Penakhluk Hati Sang Cupu

Penakhluk Hati Sang Cupu
Syila Usil


__ADS_3

Bima Menatap Adik kecil itu dengan senyuman. Sekarang Alisa benar-benar Candu dengan senyuman Bima!!!.


'Yaallah, baru kali ini Alisa terpesona sampai nusuk ke hati dengan makhluk ciptaan mu' Batin Alisa.


"Syila ngapain di sini heumm....Nanti di cari mami bagaimana?" tutur Bima lembut pada anak kecil yang mengait lengan Alisa.


Anak Sekisaran 4 tahunan yang bernama Syila itu pun mengerucutkan Bibirnya Gemoy. "Kak Ima, Ila cuma mau cama akak tantik ini" (Kak Bima, Syila cuma mau sama kakak cantik ini) Balas Bocah itu dengan cadel.


Bima segera mengambil alih Syila, Ia menggendong Syila dengan posisi duduk di salah satu tangannya.


"Syila udah izin sama Mami belum?" tanya Bima.


Syila menggeleng. "Kalau begitu, mau kak Bima antar pulang?"


Lagi-lagi Syifa menggeleng tak terima, ia tak mau pulang sekarang, begitulah maksud dari gelengan itu.


"Mungkin Syila masih ingin berada di sini" Ucap Alisa angkat suara, ia masih merasa takut berada di dekat Syila. Karena tadi Syila datang langsung mengait lengan Alisa tanpa permisi.


"Betul, Ila mau cama akak cantik, cama kak Bima juga" Tuturnya sambil mengalungkan tangannya di leher Bima dengan Manja.


Bima langsung tak mempermasalahkan itu, ia menggendong Syila untuk masuk ke dalam Kotsnya diikuti Alisa.


Dari Ruang tamu kecil. Terlihat langsung Pintu Kamar Bima yang tertutup rapat, dapur kecil nan sederhana untuk memasak dan toilet kecil di sebelahnya. Ukurannya ya seperti kost kostsan pada umumnya. Lebih tepatnya Kontrakan Kecil si.


Bima menurunkan Syila di bawah, dan membiarkan anak itu duduk. Lalu ia menuju dapur dan membuatkan minum untuk keduanya.

__ADS_1


"Syila sering main ke sini ya" Tanya Alisa berniat mengorek informasi dari Syila.


"Ila cuka main ke cini kok. akak Tantik namanya capa?"


Alisa Gemash melihat Bocah itu, walau awalnya ia merasa takut, tapi sekarang ia tahu kalau Syila tidak berniat jahat padanya.


"Nama kakak Alisa, Panggil saja kakak Alisa" Ujar Alisa merentangkan tangannya agar Syila memeluknya. Syila pun tak melewatkan kesempatan emas itu pun langsung berlari dan menempatkan dirinya di dekapan Alisa.


"Kak Alis,,, Boleh Ila panggil begitu?" Kata Syila meminta izin, ketika Alisa mengangguk ia langsung bersorak kegirangan.


Bima datang dengan tiga gelas jus jeruk yang memang minuman itu kesukaan Syila, ia kan belum tahu minuman kesukaan Alisa.


"Yeye jus Jeyuk" Sorak Syila sambil bertepuk tangan. Alisa dan Bima tersenyum bersamaan tanpa mereka sadari.


Syila duduk agak jauh dari Bima dan Alisa karena takut jus itu tumpah mengenai lembaran Alisa.


Hampir satu jam Alisa dan Bima berkutik dengan lembaran soal itu, sambil bertukar pikiran. Alisa belajar dengan serius dan yakin, tanpa melibatkan urusan membuat Bima jatuh cinta kepadanya.


Dan Tanpa mereka sadari, Syila pun merasa sangat kesal karena tak di perbolehkan menimbrung.


Ia hanya mengamati keduanya dengan lesu. Berbagai macam gaya ia coba untuk mengalihkan perhatian, tetapi Mereka berdua sama sekali tak merespons.



Visual Syila.

__ADS_1


"Akhirnya selesai juga,,, Thank you Bima, you are the best" Ucap Alisa berterimakasih pada Bima, yang sedang membereskan berbagai macam buku yang berisi rumus-rumus Fisika.


'Di cuekin Lagi'batin Alisa pasrah.


"Kak Bima sama Kak Alis udah selesai kan!, Ila cape lo tungguinnya" Syila merengut kesal.


Alisa mendekati Syila dan mencubit hidung kecil itu gemas. "Iya Maafin kakak ya, sampai lupa sama Syila. Soalnya tadi itu pelajaran nya tidak bisa di hindari, kalau salah nanti kakak kena hukum" Ujar Alisa menjelaskan.


Syila melengos, lalu tiba-tiba ia tersenyum puas. Entah apa yang ia fikirkan.


"Kak Alis Bikinin Ila makanan dong, di dapur kak Bima. Ila maunya Kak Alis yang masakin, telus kak Bima bantuin" Jelas Bocah itu sambil tersenyum memohon. Awalnya Bima menolak, tapi tak tega melihat Syila sedih akhirnya Bima pasrah dan mau memasak Bersama Alisa.


Tadinya Syila yang tersenyum puas, tapi sekarang Alisa yang tersenyum puas. 'Adik kecil pintar, tidak usah repot-repot aku mendekati Bima sendiri. Eh di kasih peluang'Pikir Alisa tersenyum Cerah, se cerahnya mentari Pagi.


Alisa dengan cerewet menceritakan sedikit cerita agar Bima tak bosan. Tetapi tetap saja di cueki, Bima hanya menjawab seperlunya. Walaupun begitu, Alisa tak menyerah ia tetap mengajak Bima berbicara. Bayangin aja Seperti Reporter berita!


Diam-diam Syila menukar Minuman Milik Alisa dan Bima, yaaa tentu tanpa sepengetahuan keduanya.


Ia tahu kalau jus jeruk milik Bima bukan jus biasa, jus itu sudah di campur dengan minuman berkolagen yang sangat baik bagi tubuh. Tetapi tidak semua orang seleranya sama bukan. Bima Alergi dengan jeruk Asli, Persis seperti yang di buatkan untuk Syila dan Alisa.


Karena itulah Syila menukarnya, ia kesal karena Bima tidak melepas Kacamata tebal itu ketika berada di dekatnya. Padahal Bima sudah berjanji pada Syila,,,,, mungkin saja Bima lupa???


Bersambung...


Maaf banget ya,,, uthor jarang up ๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2