
Karena merasa tak enak, Alisa akhirnya menggenggam balik tangan Amelia.
"Iya aku maafin kamu. Maafin aku juga ya Lia, sikapku sangat ke kanak kanakan" Ujar Alisa menatap Amelia.
Amelia mengangguk dan memeluk Alisa erat. sedangkan Kedua Lelaki paten ini hanya menatap Jengah.
.........
Pulang sekolah
"Bye Lia....See Youuu" Teriak Alisa sembari melambaikan tangannya ke Arah Amelia.
"See You Too"
.
Alisa berjalan menuju gerbang, tetapi perhatian nya di ambil alih Oleh Riki yang sedang membawa bucket bunga besar ke arahnya.
__ADS_1
Riki mendekat lalu berlutut di hadapan Alisa, tetapi gadis itu hanya diam, ia sudah menebak apa yang akan di lakukan Abangnya itu.
"Ade Cantik. Abang mau bilang sesuatu sama Ade" Ucap Riki memegang salah satu tangan Alisa.
"Ade. Mau tidak Ade jadi pacar Abang Riki.....Abang janji akan berusaha membuat Ade bahagia. Entah kenapa setiap kita bersama, Abang merasakan sesuatu yang berbeda, Dan. Abang sadar, itu semua adalah Rasa Cinta tulus Seorang Riki Febian. Apakah Ade Mau??" Tembak Riki membuat Alisa melongo. Bukan karena ini pertama kalinya ada seseorang mengungkapkan cinta padanya, tetapi karena ia pikir, Riki hanya menganggapnya sebagai Adik. Tapi Ternyata melebihi itu.
Alisa ikut berlutut di hadapan Riki. "Abang?? Alisa tidak rela kalau abang berada di bawah Alisa" Ucap Alisa membuat semua orang yang tengah menatap itu menjadi panas, tak terkecuali Leo yang sedari tadi sudah melihat itu semua
"Karena, Alisa sudah menganggap abang seperti Brother Alisa sendiri....So.....Abang seharusnya sudah mengerti dengan ucapan Alisa" Sambung Alisa mengambil Bucket bunga itu.
Tetapi bukannya Riki berteriak girang, ia malah menyiritkan Keningnya bingung. Walau ia tidak terkenal pintar, tetapi ia tidak bodoh bodoh amat, ketika mendengar ucapan Alisa barusan.
"Jadi, Abang Riki,,,,Bucket bunga ini buat Ade Alisa kan??? Oke. Alisa terima dengan senang hati. Sebagai seorang Abang, wajar kan memberi adiknya bucket bunga??" tanya Alisa pada Semua orang yang tengah melihat keduanya.
Tanpa menjawab sepatah kata pun. Semuanya hanya bisa menangguk seperti orang bodoh ketika melihat senyum Alisa, kecuali para wanita yang malah menatapnya iri, termasuk Sasha dan Friska yang sedari tadi menyaksikan drama yang di buat Riki.
"Jadi kamu nolak Aku?" tanya Riki tak bersemangat.
__ADS_1
Baru kali ini Riki di tolak cewek. Sebelumnya walau banyak yang mendengar kalau dia playboy pun, masih banyak di terima cewek. Tapi Alisa? membuat harga dirinya hancur seketika.
"Aku tidak menolak Bang Riki. Hanya saja aku meninggikan pangkat bang Riki terhadapku!, Memangnya Bang Riki tidak mau menjadi Abangku??" Ucap Alisa dengan nada sedih, sambil mengerucutkan bibir Mungilnya. Beberapa cowok sampai meneteskan air liur nya melihat Ekspresi Alisa.
Tetapi tingkat kehaluan mereka seketika serina, mendengar dehaman dari Sang Ketos yang membuat aturan Jangan mendekati Alisa kalau masih ingin bersekolah di sini, dan jangan sampai Alisa kenapa napa karena kalian. Begitulah Aturan yang di buatnya.
"Barbie?? lebih baik kita pulang" Ucap Leo. Membuat Riki menatap tajam ke Arahnya.
"Gue belum selesai sama Alisa. Lo balik duluan aja. Gue juga bisa anterin dia balik kok" Tutur Riki. Tak ingin kalau Alisa pulang bersama Leo.
"Napa harus nyolot!! Lo gak punya hak!" Tekan Leo.
"Ikh udah deh Bang Riki, Lele sayang!! jangan bertengkar!" Lerai Alisa menarik lengan keduanya agar mengikuti nya.
"Huh. Kenapa kalian bertengkar hem....?" tanya Alisa setelah mereka sampai di suatu tempat sepi.
"Kamii....."
__ADS_1
Bersambung