Penakhluk Hati Sang Cupu

Penakhluk Hati Sang Cupu
Ungkapan


__ADS_3

"Kenapa?? Aku hanya memberikan Dia sebuah baju" Ucapnya Santai sesekali melirik Syila yang seakan tak perduli dengan kedua manusia dewasa di depannya itu.


Dea mengusap wajahnya kasar, Betapa keras kepalanya si Monster ini. Sudah berapa kali Dea memberi peringatan untuk berhenti membantu mereka, tetapi Dia selalu Kekeuh memberikan sesuatu untuk Syila.


"Mon, aku mohon Padamu!" Pinta Dea dengan wajah memelas.


Orang yang di panggil Mon itu pun mendongak menatap Ibu anak satu itu.


"Biarkan aku membantu kalian. Deee, aku ingin berbicara sesuatu padamu?" Ucapnya serius. Perlahan ia menarik tangan Dea menuju kamar kosong yang tidak di tempati.


Blam... Pintu kamar tertutup dengan rapat tanpa celah.


"Ada apa?, kau ingin berbicara sesuatu yang penting sepertinya!" Ucap Dea membuka obrolan.


"Kau benar, aku ingin berbicara hal yang sangat penting denganmu" Ujarnya menatap manik mata Dea dengan dalam.


"Ramon!!! Please? Jangan begitu,,,wajahmu terlihat sangat menyeramkan" Ucap Dea benar apa adanya. Wajah Ramon berubah secara drastis ketika berubah ke dalam Mode Serius.


Ramon pun menetralkan wajahnya, lalu berdeham. "Ehmm, oke. Aku tidak menyeramkan lagi. Sebenarnya aku ingin jujur tentang perasaanku padamu Deaa!" Ucapnya Lembut.


Dea menatap Ramon kembali dengan tatapan Miris. "Maksudmu?" tanya Dea gugup.


Ramon meraih kedua tangan Dea, lalu menggenggamnya lembut. "Aku suka padamu De,,, . Sejak saat pertama....Melihat senyumanmu....jantung berdebar debar... inikah pertanda?......Tuhan tolong aku ingin dirimuu...rindu padamuuu...memikirkan mu...Namun ternyata saat jatuh cinta..sayang sayangnya kamu tak sadar" Ramon berkata sambil bernyanyi dengan sedikit editan lirik lagu yang di bawakan Yovie&Nuno itu dengan penuh penghayatan. Yang berarti Mengungkapkan Perasaannya.


Dea terpaku di tempatnya. Ia sama sekali tak menyangka, seseorang yang sudah membantunya selama ini ternyata memiliki rasa padanya.


"Apakah kamu memiliki rasa yang sama denganku?" tanya Ramon lirih menatap manik mata Wanita muda cantik di hadapannya.


Dea meneguk salivanya yang terasa tercekat di tenggorokan. "Mon?, Kamu kan memiliki seorang kekasih. In-ini sama sekali tidak benar!" Dea melepas pagutan tangan itu.


"Aku akan memutuskannya nanti....Setelah kamu menyatakan perasaanmu juga!" Tutur Ramon bersikeras.


"Ak-akuuu??"


.........


"OMG...Si cantik itu naik motor Biasa, bareng si cupu lagi!!!"

__ADS_1


"Wah wah. Ini bakalan jadi gosip terbaru nih"


"Uwuw Sama sekali tidak serasih"


"Iuuww jijiy"


Begitulah cibiran para Cabe cabean sekolah, ketika melihat Alisa datang bersama Bima.


Wajah bak model Internasional itu pun dengan santai mengait lengan kekar Bima, tanpa memperdulikan keadaan sekitar, yang sudah melancarkan aksi menyebarkan gosipp pedasss.


"Lepaskan tanganmu" Bima berkata dengan wajah datar, bak batu Es.


"Kenapa memangnya, Kamu sangat nyaman ketika di gandeng" Jawab Alisa santai.


Mereka berjalan dengan posisi Alisa yang bergelayut manja pada lengan Bima.


"Cantikku!!!!!!"


"Aduh bidadari gue ketemplokan setan!!"


"Coba aja gak ada si ketos!!!!"


"Bulee gue!"


"Jimm...Cantiknya melibihi Lisa Black Pink!"


Begitu pula, para ucapan para Kaum adam yang bercap Buaya darat.


Tiba tiba, Leo datang menghampiri keduanya dengan Tatapan yang susah di artikan.


"Halo Lele,,, bagaimana kabarmu?" tanya Alisa masih setia mengait lengan Bima.


Leo sesekali melirik kaitan Alisa yang begitu erat, seketika membuat Emosinya memuncak tetapi berusaha di tahan.


"Baik. Barbie kamu dari mana saja?" tanya Leo dengan wajah sedikit panik.


Alisa menatap Leo dengan kesal. "Pasti kamu di utus sama Papi kan!!" Ketus Alisa.

__ADS_1


Leo menggeleng "Bukan, aku hanya khawatir denganmu. Tadi aku datang ke rumahmu,tapi kata Om dan tante Kamu pergi keluar rumah" Jelas Leo.


Alisa mengangguk, lalu dengan santai melewati Leo begitu saja. Tentu saja dengan menggandeng Bima yang hanya menurut.


"Wahhh,,, lo berhasil Lice??" entah dari mana datangnya Cewek tomboy yang bernama Citra itu. Sekarang sudah berhadapan dengan Alisa dan Bima.


Leo pun mendekat di antara ketiganya dan menatap Alisa datar. 'Lele kenapa sih??kok gitu banget mukanya'Batin Alisa.


"Berhasil apanya?" tanya Alisa polos.


"Lo udah jadian sama Bima?" tanya Citra berbalik.


Alisa pun kembali menatap mata besar Bima. Ia tahu Bima ingin pergi dari situasi ini, Tiba tiba Alisa merasa kalau dirinya menjadi orang yang jahat, karena sudah membawa Bima dalam tantangannya. Walaupun dia memiliki rasa cinta yang tulus, tetap saja ini semua tidak bisa di benarkan.


Gadis Angel itu pun menggeleng pelan, dan terus berusaha menyandarkan kepalanya di pundak Bima yang berada jauh dari kepalanya, karena Tubuh Bima yang sangat tinggi.


"Sudahlah, Lice Barbieku sayang. Ayo ikut aku!" ajak Leo, di sambut anggukan Alisa.


"Bima, aku ikut Leo ya. Kamu duluan saja ke kelas!" ujar Alisa sembari meraih tangan Leo, dan menjauh dari Bima.


Bima tak menanggapi ucapan Alisa, tetapi dia hanya terus mengamati keduanya.


Sebelum Alisa benar-benar pergi, Bima menarik salah satu tangan Alisa. Membuat Alisa berada di tengah di Antara kedua Pemuda yang sangat berbeda sifat dan latar belakang itu.


"Lepasin tangan lo!" Tegas Leo.


Bima hanya menanggapi dengan tatapan Dinginnya.


"Gue gak ada urusan sama lo, So....lepaskan!" Bentak Leo kedua kalinya.


Membuat Semua siswa dan siswi menatap ke arah mereka.


"Lele, jangan marah marah" Pinta Alisa lembut.menenangkan Leo yang dilanda Emosi.


"Leo!!"


Bersambung...

__ADS_1



Lagi nunggu Para Readers Khilaf, Vote ngasih bunga sama kopi, terus Like PerBab 😪


__ADS_2