
Tingg...tingg... tingg. Suara bel upacara berbunyi.
"Yah udah bel aja. Ayo kita berbaris" Leo Refleks menarik pergelangan tangan Alisa dengan lembut.
Ketika Leo hendak menarik Alisa lebih jauh lagi, Alisa menghentikan pergerakan Leo.
"Ehh.." Leo terkejut dan menoleh ke arah Alisa yang menatapnya dengan cemberut. Langsung saja Leo melepas genggaman nya di pergelangan tangan Alisa.
"Ish Leo mah, narik narik sembarangan!!" Mode ngambek ke Leo on.
"Yah jangan marah dong Lice" Leo berusaha membujuk Alisa yang sekarang tengah mengerucutkan bibirnya hingga lima centi.
"Kalian asik pacaran aja terus, nanti di tegur kepsek nyahok kalian!" peringatan Amelia.
Alisa pun masih setia dengan ngambeknya dan berjalan mengikuti teman temannya, sampai-sampai ia lupa, kalau di sini sekarang ia adalah murid baru.
.........
"Kemana anak Pindahan itu, Kenapa belum sampai juga sekarang!" Bingung pak kepsek.
tok.. tok.. tok
"Permisi pak!!" Seseorang mengetuk pintu ruangan kepsek dengan sopan.
"Iya masuk!" jawab pak kepsek.
Cklek. Pintu pun terbuka, memperlihatkan seorang Siswi cantik berpakaian seragam Inggris. Yang tak lain adalah Alisa Cantika Damara.
__ADS_1
Alisa menundukkan kepalanya sopan. "Maaf pak, saya terlambat masuk ke ruangan bapak. Karena ada sedikit yang harus saya persiapkan". jelas Alisa dengan sedikit berbohong. Karena sangat tidak mungkin Alisa mengatakan bahwa ia lupa, kalau dia murid baru di sini. Bahkan tadi, ia hampir berbaris bersama Amelia. Huh,,,,Alisa mah asik sendiri.
"Saya fikir, tadi kamu tidak akan datang. Apakah kamu Alisa Cantika dengan marga Damara?" tanya Pak Kepsek menyelidiki.
Alisa menatap Pak Kepsek dengan redup "Maaf pak, tapi sangat mustahil kalau saya tidak datang. Apa lagi, semuanya sudah saya urus dari awal." jelas Alisa.
"Bapak benar. Saya adalah Alisa Cantika Damara, anak kandung Pak Vicky Dennis Damara CEO Damara Grup Company" sambungnya menyebut nama lengkap Papi Vicky sekaliagus gelar papinya.
"Baik-baik, kamu sangat cerdas nak. Seperti Ayahmu. Dan juga sangat cantik, Pasti kamu akan menjadi Bunga sekolah Ini. Saya harap, kamu akan belajar di sini dengan baik. Karena saya sebelumnya melihat, kamu masuk sekolah ternama di Kota London" Pak Kepsek menjelaskan latar belakang Alisa.
Alisa tersenyum dan menjawab. "Terimakasih atas pujiannya pak, saya sangat senang. Bapak tenang saja, walaupun saya bersekolah di sini,saya tetap akan belajar dengan giat dan rajin. " Jawab Alisa dengan mantab. Membuat pak kepsek, tidak ragu lagi dengan Alisa.
"Yasudah sekarang kamu masuk ke kelas Xa. Nanti sebelum pulang kamu bisa ambil seragam nya di koperasi sekolah" terang Pak kepsek.
"Baik pak. Kalau begitu Alisa pamit mau ke kelas. Permisi pak!" pamit Alisa pada guru sekaligus Kepseknya itu.
'Alah alah, sadar diri aja dulu, baru ngayal. Pabriknya saja tak sebagus itu, mana mungkin to hasilnya bisa sesempurna itu'. Pak purnomo menggelengkan kepalanya kuat, untuk menghilangkan pikirannya yang sudah berkeliaran kemana mana.
.........
"Permisi Bu??" Ucap Alisa menongolkan kepalanya di pintu agar terlihat oleh bu guru cantik yang bernama Miranti itu, guru mapel Ilmu pengetahuan Alam.
"Kamu Alisa Cantika Bukan??" tanya bu Miranti.
"iya bu,,Saya Alisa Cantika D." Jawab Alisa sengaja tidak menyebutkan marga keluarganya. Karena itu adalah hal yang sangat Privat.
"Baik. Ayo masuk, dan perkenalan Diri" Ucap Bu Miranti dengan Santai.
__ADS_1
Berbeda dengan Alisa yang terlihat sangat gugup dan malu. Karena, baru pertama kali bertemu dengan teman temannya yang berasal asli dari Indonesia.
"Ha-hai. Kenalin Nama Sa-saya Alice... Eh, Alisa Cantika, biasa di panggil Alisa. Saya mu-murid pindahan dari SMA bla bla bla Di london. Semoga kita bisa menjadi teman baik". Alisa memperkenalkan Diri.
"Tenang aja cantik. Abang ganteng ini akan selalu menjadi teman baik, ade Cantik kok". Ucap Seorang Cowok dengan rambut hitam yang sedikit berantakan, dan wajahnya yang manis karena lesung pipinya yang dalam ketika tersenyum. Ia bernama Riki Febian, Cowok playboy cap tengil. Itu lah julukannya.
"Terimakasih Atas bantuannya" Alisa tersenyum simpul pada Riki.
"Aduh De. Abang gak kuat liat senyummu yang begitu mempesona!" Ujar Riki sambil memperagakan orang yang sakit jantung. Seisi kelas menetertawakan kelakuan Riki.
"Sudah cukup Iki, Jangan berulah lagi kali ini!" tegur bu Miranti.
"Alisa, lebih baik kamu duduk di samping Reza saja." Ujar Bu Miranti menunjuk Kursi kosong Di sebelah Cwok bernama Reza Pradita.
"Yah,,,, kenapa gak di sebelah Riki saja bu Ranti!!" Riki bernegosasi dengan bu Miranti, agar Alisa bisa duduk di sampingnya.
"Sutt diamlah. Kamu selalu membuat ibu Pusing Riki. Ibu hanya mencegah keributan!" ucap Bu Miranti sambil memijit pelipisnya pelan. Ia sangat stres menghadapi anak muridnya yang satu itu. Yang selalu bisa menjawab ucapannya.
"Ibu Mi.... Ranti,,,,,,Please. Riki janji deh, kalau Ade cantik itu duduk di sebelah Riki. Riki bakalan diam. Dan tak bersuara, kecuali di suruh. Please Buuu". Riki bersujud di hadapan Bu Miranti. Membuat seisi kelas bingung. Tumben Riki sampai bersujud seperti itu.
"Bangun Riki. Jangan begitu juga dong. Yasudah!! Alisa, kamu pindah duduk di sebelah Riki ya. Dan Riki ingat janji kamu barusan!!" Baru saja Alisa duduk, ia langsung berdiri lagi dan berpindah tempat di sebelah Riki.
"Makasih bu" Ucap Riki mengecup singkat punggung tangan bu Miranti. Bu Miranti hanya geleng-geleng kepala.
"Oke. Kita lanjut!" Ucap Bu Miranti memulai pelajaran.
Mereka pun mendengarkan penjelasan Bu Miranti dengan baik.
__ADS_1
Bersambung...