Penakhluk Hati Sang Cupu

Penakhluk Hati Sang Cupu
Hukuman untuk Riki


__ADS_3

"Abangggg!!!"


Semua siswa yang berada di kelas itu pun langsung menatap ke arah mereka berempat.


"Sory, gue gak sengaja. Tenang aja nanti gue ganti, mau berapa juta?" tanya Riki memandang Arseno dengan remeh.


"Bang Lesung tidak boleh begitu!" Pekik Alisa tak terima, kemudian ia berlutut menatap Ponsel Arseno yang sudah hancur tak berbentuk.


Alisa mendongak. "Maaf Ar,,,Bang Riki keterlaluan sama kamu. Nanti biar Alisa aja yang ganti, apapun yang Arseno mau bakal Alisa turutin. Maafin Alisa ya?" pinta Alisa menatap Arseno.


Arseno sangat bangga melihat jiwa Alisa yang tak acuh melihat seseorang yang semena mena terhadap dirinya. Lalu Arseno ikut berjongkok mendekat ke arah Alisa.


"Jangan! tidak apa apa kok, ponsel bukanlah suatu yang terlalu berharga buat aku. Jadi aku hanya butuh nomer Ponselmu saja!" Ujar Arseno mengajak Alisa kembali berdiri.


Riki yang hendak menghentikan pergerakan Arseno tiba tiba di cegah oleh Reza, yang sedang menggelengkan kepalanya pada Riki.


Riki menepis tangan Reza yang memegang salah satu lengannya. "Makasih ya Ar. Kamu sangat baik" Alisa terharu.


"iya, tulis nomor telfonmu di sini saja" Ujar Arseno memberikan salah satu tangannya untuk Alisa menulis.


Alisa mengangguk, lalu mengambil pena dan menulisnya. Riki tambah geram, bahkan sangat sangat geram. Tidak ada yang boleh memiliki Nomor Telefon Alisa, bahkan Riki pun belum punya.


"Ade,,, Abang juga mau nomor telefon Ade'" Minta Riki pada Alisa yang menatap dirinya dengan tatapan tajam. Seperti kucing persia.


"Abang tidak akan Alisa kasih nomor telefon Alisa!!. Karena abang tadi jahat sama Arseno!" Gertak Alisa lucu, mengundang tawa para teman sekelasnya tak terkecuali lolita sirani.


"hahah Alisa, Kamu tu kenapa harus imut banget sih" Kata Lolita sambil tertawa.


Alisa merajuk. "Aish,, Memangnya apa yang aku lakukan lol. Sehingga membuat kalian menetertawakan aku?, Padahal aku memarahi Abang Riki!!" Gerutu Alisa.


"Itu adalah hukuman buat abang Riki!!!" sambung Alisa.

__ADS_1


"Maafin abang ya!, Please maafin abang lesung mu ini" Riki menunjukkan picenya.


"Tidak, tidak akan" Alisa bersedekap lucu, lagi lagi membuat semua siswa di kelas itu tertawa melihat adegan di depan mereka.


"Hais....Abang akan mengganti Ponsel si hitam itu, Janji, dan kamu yang akan memilihnya sayang!" Ucap Riki keceplosan memanggil Alisa Sayang. Semua Teman teman mereka melotot tak percaya, tak terkecuali Reza dan Arseno.


Alisa pun ikut melotot, tetapi bukan karena panggilan Riki pada dirinya, melainkan pada panggilan Riki pada Arseno.


Puk...Alisa memukul pelan Lengan Riki yang sama sekali tidak terasa sakit.


"Abangg,,, sudah Alisa bilang tidak boleh begitu. abang harus panggil dia Arseno!!! bukan hitam" Polos Alisa.


*Bwah*ahahahhahahahhah


lagi lagi ia di tertawakan oleh teman satu kelasnya itu.


"Alisa debest deh" Ucap salah satu cewek yang duduk berdampingan dengan Lolita.


"Memang benarkan. Ini kenyataan Ade, dia memang hitam" Dengan tegas Riki berkata sambil menunjuk ke arah Arseno yang masih terdiam. Bukan karena ia tak berani dengan Riki. Tetapi ia lebih irit bicara, jadi sebelas dua belas lah sama Bima.


"Aabanggg....Tidak boleh begitu!!!, Arseno sekali lagi maafkan Abang Riki yang selalu keterlaluan ini ya" Pintanya Pada Arseno yang hanya menganggukkan kepalanya.


"Ade, Abang hanya ingin menebus kesalahan abang yang tadi" Dengan Cepat Riki berlutut mengambil sapu dan sekop untuk membersihkan pecahan Ponsel Arseno itu.


Alisa tersenyum haru, ia hampir saja berfikir buruk pada Abangnya itu. Eitsss Iya....Alisa menganggap Riki itu seperti abang/kakak.


"Sini bang biar Alisa bantu" Ujar Alisa menawari bantuan.


Riki menangguk, kemudian satu kelas mendadak cengo melihat perubahan Sikap Alisa yang aneh.


Reza menarik kedua pundak Alisa agar berhenti membantu Riki.

__ADS_1


"Kenapa Za??" Tanya Alisa.


"Biarkan dia menanggungnya sendiri" jawab Reza seraya tersenyum, di balas gelengan kepala dari Alisa.


"Aku akan membantu abang Riki!" Ucapnya.


Sekarang giliran Arseno yang bergegas, ia pun berkata tepat di belakang tubuh Alisa.


"Jangan Alisa Cantik, Aku tidak akan membiarkan kamu membersihkan bekas Ponsel itu" Mencegah tangan Alisa, dengan cepat tangan Arseno pun di tepisnya.


"Apaan sih kalian!!! bawel banget. Biarin aja ade cantik ini bantuin gue!" Kata Riki geram.


"Iya tu, kalian diam aja, lebih baik kerjakan Fisika saja!" Sambung Alisa, seketika membuat satu kelas itu menjadi heboh membuka lembaran LKS, dan saling bertukar pendapat. Lebih tepatnya saling Mencontek si. xixixi.


"Arseno, Reza. Kalian duduk saja di kursi masing², Aku sama bang Riki bisa menyelesaikan sendiri. Buat Arseno sekali lagi makasih Coklatnya" Alisa tersenyum tulus.


Membuat Arseno dan Reza pasrah, akan kekalahan mereka mendekati Alisa.


Tetapi di pikiran Arseno ialah pemenangnya, karena mendapatkan Nomor Ponsel Alisa, bahkan Riki tidak diizinkan nya.


"Makasih ya ade"


"Iya sama sama bang" Masih fokus memungut.


"Sekarang boleh bagi nomornya??"


"no, it's Riki's brother's lucky punishment!!!"


"oke beautifull Sisters"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2