Penakhluk Hati Sang Cupu

Penakhluk Hati Sang Cupu
My heart is only for you


__ADS_3

"Gue,,,anak Xb, nama gue Neysla Amelia Zahra" Balas Amelia.


Riki menanggukkan kepalanya. "Lo temenan sama Alisa kan!"


Amelia mendelik lalu mengangguk. "Memangnya kenapa?" tanya Amelia menelisik.


"Gue cuma nanya doang. Dia ada hubungan apa sama ketos kita?"


Amelia memutar mutarkan kedua jari telunjuknya pada pelipis miliknya.


"Apa urusan nya sama lo?"


Riki menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Gue cuma kepo aja!" Ucapnya.


"Lo, udah punya Pacar?" tanya Riki tiba tiba. Membuat Amelia seketika berdiri dari duduknya dan menatap tajam ke Si Playboy cap tengil itu.


"Udahlah, lo kira gue gak tau skandal tentang elo, yang udah di cap sama sekolah ini tentang Ke Playboan elo!" Jelas Amelia sinis, hatinya sedang tidak baik setelah ia melakukan sedikit pemanasan dengan Citra tadi.


Riki ikut berdiri, dan menatap Amelia dengan tatapan Tampannya. "Yes, Gue ngaku. Gue memang playboy, Tapi gue tipe orang yang susah untuk jatuh cinta. Sekali gue cinta, gue gak akan ngelepasin dia begitu saja" Curhat Riki menatap ke langit.


"Udahlah, gue mau masuk kelas. Ucapan lo gak penting buat gue" Ketus Amelia kemudian meninggalkan Riki yang masih merenung menatap langit yang sedikit mendung. Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan.


'Gue harus berusaha lebih keras lagi. Alisa, My heart is only for you'batin Riki tulus.


.........

__ADS_1


"Menyebalkan, Ngapain juga Papi suruh suruh Bodyguard buat ngawasin aku" Gerutu Alisa berjalan tergesa gesa menuju kelas. Bima sebenarnya mau menemani Alisa sampai selesai, tapi karena Ia ada kelas Matematika, dan tidak boleh di tinggalkan. Jadi setelah Alisa meyakinkan Bima, Bima pun masuk ke dalam kelasnya.


Tiba tiba, ada seseorang yang menarik tangan Alisa ke pojok dinding, sehingga membuat gadis cantik itu memejamkan matanya karena terkejut.


Alisa merasakan hembusan nafas hangat yang menerpa Wajahnya, eumm,,, harum aroma Mint. Dan wangi, Ya,,,,wangi.


"Ade??" panggilnya tepat di telinga Alisa, membuatnya bergidik ngeri dan dengan terpaksa membuka matanya.


"Abang Riki!!" Pekik Alisa.


Dengan sigap, Riki menutup bibir mungil Alisa lalu berbisik. "Jangan berisik Baby, nanti kita katahuan loh" ucapnya Lirih, di sambut anggukan kecil dari Alisa. Setelahnya Riki pun melepas tangannya.


"Kenapa Bang Riki narik Alisa ke sini?" Tanya Alisa setengah berbisik sembari celingukan kesana kemari.


Alisa menggeleng cepat, ia tak terima di bilang tukang bolos seperti Dua beo. Masak Yang memberi nasihat tentang Konsekuensi bolos, ikutan bolos juga. Kan gak keren.


"Ikh Abang sembarangan aja, Alisa Tadi dari Kantor kepsek!!, bukan mau bolos!!! ini aja mau langsung ke kelas, kalau Bang Riki tidak menarik Alisa kesini" Omel Alisa mengerucutkan bibirnya ke depan.


Tiba tiba Alisa melebarkan kedua matanya, dan menatap horor ke arah Riki. Tetapi tatapan horor Alisa malah membuat Riki tersenyum manis.


"Bang Riki Bolos ya????, kok tidak masuk kelas!!" tuduh Alisa.


Riki masih tersenyum, dan mengangguk. "Abang males masuk kelas, kalau tidak ada kamu di dalamnya" Balas Riki seadanya tersenyum genit.


"Kalau begitu ayo bang, kita harus buru buru masuk kelas. Pagi ini ada pelajaran bu Rose" Gerutu Alisa menggandeng tangan Riki dengan kedua tanggannya. Yang di gandeng bukannya marah, tapi malah tersenyum senang.

__ADS_1


'Ade cantik ade cantik, anaknya siapasih Polos banget'batin Riki.


Melewati koridor sekolah dengan tergesa gesa, Karena tiba² Langit berubah menjadi hitam pekat, cahaya matahari terhalang awan hitam, membuat semua tempat menjadi Gelap seperti malam hari. 'Aduh gelap sekali'pikir Alisa panik.


Melihat gadis pujaan hatinya ketakutan, Riki segera membawa Alisa dalam pelukannya, dan membawa Alisa masuk ke dalam ruang UKS yang sudah di nyalakan lampunya. 'Pasti ada orang di dalam'Pikir Riki, menuntun Alisa yang berada di pelukan hangatnya.


Sesampainya di dalam, Alisa masih enggan melepas pelukan Riki, malahan ia mengendus harum tubuh Riki. Membuat sang empu merasakan kepanasan, padahal anginnya lumayan kencang loo.....


'****'


"Bang,,,Alisa takut" Rengek Alisa, masih mengendus Dada bidang Riki.


"Jangan takut De, ada abang di sini" Ucapnya merekatkan pelukan mereka, walaupun ia merasa tersiksa 😂.


Brzzzzz......Zzzzzz


Akhirnya tumpah sudah yang di tahan sedari tadi....


Bersambung...


*Apaan yang tumpah?????


entahlah,,, tunggu bab selanjutnya saja.....


♥♡~♥*~

__ADS_1


__ADS_2