
tak tak tak
Suara Alisa mengetik sesuatu di Ponselnya, entah apa yang dia ketik.
"Yeahh...." Pekik Alisa tertahan sembari melompat lompat di atas kasur dengan girang.
"Yeye, aku senang sekali!!!. Akhirnya hari ini tiba!!, I Love You!!" Alisa berkata seolah olah ada orang di hadapannya, padahal kenyataannya tidak sama sekali.
Cklek
"Sayang, kenapa kamu, teriak teriak. Bunda kaget loh" Ujar Bunda Dini sembari mengintip Alisa dari pintu.
"Hehehe, maaf bun. Alisa soalnya lagi senang banget" Alisa cekikikan menanggapi ucapan Sang Bunda.
"Kirain kenapa. Habis ini turun ya sayang, kita sarapan!" Kata Bunda Dini melangkahkan kakinya menjauhi kamar Alisa.
"Iya Bunda" Balas Alisa.
.........
Hanya suara piring dan sendok yang berdenting ketika mereka makan bersama sama.
"Papi!, hari ini Alisa boleh bawa mobil sendiri tidak. Soalnya Alisa pengen belajar mandiri" Ucap Alisa tiba tiba, membuat Papi Vicky tersedak.
"Uhuk uhuk uhuk"
"Minum dulu yang, jangan cepat cepat makannya!" Ucap Bunda Dini memberikan minum pada papi Vicky.
"Makasih," Ucapnya pada Bunda Dini yang tersenyum.
Papi Vicky mendudukkan badannya tegap, dan Menatap Alisa datar. sampai sampai Alisa pun tidak bisa menebak isi pikiran Papinya itu.
__ADS_1
"Ehmm. Memangnya mang jajang tidak bisa mengantar?" tanya papi Vicky dengan nada datar.
Alisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Eumm...Bisa sih, tapi?, Alice ingin mandiri papi...Masa tidak boleh!" Pinta Alisa menunjukkan Pup Eyesnya.
Ia Mengerucutkan bibir Kecilnya seperti piramida mesir, dengan tangan di buat Seperti memohon.
"Please Papi. This time, Alisa promises that she won't be flying alone! I beg you, Papi." Pinta Alisa.
Papi Vicky menjadi Bimbang, di satu sisi ia ingin memperbolehkan anaknya itu, dan di sisi lain. Ia memiliki sebuah alasan melarang Alisa.
Papi Vicky memijat pelipisnya pelan. Mendadak kepalanya terasa pusing, apa lagi tadi malam ia pulang sedikit larut bersama Leo. Untung saja keluarganya tidak ada yang curiga akan hal itu.
"Hari ini, kamu Berangkat bersama Leo saja. Kalau bawa mobil nanti, kamu belajar sekalian bersama Leo dahulu" Ucap Papi Vicky sedikit ragu.
Alisa beranjak dari duduknya dan menatap Papi Vicky malas. "Papi Fikir Alisa tidak bisa mengemudi!, Alisa sudah ahli papi!!! Bahkan Alisa dulu sering mengantar Grandma ke Mall!" Gerutu Alisa, Ia ingin sekarang membawa mobil sendiri. Bukan di lain hari.
"Sayang!, ini demi kebaikan kamu. Jangan melanggar" Timpal Bunda Dini menatap tajam Alisa.
Alisa meraih tas selempang nya dan berjalan pergi keluar rumah, tanpa memperdulikan Papi Vicky dan Bunda Dini. Ia benar benar heran dengan Papinya, yang selalu melarangnya ini dan itu.
'kenapa Papi dan Bunda jahat sama Alisa. Mereka sudah tidak sayang lagi dengan Alisa. Alisa benci mereka'Batinnya Dalam hati, Ia menangis di dalam Taxi yang terus membawanya hingga sampai di Kos kosan Bima.
Entah apa yang membuat Alisa memberhentikan taxi itu di sini.
Alisa membayar taxi itu dan berjalan masuk ke dalam Gang. Tak sadar langkah kakinya berhenti di depan rumah Dea,,, sahabat barunya.
Tok tok tok
Cklek.... Dea membuka pintu, alangkah terkejutnya dia, melihat tampilan Alisa. Mata yang sembab, rambut yang berantakan, dan wajah yang Memelas.
"Hiks hiks. Deaa" Rengek Alisa.
__ADS_1
"Kamu kenapa lis??" tanya Dea panik, Refleks memeluk Alisa dan mempersilahkan nya masuk.
Dea mendudukkan Alisa di Sofa ruang tamu. Dan membuatkan teh hangat untuk Alisa. Mengingat sekarang baru pukul Enam pagi, Syila belum bangun dari Bobo cantiknya.
"Kamu kenapa??, Ayo cerita sama aku Lis....jangan pendam sendirian!!" Pekik Dea tak sabaran. Ia ingin mendengar penjelasan Alisa sekarang.
Alisa menunduk dan menatap Dea dengan lesu. "Papi dan Bunda aku jahat!, mereka tidak memperbolehkan aku membawa mobil De,,,,Dan mereka menatap ku tajam" Ucap Alisa lirih.
Dea membulatkan matanya tak percaya, aduh Alisa Alisa. Hanya seperti itu saja sedih.....mmmm,,, itu bukan hal yang mengerikan.... sepertinya Alisa sangat di manjakan oleh orang tuanya. Pikir Dea.
"Lis, mungkin mereka ingin yang terbaik buat kamu...Mungkin juga mereka memiliki Alasan untuk melarang Kamu" Ujar Dea.
"Tapi, selama ini mereka selalu baik dan lembut padaku De,,,Baru kali ini aku Di Perlakukan seperti itu" jawab Alisa.
Dea menatap Alisa tajam, membuat Alisa seketika memejamkan matanya takut..
"Hei hei... jangan takut, ini hanya percobaan. Kamu perlu berlatih denganku!, sudah,,,cuci wajah kusutmu itu. Lalu pergi ke sekolah bersama Bima." Ucap Dea, membuat Alisa membuka kedua matanya yang sedikit bengkak, akibat menangis.
"Aku tidak mau sekolah Dea,, pasti papi mencariku!" Ujar Alisa bergidik ngeri.
"Tenanglah,,, Bima bisa menjagamu nanti" Ucap Dea membuat Alisa tersenyum dan segera membersihkan wajahnya.
Setelah selesai ia langsung bertanya pada Dea. "Apakah kamu setuju, kalau aku menjadi pasangan Bima??" Tanya Alisa.
Dea menyerinyit. "Maksudnya??"
"Jadi sebenarnya aku......"
bersambung...
Hmmm,,, kira kira apa ya yang akan di ceritakan Alisa. Terus Alasan Papi Vicky tidak memperbolehkan Alisa Naik mobil sendiri itu karena apa???
__ADS_1
*Hanya Leo dan Papi Vicky yang tahu, nanti uthor tanyain deh..... Jangan lupa Vote.
Syilanya libur dulu promosinya, masih bobo. Tapi jangan ngevote pas ada Syila aja ya,,,,, Awas aja kalo gitu 😬*