Penakhluk Hati Sang Cupu

Penakhluk Hati Sang Cupu
Kemarahan sekejap


__ADS_3

"Alisa!!!" Teriak Vicky menyebut nama Alisa.


Alisa dan Mara mencari sumber suara itu, untung saja Granpanya Belum pulang dari kantor, jadi tidak akan ada perang dunia ke tiga.


Gadis itu berlari menginggalkan Granmanya, ia berniat menghentikan Suara Papinya yang membuat heboh satu Manison besar milik Mara dan Damar.


Damar...... Adalah Mantan CEO Damara Grup, yang tak lain adalah ayah dari Vicky Dennis Damara. Ia masih termasuk Direktur Perusahaan Damara Grup Company yang berada di London, sisanya Vicky yang mengambil Alih.


Melihat Papinya marah,,, Alisa segera datang dan menatap Redup pada Papinya itu.


"Papi kenapa Teriak-teriak begitu,,,, Ini Manison Pih.... Bukan kandang harimau!" Jelas Alisa, Membuat Kemarahan Vicky bertambah berkali kali lipat.


"Kamu kenapa Terbang sendiri lagi hah!!!, Papi kecewa sama kamu.....Kamu selalu melanggar peraturan Papi....Apakah perintah papi Tidak ada harganya bagimu?!!!" Bentak Vicky. Selama ini ia selalu bersabar dengan Langgaran yang Alisa lakukan. Tapi kali ini sudah sangat keterlaluan. Ia tidak bisa di maafkan.


Alisa menunduk,,, tak berani menatap wajah Vicky yang tersulut emosi. Ia tahu di mana letak kesalahan nya, Tetapi,,,, apakah salah? khawatir dengan Granmanya sendiri!!!.


"Sudahlah sayang,,,, jangan bentak Alisa seperti ini. Bicaralah dengan baik-baik" Dini Mengelus Lengan Vicky yang sekarang terlihat sedikit tenang.


"Mengapa kamu diam saja dari tadi....apakah kamu melihat Papi Sebagai patung yang tengah berdiri!".

__ADS_1


Alisa masih berusaha tenang, ia tak mau Api bertemu dengan Api. Karena kalau sudah bertemu tidak akan bisa padam sampai kapan pun.


"Maafkan Alisa Pih,,,, Bukan Alisa tidak menghormati Papi. Alisa hanya Khawatir dengan Granma Mara,,,, Granma bilang kalau dia sakit, karena sangat rindu dengan Alisa. Karena sangat panik, Alisa melupakan segalanya dan langsung terbang tanpa memberi tahu siapapun....Bahkan Granma saja tidak tahu" Jelas Alisa sembari menunduk tanda menyesal.


Vicky mengacak rambutnya Frustrasi, ia tidak bisa lama-lama marah dengan anak gadisnya yang satu ini.


Setelah itu ia membawa Alisa dalam pelukannya......................................................................................


...€......


"Lele ikut ke sini?" Tanya Alisa. Ia terkejut melihat Leo yang berdiri tepat di depannya.


Leo mengacak rambut Alisa Gemash, ia tak tahan melihat wajah imut Alisa di kala seperti itu.


Sang empu hanya cemberut tak nampak di balik rambut yang sudah acak-acakan seperti habis di jambak oleh Mba Kunti karena iri!!!.


"Dasar Lele resek... Eh, lele bantu Alice pilih baju tidur cantik yuk" Alisa menarik Leo tanpa memperdulikan rambutnya yang terlihat seperti singa.


Sesampainya di kamar Alisa. Leo di suguhkan dengan pemandangan kamar Alisa di London, yang sangat besar dan mewah dengan tema Awan. Sangat menyehatkan mata, serasa berada di atas Awaan

__ADS_1



"Sangat Perfect" Gumam Leo, menatap Kagum desain kamar itu.


"Lele,,,, Ayooo!!" Ucap Alisa tak sabaran, menarik ujung kemeja yang di pakai Leo hingga kusut.


Padahal baru saja di beli, karena ia tak membawa baju satupun. Langsung saja Leo ikut naik Helli Kopter milik Papi Ailsa tadi.


Alisa menuju wall in Closet untuk mengganti pakaiannya.


Tidak sampai 5 menit, Alisa keluar dengan memakai Piyama Teddy Bear sepaha yang di belikan Granmanya kemarin lusa, sebelum Alisa datang.



"Bagus tidak???" Tanya Alisa.


Leo memperhatikan sampai suara seseorang mengagetkan mereka berdua.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2