tidak beres. Pikir Alisa.
"Papi, yang ngapain di kamar Alisa!" tanya Alisa kembali. Ia mendekati papinya yang terlihat gugup dengan mimik wajah seperti siap menerkam seekor singa.
Papi Vicky sekarang terlihat seperti maling yang tertangkap basah oleh polisi. Keringat dingin bercucuran di pelipisnya.
"pa-papi cuma...."Belum selesai Vicky beralasan.
Bunda Andini sudah berteriak memanggil Alisa dan Papi Vicky untuk makan malam bersama. Itu adalah kegiatan rutin keluarga mereka.
Makan malam sebelum Maghrib, memang sedikit aneh si. tapi itu semua demi menjaga pola makan yang tepat, karena kalau makan kemalaman akan membuat tubuh tidak seimbang/gemuk.
"Iya Bun" balas Papi Vicky mengalihkan perhatian Alisa.
__ADS_1
"Papi ke bawah. Jangan lupa mandi dan dandan yang cantik, Baru turun ke bawah" Jelas Papi Vicky, dan buru-buru keluar dari kamar mengerikan milik Alisa.
'Aneh'pikir Alisa.
Tanpa berfikir panjang, Alisa segera melakukan ritual mandinya dengan cepat.
15 menit kemudian
Alisa dengan terburu-buru memakai pakaiannya dan segera turun ke bawah. Tanpa make up ya, ingat!! tanpa make up.
Alisa menuruni anak tangga, ia melihat semua pembantu rumahnya yang juga sedang menatapnya kagum. Entah apa yang mereka kagumi, tentang pakaiannya atau wajahnya atau apalah itu.
'Wah nona muda semakin hari, semakin cantik'batin supir pribadi keluarga Alisa, yang bernama Jajang.
"Sayang!! Kamu semakin cantik. Memang benar kata Granma, kalau anak bunda ini terlihat seperti anak kuliahan" Puji Bunda Dini.
Alisa yang di puji seperti itu oleh bundanya, rasanya seperti melayang ke udara.
"Aduh bunda,,, Alisa melayang nanti" Alisa memeragakan gerakan lebay ingin pingsan seperti artis korea yang suka ia tonton.
Sedangkan Papi Vicky masih diam dan selalu siap siaga tanpa lengah, melihat tingkah lalu Alisa yang terkesan biasa biasa saja. Atau ia sudah lupa ya. Semoga sudah lupa. Itulah Harapan Papi Vicky sekarang.
Bunda Dini melayani suami dan anaknya dengan baik. Setelah selesai makan, mereka pun melakukan sholat Maghrib berjamaah.
Setelah selesai sholat, Alisa memoles sedikit liptin berpadu dengan lipstik yang ia bawa dari London. Dan segera masuk ke dalam mobil papinya, menuju rumah Amelia.
.........
"Permisi???" Papi Vicky memencet bel.
"Iya sebentar" Balas seseorang di balik pintu.
Cklek, pintu terbuka memperlihatkan seorang pria paruh baya dengan baju rumahannya.
__ADS_1
"Ah, pak Vicky Dennis. Silahkan masuk pak, dan.....".
"Ini anak saya, Alisa. Masa bapak lupa dengan anak saya yang cantik ini" Ucap Papi Vicky membuat Alisa malu.
"Ohh Alisa, Om kira siapa, habisnya makin cantik" Puji Pak Arthur (papah Amelia).
"Makasih om" balas Alisa tersenyum manis.
"Ayo masuk dulu pak Vicky, Alisa" Arthur mempersilahkan teman kulianya dan teman anaknya masuk ke dalam rumahnya.
.........
"Yaampun, Aku senang sekali kamu bisa sekolah di sini lagi" Ucap Amelia girang sambil memeluk Alisa.
"Aku juga bahagia, kalau kamu juga ikut bahagia Lia" Balas Alisa kembali memeluk Amelia.
Mereka melepas pelukannya. "Owh iya. Kapan kamu mulai ke sekolah??" tanya Lia.
"Hm. Sepertinya mulai besok aku akan bersekolah" jawab Alisa dengan wajah yang sedikit suram.
"Apakah kamu tidak suka bersekolah di sini??" tanya Lia untuk kedua kalinya.
"Aku berada di titik tengah Lia. So??I can't move anywhere" ( Aku tidak bisa bergerak kemanapun)
"Sabar ya. Aku yakin kebahagiaan kamu ada di sini Alice, bukan di inggris. Entah sejak kapan aku selaku berfikir seperti itu denganmu" Jelas Lia.
Alisa tersenyum. "Makasih atas dukungan mu Lia. Kamu semakin cantik" Puji Alisa.
"Harusnya aku yang berbicara seperti itu padamu Alice" Amelia tertawa renyah.
Mereka berdua adalah sahabat yang selalu ada saat susah dan senang. Selama ini mereka selalu melakukan komunikasi jarak jauh.
Karena itu saat bertemu, mereka sangat senang. Karena setelah sekian lama mereka bisa berkumpul kembali. Bukan hanya Amelia, Banyak teman lama Alisa. Mereka adalah sekumpulan Genk, tapi Genk itu tersembunyi. Sehingga Papi Garangnya pun tidak mengetahuinya.
Kira-kira 3 anak cowok dan 3 anak cewek tak terkecuali Amelia dan Alisa. Genk mereka biasa di sebut Squad CoCeKe atau artinya Kumpulan cowok cewek Keren.
__ADS_1
Hahah Author gak pinter ngarang ๐
Bersambung!!