Penakhluk Hati Sang Cupu

Penakhluk Hati Sang Cupu
Perubahan Sikap Riki


__ADS_3

Dua jam kemudian. Pelajaran bu Miranti telah usai. Sebelum kembali ke kantor guru, Bu Miranti menatap Riki dengan tatapan heran.


'Tumben anak itu tidak membuat masalah. Biasanya dia selalu melanggar janji yang dia buat. Tapi sekarang,,,, ia tidak melanggarnya'Pikir Bu Miranti.


Riki yang merasa di perhatikan itu, langsung menatap bu Miranti dengan Senyum yang memperlihatkan kedua Lesung pipitnya. Membuat Bu Miranti menjadi gelagapan. Dan buru-buru keluar Kelas.


Brukhh.... Suara sesuatu yang jatuh Dari luar kelas.


Dengan Cepat, Riki serta teman teman lainnya menghampiri asal suara itu.


Di sana terlihat Bu Miranti terduduk di lantai dengan posisi yang sangat memprihatinkan. Kakinya berselonjor ria, ujung heels nya patah, dengan buku tebal nan berat yang terjatuh cantik di pangkuan nya.


"hahaha"


Banyak murid menahan tawa melihat gurunya yang terkena musibah. Tetapi tidak dengan Riki, Alisa dan beberapa murid yang lain. Mereka menatap Bu Miranti dengan iba.


Dengan sigap Riki membantu Bu Miranti dengan pelan. Ia meminta tolong Alisa untuk memegang buku yang di bawa Bu Miranti ke dalam kantor tepatnya di Meja Bu Miranti.


"Tolong, Ade bawa ke Kantor ya?" Ujar Riki.


"Iya Kak, Alisa taruh di meja Bu Ranti. Ayo Lol" Ucap Alisa segera meraih buku itu dan memeluknya erat, ia juga meminta teman sekelasnya Lolita Sirani menemaninya ke kantor.


Dengan Sigap Riki menggendong bu Miranti ala brid style Ke dalam Ruang UKS. Karena kaki bu Miranti yang tergilir membuatnya tidak bisa berdiri. Untung saja tubuh bu Miranti masih ramping, jadi Riki masih bisa mengangkatnya dengan mudah.

__ADS_1


Satu sekolah menatap Riki dan Bu Miranti yang terlihat serasih. Tetapi tetap saja, ada yang menggerutu dan mengejek bu Miranti.


Bu Miranti menyembunyikan Wajahnya pada dada bidang Riki, ia Menggerutu terhadap dirinya sendiri yang begitu ceroboh, sehingga terjatuh mengenaskan seperti itu.


Sesampainya di uks. Riki memanggil petugas PMR yang ternyata adalah kakak kelasnya. kakak itu mengobati bu Miranti dengan serius, setelah beberapa pengecekan, akhirnya bu Miranti hanya di sarankan istirahat terlebih dahulu.


"Bagaimana mungkin, guru secantik ibu bisa jatuh dengan cara yang tidak cantik" Riki menggerutu sedikit keras, sengaja!! agar terdengar oleh bu Miranti.


Bu Miranti menatap Riki Gemas, kemudian ia membalas gerutuan anak murid pembuat ribut di kelasnya, eh ralat, maksudnya mantan pembuat ribut.


"Ketika seseorang terjatuh, Ia tidak akan pernah bisa memprediksikan Iki. Kita tidak bisa meminta tuhan membuat kita jatuh dengan cantik" Balas Bu Miranti sambil mengintip nasip Heels baru miliknya yang sangat malang.


Riki beranjak dari kursi. "Kalau begitu,,, tolong beritahu saya bu!. Kenapa ibu Bisa jatuh sampai seperti itu??" tanya Riki penasaran.


"Saya terpeleset, karena heels saya licin. Dan akhirnya patah" jelas Bu Miranti dengan sedikit bumbu kebohongan.


Riki manggut manggut mendengar penjelasan Bu gurunya itu. Lalu menatap bu Miranti dengan tatapan yang susah di artikan.


'Aduh, ini anak jangan-jangan tau. Kalau aku jatuh gara-gara sikapnya yang mendadak baik'batin bu Miranti panik.


Riki menyunggingkan senyum ampuh mematikan untuk lawan jenisnya. Sejenak bu Miranti terpesona, tetapi dengan segera ia menetralkan raut wajahnya.


"kenapa ibu terlihat panik??" tanyanya memancing.

__ADS_1


"Su-sudahlah. Lebih baik kamu keluar dan pergi ke kantin." Usir Bu Miranti memalingkan wajahnya.


"baiklah aku akan pergi, See you next time Bu cantik" Pamit Riki mendekat ke arahnya dan mencuri kiss sang guru.


Cup, satu kecupan singkat mendarat pada pipi kanan Bu Guru Cantik.


Bu Miranti terjingkat dengan kesal menatap Punggung Riki yang berlari menjauh.


"Rikiii........ " teriaknya menggema di ruangan uks. Beruntungnya ruangan itu kedap suara, jadi tidak ada guru yang mendengar teriakan kesal Bu Miranti.


.........


..."kemana Ade cantik itu , ah pasti dia sudah ke kantin duluan. Tapi gapapa deh, yang penting dapat kiss dari bu cantik, Biasanya tidak pernah berhasil" Riku mengulum senyum sumringah, melihat reaksi kaget Bu Miranti. ...


Bu Miranti masih single loh. Usianya masih 22thn. Ia masih setia menjomblo menunggu sampai ada yang serius dengannya.


Riki tidak berniat serius dengan bu Miranti, ia hanya sayang sebagai seorang kakak. Bukannya ia ingin mencuri kesempatan dalam kesempitan, tetapi ia menunjukkan kasih sayang nya pada bu Miranti, begitulah pikirannya.


Dan itu juga karena sikap Playboy cap tengil nya, jadi ia merasa ciuman itu hanya sebatas mainan. padahal yang di cium nafasnya sudah naik turun. Seperti ingin membunuh orang!!!.


'Awas kamu Riki, Kamu akan ibu balas'Gumam Bu Miranti menyeringai.


"Uhuk uhuk uhuk"

__ADS_1


'Ada yang ngomongin gue ya'pikir Riki Overthingking.


__ADS_2