Penakhluk Hati Sang Cupu

Penakhluk Hati Sang Cupu
Mencoba melangkah


__ADS_3

Setelah Sampai Bandara internasional di Jakarta. Leo langsung pulang sendiri dengan naik taxi. Begitu pula dengan keluarga Alisa, Mereka langsung di jemput oleh Supir pribadi Vicky.


.........


Esok harinya. Alisa masuk sekolah dengan wajah Dingin nan Datar, sangat berbeda 180° Dari biasanya. Para kaum adam menatapnya dengan heran, Mereka ingin sekali menghampiri gadis cantik itu dan menyapanya. Tetapi karena suatu hal, mereka harus mengurungkan niatnya.


Alisa celingukan kesana kemari, tiba-tiba mata bulat kecilnya menangkap Keberadaan seorang Bima Cupu yang sedang membaca bukunya di kursi bawah Pohon Rindang.


Ucapan Citra yang menantang dia mendekati Bima, langsung terngiang-ngiang di kepalanya. Seperti ada sesuatu yang mendorong Alisa, Agar mendekati Bima.


Puk... Alisa duduk di samping Bima dengan anggun sambil berusaha memancarkan senyum cantik mematikan.


"Halo Bima," Sapa Alisa.


Bima menatapnya datar lalu mengangguk kecil.


"Bima......Lagi sibuk Tidak??" Tanya Alisa dengan nada yang di buat manja. Tetapi memang aslinya Manja sih 😂.


Bima Menatap Alisa Dingin. "Kenapa?" seperti tak ingin di tanya, Bima hanya menjawab singkat nan padat.


"Ajarin Aku belajar dong!!, Kemarin nilai Ulangan harian Fisika ku Rendah......Mau kan Bima mengajari aku?" Ucap Alisa penuh harap.


Alisa tidak berbohong, memang kebetulan sekali... waktu ulangan harian fisika, nilainya di bawah standar. Entah apa yang mengganggu pikirannya di kala itu.


Awalnya ia berniat menyewa guru Les Privat, tetapi ketika di fikir kembali lebih baik ia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, untuk berada di dekat Bima.


Bima menatap ragu pada Alisa, ia mengetahui Rumor bahwa Alisa dahulunya bersekolah di Sekolah ternama Di London. Tidak sembarangan orang bisa masuk ke sana.


"Seriusan Bim!, Alisa tidak berbohong. Kalau tidak percaya kamu bisa lihat nilai ulangan ku!" Ujar Alisa sambil mengambil Kertas Ulangannya, dan memberikannya pada Bima.


Bima melihat Kertas itu dengan intens, lalu mengembalikan kertas itu pada Alisa.

__ADS_1


"Bagaimana?" Tanya Alisa seraya memasukkan kertas itu ke dalam tas sekolahnya.


Bima mengangguk, di sambut senyuman sumringah dari Alisa.


"Bisa minta nomor kamu tidak?, agar kita bisa berkomunikasi" Alisa beralasan agar mendapatkan nomor Bima.


Bima menulis sesuatu di kertas, lalu menyerahkannya pada Alisa.


"Thank Bim. Nanti aku Chat kamu di WA, kapan pun kamu bisa, aku pasti akan siap" Ujar Alisa menatap tulisan tangan Bima tak berkedip.


'Bagus sekali tulisannya, Perfect to'batin Alisa memuji tulisan Bima.


"Bima, Aku ke kelas dulu ya. Bye..." Pamit Alisa seraya tersenyum girang, melihat Nomor Bima yang berada di genggaman nya. Seketika Moodnya kembali naik, dan ia tidak terlalu memikirkan Granmanya di sana.


'Gadis aneh'Pikir Bima, melihat Alisa yang mengepal tangan kanannya lalu mengangkatnya ke atas.


'Alisa mencoba melangkah lagi,,,,, kamu pasti bisa'Alisa menyemangati dirinya.


.........


Putra adik dari Ramon, datang ke London dengan tujuan menemui Client penting perusahaan yang berasal dari Berlin. *Ketika hendak di lakukan Meeting tersebut , Putra langsung saja pulang lagi ke Indonesia tanpa pamit, meninggalkan Client mereka yang mengamuk, karena tak di perhatikan.


Akhirnya dengan terpaksa*, Ramon sebagai kakak sepupu Putra, harus terbang mendadak ke London untuk mengurus Client yang sedang menunggu kejelasan untuk bekerja sama.


Setelah Ramon menyelesaikan masalah yang di perbuat adiknya. Ia Membaringkan tubuhnya pada ranjang nya di Apartemen nya di London.


Karena merasa kesepian, ia pun Berniat menelfon kekasihnya. Saat jarinya sedang berselancar ria mencari Kontak sang kekasih, tanpa sengaja ia membaca user nama di kontak nya Kucing Gemas.


"Ini?.... " Ramon berfikir untuk mengingat siapakah Orang di balik User nama itu. Setelah mengingat siapa orang di balik kontak itu, Ramon segera menekan tombol berbentuk telfon.


tut...tut...tut

__ADS_1


Telefon itu tersambung, tetapi tidak di angkat oleh si penerima.


Ramon mencobanya hingga 10 kali, tetapi hasilnya tetap sama, Nihil!!.


Berusaha menghilangkan rasa kesalnya Ramon pun pergi keluar Apartemen untuk mencari udara segar.


.........


"Alisa,,,, kamu keluar Sekarang!!!" Bentak Guru Killer yang tak pandang Identitas terhadap siapapun.


"Yahhh....Ibu? jangan usir saja dong" Pinta Alisa mendongak Menatap Guru Killer nan Galak itu dengan Pup Eyes nya.


"Mata Bulat cantikmu itu!! tidak bisa mengubah keputusan ibu!" Ucap Guru itu dengan Sadis.


'Ya tuhann,,,,, cobaan apa lagi ini. Cuma gara-gara ada yang telfon, langsung di hukum aku'batin Alisa sedih.


"Bu,,,, tadi saja lupa matikan nada deringnya.......Maafkan saya bu, Please bu,,,kemarin lusa nilai Ulangan harian saya di bawah standar....Jangan sampai saya tidak masuk ke kelas ibu.... Please?" Alisa memohon hingga berlutut di bawah kaki Guru Galak itu yang tak lain adalah Guru Fisika Alisa.


Guru itu menghempaskan Alisa dan meninggalkan nya di luar kelas. Guru Fisika itu mengunci Pintu kelas dengan rapat. Tidak ada yang melihat kejadian itu, karena sebelumnya semua siswa dan siswi yang lain berada di dalam kelas, bahkan Riki tidak bisa melanggar, apapun yang di pinta guru Galak yang satu itu.


'Yah, Aku terlantar. Siapa sih, yang ganggu aku sekolah'batin Alisa kesal.


Tanpa banyak bertanya, ia menekan Nomor yang sudah mengganggu Konsentrasi Belajarnya, sampai-sampai ia di keluarkan.


Tut... tutt..


Hanya dua kali berdering telefon itu langsung di angkat oleh si penerima.


"Haloo"


"Alisa???" Ucap Orang dadi sebrang telefon.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2