
Sesampainya di rumah Alisa, Leo segera turin dari mobilnya, dan masuk ke dalam Rumah Alisa.
Disana terlihat Papi Vicky dan Bunda Dini yang menunggu kedatangannya di ruang tamu.
"Silahkan Duduk!" Ucap Vicky mempersilahkan Leo duduk besebrangan dengannya.
Ia pun segera duduk dan memulai pembicaraan. Tanpa basa basi ia menceritakan kronologis dari awal Granma Alisa menelfon dan mengatakan bahwa beliau sedang sakit. Dan niatan Alisa menyusul untuk menemui Granmanya.
Leo juga menjelaskan Pendapatnya tentang Fikirannya yang berfikir Alisa akan pulang ke rumah ini, dan meminta izin. Tapi Ternyata ia salah. Alisa sampai sekarang belum pulang ke rumah. kemungkinan besar, ia langsung Ke bandara dan terbang sendiri.
"Om,, penerbangan Ke London Nanti Sore, kalau tidak, nanti malam baru ada. Sangat mustahil Alisa masuk penerbangan siang, karena tadi Alisa sudah terlambat, mungkin kita harus mengeceknya ke bandara sekarang!" Leo menjelaskan Sesuatu yang ia ketahui.
Vicky dan Dini menyetujui usul Leo. Dengan segera mereka menuju bandara terdekat. Berharap Alisa belum Naik penerbangan sendiri.
........
Disilah mereka berada, Di dalam mobil Leo, dengan Leo sebagai pengemudi, Vicky di sebelah pengemudi, dan Dini yang duduk di belakang.
Leo menjalankan mobil itu seperti seorang pembalap handal. Walau mereka terpontang panting, itu bukan masalah sama sekali. Mereka lebih khawatir dengan Alisa.
.
Sesampainya di bandara, mereka segera mencari data-data penerbangan ke London tadi siang. Dan ternyata disitu mereka menemukan nama yang tertulis Alisa Cantika Damara. Membuat mereka shock dan segera menatap Pesawat yang baru saja lepas landas,,, mungkin baru beberapa KM di atas awan.
Dengan Segera Papi Vicky menyiapkan Helli Kopternya, untuk menyusul putri kesayangan nya.
.........
Sedangkan di dalam pesawat.....
"Kakak tampan dari tadi hanya diam saja dan merengut kesal terhadapku, memangnya apa salahku" Alisa mengomeli Pemuda yang duduk di sampingnya. Pasalnya sedari tadi mereka hanya saling diam di situ.
__ADS_1
Pemuda itu menatap Alisa jengah. "Kau membuatku Stress,,,, dari tadi kau hanya mengangguku saja. Sangat tidak nyaman!?" Jelas Pemuda itu.
"Perkenalkan namamu kak,,,,,aku sungguh bingung ingin memanggilmu apa?"
"Panggil Saya Putra!." Tekannya.
Alisa mengangguk dan mengulurkan tangannya ke arah Putra. "Alisa" ucapnya tersenyum Lebar.
Putra hanya diam tak menanggapi keagresifan Alisa, Alisa pun hanya menunduk Kesal.
Ternyata bukan Cuma Bima cupu yang tidak tertarik denganku!. Tetapi lelaki Arogan ini sama halnya dengan si Bima, sama-sama Cuek!.
"Baiklah Kak Putra,,,, kau sangat sombong!" Ejek Alisa.
Putra mendelik kesal pada Alisa yang sangat ceplas ceplos menurutnya. "Dari pada kau,,,, sangat berisik. Mengganggu gendang telinga saya" Seperti membalikkan anak panah, Putra juga ikut mengejek Alisa.
"Kakak saja yang terlalu naif...Ganteng si ganteng.... Tapi sombongnya naudzubillah" Alisa mencoba agar tidak kalah adu bac*t dengan orang ini.
"Memang saya ganteng,,,,Udah dari sananya begitu. Bilang saja kalau kamu iri!" Menatap Alisa remeh.
Cih.....Putra berdecih.
1 jam berada di pesawat, yang seharusnya suasananya Adem tentram jadi riuh karena mereka berdua. Sampai-sampai di datangi beberapa kali oleh Pramugari, karena Suara mereka yang mengganggu ketenangan Di dalam pesawat.
Semua penumpang Keluar dari Pesawat, memperlihatkan Bandara London yang sangat tidak Asing bagi Alisa. Ya,,,, karena memang dia asalnya dari london.
Sempat melirik kesana kemari, mencari keberadaan Si Putra. Kakak sombong nan cuek yang baru ia kenal beberapa jam lalu.
'Kenapa mikirin kakak Aneh itu,,, Ah sudahlah. Aku pulang sekarang temuin Granma'Pikir Alisa dan berjalan mencari taxi. Ia tidak membawa koper, jadinya tidak perlu menunggu lagi. Ia hanya membawa Tas sekolahnya Di bahu.
.........
__ADS_1
Dubrak....
Alisa membuka paksa Pintu kamar Granmanya. Dengan nafas yang tersengal, ia menatap sendu wajah Granma yang sangat ia rindukan.
Granmanya yang semulanya tidur, Langsung Terduduk Di Pinggir ranjangnya, ketika melihat Cucu Sematawayangnya yang belum lama ia telfon, sekarang sudah berada di depan matanya.
"Sayang kamu datang!" Alisa menghamburkan pelukan pada sang Granma.
"Iya Ma, Alisa datang. Granma sakit apa??" Mengelus wajah Granmanya yang terlihat pucat.
"Sebelum Granma menjawab, Beritahu Granma dulu. Kamu ke sini sama siapa hmm.." tanya Granma menelisik.
"Alisa datang sendiri!" jawab Alisa enteng tanpa beban.
Granma yang bernama lengkap Dennis Mara, itu pun mencubit Gemas Hidung mancung milik Alisa. Membuat sang empu mendengus kesal.
"Mulai deh nakalnya, Papi kamu pasti tidak tau yakan? kalau kamu Pulang mendadak?" tanya Mara pada Alisa.
"Iya si, tapi Alisa yakin. Papi tidak tahu menau kalau Alisa ke sini, buktinya dari tadi tidak ada telfon masuk dari papi!" Jelas Alisa.
"Coba lihat dengan baik!" Alisa membuka HP nya, terlihat di sana 200 panggilan Dari papinya, 50 panggilan dari Bundanya, dan 100 panggilan dari Lele Sayang.
Ia mengusap Dahinya 'Bodoh'.... Runtuknya dari dalam hati. Dengan setengah menyesal, Alisa mencoba menelfon Papinya.
Tetapi tidak tersambung sama sekali, membuat Alisa pasrah dengan keadaan yang sama sekali tidak memihak pada dirinya.
Menelfon Leo dan Bundanya pun sama-sama percuma!!! Nihil, tak tersambung.
Alisa cengengesan melihat Raut Wajah Mara yang terlihat seperti mengatakan 'Benar bukan Yang Granma bilang'. Ia pun mengangguk.
"Granma beritahu Alisa cepat,,,, Sakit apa?" tanya Alisa tak sabar. Karena ia sampai ngebelain datang ke negara itu sampai bolos sekolah.
__ADS_1
"Granma hanya...." Belum selesai Mara menjelaskan, Ada suara keributan di luar. Membuat Alisa dan Mara dengan cepat keluar untuk melihat.
Bersambung...