Penakhluk Hati Sang Cupu

Penakhluk Hati Sang Cupu
Manjat tembok


__ADS_3

Sepulang sekolah, Alisa di buat bingung dengan body guard yang di perintahkan Papi Vicky untuk mengawasinya.


"Gi mana caranya aku kabur dari Mereka?" Alisa mengintip para Body Guard yang setia menunggu Alisa di gerbang.


Tiba tiba. Puk...Seseorang menepuk pundak Alisa pelan.


"Barbie ngapain di sini hemm..." tanya Leo. Alisa hanya menggeleng, sepertinya ia masih sedikit dongkol karena masalah tadi pagi.


Mata Leo menangkap Body Guard yang tengah berpatroli menunggu kepulangan sang Majikan


"Lebih baik kamu pulang, Kasian Om Vicky dan Tante Dini barbie!" tutur Leo lembut ingin memeluk Alisa.


Dengan cepat Alisa menghindar, ia memang menganggap Leo sebagai kakak nya. Tetapi kalau Leo tidak berpihak pada dirinya, ia pun tak akan mau menurut.


"Sudahlah Dasar Lele aneh. Alisa mau ke perpus saja!" Gerutu Alisa berjalan meninggalkan Leo dan berpura-pura akan pergi ke perpus.


Sebenarnya Leo ingin menyusul, tetapi ia ada janji dengan seseorang. Jadi dia tak bisa mengikuti Alisa saat ini, lagi pula ada banyak Body Guard yang menjaga gadis cantik itu.


.........


"Bima kemana ya, aku harus pulang bareng dia!" Alisa celingukan mencari Bima.


"Ngapain di sini, Ayo pulang!" Ucap Seseorang di belakang Alisa.


Alisa berbalik lalu tersenyum secerah mentari, walau awan masih sedikit mendung karena tadi habis menangis.


"Bim, tidak bisa! Ada Body Guard dari Papi aku yang jaga di gerbang!" Jelas Alisa menahan pergelangan tangan Bima yang akan berjalan ke arah gerbang.


Bima berhenti sejenak. Lalu otak cerdasnya memikirkan sebuah cara.


Bima menarik pergelangan tangan Alisa dengan lembut, dan membawanya ke sebuah tempat.


.........

__ADS_1


"Duh, ade pergi kemana sih?" Riki kelabakan mencari Alisa. Padahal niatnya siang ini akan mengajak Alisa jalan dan mengungkapkan perasaannya.


Riki terus berjalan keluar gerbang, dan menatap heran karena ada banyak pria berpakaian serba hitam yang berjaga di sekolahnya.


"Misi Om! Kalian ngapain di sini. Apakah sekolah saya ini habis kemalingan???" tanya Riki konyol.


"Maaf mas, kami disini di tugaskan untuk menjaga salah satu siswi Anak bos kami!" Jawab salah satu Body guard.


"Kenapa harus segerombolan om!. Anak bos kalian hanya satu kan?" tanya Riki lagi.


"Ini memang tugas kami mas. Jadi saya harap jangan mengganggu kami yang sedang menjalankan perintah!!!" Ucapnya Tegas.


Riki manggunt manggut."Kalau begitu saya mau tanya Om. Apakah kalian melihat Siswi bule dan cantik lewat sini???" tanya Riki.


Body guard tadi menatap Riki dengan kening berkerut. "Apakah namanya non Alisa?" Tanyanya kembali.


"loh jadi??, kalian body guard nya Alisa" Ucapan Riki di angguki oleh semua Pria berbaju hitam itu.


'Salah tanya dah gue'batin Riki.


"Adu duh. Kenapa tarik tarik sih om?"


"Non Alisa kemana?"


"Saya tidak tahu om. Saya juga lagi mencari dia tadi, makannya saya tanya ke Om" Jawab Riki jujur.


Pria itu melepaskan tangannya dari kerah belakang Riki. Riki pun merapihkan pakaiannya lalu berbirit pergi tanpa pamit.


Di parkiran....


"Hiii. Omnya serem semua. Gue gak bisa bayangin kalau sampe gue di cekek" Ujarnya lalu bergegas pulang ke rumah.


.........

__ADS_1


"Kamu tunggu sini, aku bakal ambil motor di depan" Ujar Bima menyuruh Alisa menunggu di pinggir pagar.


Flashback 15 menit lalu


"Bim, kita ngapain ke belakang tembok!" Alisa terkejut.


"Aku bakal bantuin kamu manjat tembok" Ucap Bima santai.


Mata Alisa membola. Seorang Putri dari Vicky Dennis Damara manjat pagar sekolah. Di manakah harga dirinya??.


"Bim, jangan aneh aneh deh. Alisa takut!" Alisa memeluk lengan Bima.


"Ini jalan satu satunya agar kamu bisa pulang tanpa ketahuan" Ucap Bima datar.


"Oke, ayo. Tapi?? rok Alisa terlalu pendek" Ucap Alisa malu malu meong.


"Aku bakal tutup mata" Ujar Bima sambil memejamkan matanya, membuat Alisa tertawa.


"Hahaha, kamu ada ada aja deh. Kamu lucu" Tawa Alisa, sambil mencubit pipi Bima. Membuat sang empu langsung mendelik tajam.


Alisa memejamkan matanya, ia tak bisa melihat wajah orang yang marah padanya.


"Jangan takut, ayo cepat!" tanpa aba aba Bima langsung menggendong Alisa.


Alisa pun hanya menurut, sekarang Alisa terlihat seperti orang hutan yang bergelantungan di pundak ibunya.


Pelan pelan tapi pasti, Bima menggendong Alisa sampai Atas tembok, lalu mendudukkannya dengan kaki yang bergelantung ke bawah.


Bima Meloncat turun, Setelahnya ia mengode Alisa agar gadis itu meloncat.


Dengan Ragu Alisa mengangguk, lalu terjun dengan bebas. Sesuai janji Bima tadi, saat Alisa terjun, Bima menutup kedua matanya sambil berancang-ancang kemana Alisa mendarat.


Dan....Grep

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2