Penakhluk Hati Sang Cupu

Penakhluk Hati Sang Cupu
Alergi


__ADS_3

Maaf Author gak tau, ada atau Nggak orang yang alergi Jeruk. Jangan di bawa serius ya, ini cuma novel....Hasil dari haluan Author, Terimakasih.


Happy Reading


"Tara,,,,Masakan buat Syila sudah siap" Pekik Alisa menunjukkan makanan hasil buatanya dan Bima. Lebih betulnya sih Bima yang buat, Pasalnya Alisa belum biasa masak makanan Indonesia.


Syila menggerakkan lidahnya, dan mengendus aroma masakan itu dengan liar. "Wah Halum!" Pekik Syila. Alisa langsung tersenyum Melihat perbedaan raut wajah Syila.


"Ayo di coba" Ujar Alisa. Membuat Syila tersenyum sumringah sambil mengangguk setuju.


Karena merasa haus, Bima segera meneguk minuman milik Alisa yang tadi di tukar Syila hingga tandas, diam-diam Syila mengamati raut wajah Bima yang berubah pias.


'Hihihi Kak Bima lucu, capa culuh gak buka kacamatanya'Pikir Bocah itu sambil mengunyah makanan buatan Bima dengan lahab.


"Bima, kamu kenapa?? Kok wajah kamu jadi berubah begitu" tanya Alisa memperhatikan Wajah Bima yang terlihat tidak seperti biasa.


Wajah Bima seketika berubah menjadi Pucat Pias, itu lah Efek Alergi Bima Terhadap Buah jeruk Asli, ia akan merasa pusing kunang-kunang dan juga wajahnya seperti orang mau pingsan, Sangat Pucat.....


Refleks Bima berdiri sambil memejamkan kedua matanya menahan Pusing yang ia rasakan, Bima berjalan sempoyongan menuju kamarnya tanpa memperdulikan sekitar. Saat Hendak membuka Knop Pintu, Bima oleng dan hendak terjatuh, beruntung saat itu Alisa langsung menopang sebagian tubuh Bima.


"Biar aku bantu ya?" Pinta Alisa. Bima mengangguk, ia tak kuasa melihat kunang-kunang yang berlalu lalang di depan matanya. Sedangkan Syila hanya asik menonton kedua sejoli yang sedang kesusahan masuk ke dalam kamar Bima.


Di dalam kamar Bima, Alisa langsung merebahkan tubuh Bima pada Ranjang Single Size.


Tanpa sadar Bima menjatuhkan Kacamata tebalnya di hadapan Alisa. Alisa meneguk salivanya berulang kali, Kenapa Bima jadi tampan dengan tampilannya yang acak acakan, sama sekali tidak terlihat cupu nya sama sekali!!. Pikir Alisa membatin.


Bima sedikit melonggarkan pakaiannya, tanpa memperdulikan segalanya. Tanpa kacamata tebal kudanya, dan Rambutnya yang berdiri tanpa di minta.

__ADS_1


'Sumpah Ini Bima kan!!, Kenapa dia tampan sekali'Batin Alisa bermonolog.


Alisa menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan fikiran Buruk yang singgah di kepalanya. Setelahnya ia langsung mencari informasi pada Mbah Google tentang Cara merawat orang sakit mendadak. Karena cita-cita Alisa meneruskan Pekerjaan Papinya, ia sama sekali tidak tahu menahu cara merawat orang sakit.


Setelah tahu, Alisa menyiapkan semuanya. Dari membuat Bubur untuk Bima, sampai membuatkan Teh hangat.


Ketika hendak mengantar bubur ke kamar Bima, Tiba-tiba Alisa melihat Syila tertidur pulas di bawah dengan posisi berbaring berbantal tas sekolah Alisa dengan wajah penuh Bekas makanan tadi.


"Kasihan sekali Syila sampai ketiduran begini, Maafin kakak ya tidak memperhatikan kamu tadi" Ucap Alisa mengelus lembut pipi Syila dengan sepenuh hati dan mengelap bekas makanan itu Menggunakan tisue.


Dengan segera ia meminta Asisten Papi Vicky untuk mengantar Ranjang satu lagi untuk Syila. Sambil menunggu ranjang itu datang, Alisa masuk ke kamar Bima dan menatap Bima yang sepertinya tidak nyaman dengan keadaan.


'Sebenarnya dia kenapa sih?' batin Alisa terus bertanya-tanya sembari menaruh nampan yang berisi bubur dan teh di atas nakas.


Tok tok tok...


"Makasih" Ucap Alisa pada Asisten Papi Vicky, setelah ia menaruh Ranjang kecil itu di dalam Ruang tamu Kecil Bima.


Asisten Papi Vicky mengangguk dan pamit pada Alisa.


Setelah menutup pintu, Alisa menggendong tubuh mungil Syila dan meletakkannya pada ranjang kecil nan empuk itu dan menyelimuti tubuh kecil itu.


Setelahnya Alisa masuk ke dalam kamar Bima, dan melihat Bima terduduk di atas ranjang sambil menatapnya. Sudah lengkap dengan Kacamata kuda nya, dan rambut yang lepek, tidak seperti tadi.


"Kamu tak Apa Bim?" tanya Alisa. Di jawab anggukan dari Bima.


"Ini kamu makan Bubur buatan aku dulu ya, Hmm....kamu boleh menatap ragu, tetapi aku memasaknya mengikuti tutor di Youtube" Jelas Alisa mengambil mangkuk bubur itu dan menyodorkan satu sendok di hadapan Bima.

__ADS_1


Berharap akan di terima satu suapan dari Alisa, tapi ternyata Bima langsung mengambil alih Mangkuk itu dan menyuapi dirinya sendiri.


'I'ts Okey' Batin Alisa dengan senyum tertulus.


"Pas kok makanannya, Thanks" Ucap Bima seperlunya, diangguki Alisa.


"Syila kemana??" tanya Bima di sela-sela makan nya.


Alisa menatap Bima yang juga sedang beralih menatapnya. "Dia tidur di depan" Jawab Alisa jujur.


Dengan Cepat Bima segera menaruh Mangkuk bubur itu dan berniat keluar menghampiri Syila. Tapi tiba-tiba saja rasa pusing itu menghampiri nya, membuat sang empu mau tak mau harus duduk kembali pada pinggir ranjang.


"Eh eh. Kamu Istirahat saja dahulu, aku yang akan mengurus Syila.....kamu tenang saja, dia akan merasa nyaman di depan". Alisa menahan pergerakan Bima agar tak bangkit.


"Em. Sekali lagi thank, aku sudah merasa lebih baik. Jangan terus terusan memelukku" Ujar Bima membuat Alisa tersadar lalu tersenyum.


"Gapapalah, lagian kamu kan Calon pacarku" ucap Alisa ceplas ceplos.


Bima tak menghiraukan Alisa, ia hanya menatap datar.


'Siapa sih kamu sebenarnya, kenapa kamu begitu manis dan tampan. Seperti nya kamu tak ingin semua orang tahu tentang wajah kamu yang sebenarnya' Pikir Alisa. Ia terus memandangi wajah Cupu Bima.


Bima yang merasa di perhatikan pun hanya cuek bebek.


'Kenapa dia memandangi wajahku terus, apakah wajah buruk ini membuatnya Terpesona'Batin Bima.


'Atau dia tadi melihat wajah tanpa kacamata ku'Bima menatap Alisa menelisik, mencari celah pandangan Alisa yang masih tersenyum manis ke arahnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2