Penakhluk Hati Sang Cupu

Penakhluk Hati Sang Cupu
Fuck You


__ADS_3

Di sisi lain......


Alisa sedang duduk termenung di meja kantin . Ia begitu heran dengan semua lelaki di sekolah ini. Apakah sekarang ia sudah tak secantik waktu SMP, Sampai-sampai tidak ada yang menyapanya sama sekali.


Mereka terus saja mengirim surat cinta, tetapi mereka tidak menunjukkan Sikap suka mereka pada Alisa, Seperti pertama kali ia masuk.


Alisa menghembuskan nafasnya kasar, lalu menatap ke sembarang arah. Sampai pada akhirnya manik matanya menemukan sebuah berlian yang sangat berharga.


Ia menghampiri Berlian itu dengan girang. Tumben sekali berlian itu main ke kantin, pikirnya.


"Haloo,,, sendiri aja" Sapanya.


Berlian itu mendongak sebentar ke arah Alisa, lalu ia mengangguk. "Aku gabung,, boleh tidak" Tanya Alisa.


Lagi-lagi ia hanya mengangguk.


'Kenapa saya ngangguk terus dari tadi, sepertinya ada yang salah'batin Bima.


Alisa duduk di sebelah Berlian itu, yang tak lain adalah Bima, targetnya untuk mendapatkan uang. Masih sebulan lagi Alisa!!!.


"Udah pesan makanan belum?", tanya Alisa menatap bola mata Bima.


Karena merasa dirinya sedikit aneh, akhirnya Bima hanya diam tak menanggapi.


"Bibim punya rasa tidak sama Alisa" Tanya Alisa polos dengan mata yang penuh harapan.


Bima melirik dengan dingin. Lalu setelahnya ia meminum jus kesukaannya.


'Owh jadi Bima suka jus avocado' Batin Alisa sambil tersenyum.


"M,, ba..." Panggil Alisa, pada Mba Pemilik kantin dengan sangat Ragu. Karena ia tidak bisa berkata 'Mba' dengan jelas.


"Iya, ada apa adek cantik?"


"Aku mau Minuman sama kayak punya Bima!" Ucap Alisa menunjuk minuman Bima.


"Oke saya buatkan dulu ya Dik".


Setelah membayar dan minuman itu datang. Alisa mencoba menyesuaikan Rasa baru itu dengan lidahnya. Karena Alisa tidak begitu menyukai Avocado sebenarnya.


'Rasanya pahit, aku tidak suka' ucap Alisa dalam hati, sambil mengembungkan pipinya lucu.


'Ni cewek aneh banget si. Cantik-cantik, tapi malah ngedeketin gue. Bener-bener beda dari yang lain'batin Bima.


"Bima!!" ucapnya bergelayut manja di lengan kekar Milik Bima.


Bima menoleh ke arahnya dengan dingin.


"Aku cantik gak?" tanya Alisa konyol.

__ADS_1


"Kalau kamu bilang aku cantik. Nanti,,,,, aku kasih kamu mobil Sport kesukaanku". Melendetkan wajahnya di pundak Bima mesra.


Tetapi ingat,,, Bima juga beda dari cowok yang lain. Ia sama sekali tidak melirik Alisa. Memang.....ia membiarkan Alisa bergelayut padanya, tapi ia sama sekali tidak merespon.


"Yah......bidadariku sudah ternodai"


"Gara-gara si ketos, gue gak bisa deketin putri dongeng gue"


"Cewek gue"


"Sini bersandar sama Abang aja, Mau bersanding di pelaminan juga gapapa, Abang rela"


"Pacar gue"


"Calon istri gua"


"Milik guaa"


"Pengen gue kasih ****** deh!"


"Kenapa bukan gue!!"


Begitulah Acting para Buaya ketika melihat adegan mesra Bima dan Alisa.


Tiba-tiba Semua buaya terdiam ketika melihat Leo datang.


"Alisa!!" panggil Leo.


Tapi menurut Leo, itu akan sangat menggemaskan. Di tambah lagi kalau saja Alisa Barbienya bertanduk pony.


"Kenapa, ganggu aku aja" Alisa mendelik kesal ke arah Kakak Angkatnya itu.


Padahal Leo menganggap Alisa lebih dari Adek lo.


"Kamu tidak ingin menjenguk teman, yang sedang terkena musibah.....Kalau tidak mau,,, ya sudah". Jelas Leo, dan berpura-pura berjalan ke lain arah.


Alisa menarik sabuk yang terlilit di pinggang Leo dengan kasar.


"Eh eh...kan jadinya berantakan Lice!" Adu Leo menunjuk Sabuknya yang terlihat miring ke kiri.


"Iya iya, aku benerin" Jawab Alisa sambil mendekati berniat memperbaiki sabuk Leo.


Lagi-lagi Leo di buat bingung dengan tingkah polos Alisa, mau maunya anak itu memperbaiki sabuk di celananya itu.


Dengan cepat Leo menepis lembut tangan Alisa, sebelum tangan itu ternodai karena memegang sesuatu yang tak seharusnya.


Apa lagi posisi mereka yang terlihat sangat mendukung. Alisa yang duduk di kursi, dengan Leo yang berdiri berhadapan dengan Alisa.


Para Readers bayangkan saja. Posisi pasnya. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜†

__ADS_1


Alisa mengerucutkan bibirnya. "Kenapa si,,,,,kan Alisa yang rusakin. Jadii biar Alisa yang benerin Lele Sayang!!" tekan Alisa berusaha merebut posisi Leo yang sedang melepas sabuknya.


"No no, biar aku saja" Tolak Leo memasang sabuknya kembali, Ia tidak menghadapkan langsung ke hadapan Alisa, Ia berbalik menghadap tembok. Karena ia juga takut mata Alisa dan seluruh penghuni kantin, melihat hal itu.


Setelah selesai, Leo menggandeng tangan Alisa agar, gadis cantik itu mengikutinya.


"Bentar, aku izin sama Bima dulu dong. Bim.... " Ucapan Alisa tercekat, melihat kekosongan di kursi sampingnya.


Karena malu Alisa langsung menarik Leo keluar kantin.


.........


"Hahaha" tak berhenti-berhenti, Leo tertawa. Dengan Alisa yang jalan bersejajar dengannya sambil menghentakkan kakinya kesal.


"Sudah lah Lele, Alisa tidak tahu. Kalau Bima sudah pergi!. Itu juga salahmu, aku jadinya malu" Menunjuk Leo dengan jari tengahnya.


Seketika Leo terdiam memperhatikan jari yang Alisa gunakan untuk menunjuk dirinya.


"Baik-baik, aku diam" Leo akhirnya mengalah, karena tak ingin Alisa ngambek dengannya.


Alisa menurunkan jari **** You nya itu. Sampai tak terasa mereka sudah sampai di uks.


Cklek Leo, membuka knop pintu,


Terlihat Dua beo sedang tidur dengan tenang, Ada Amelia dan Citra yang menunggu keduanya.


"Lama amat si lu lele, manggil Alisa doang aja gak becus" ketus Amelia.


"Sory-sory, ribet amat deh lu" Balas Leo sinis.


"Wah kalian berempat terlihat seperti Double Beloved" Ucap Alisa jujur.


"Ha?" keduanya mendadak cengo, mendengar tuturan Alisa.


"Iya,,, kekasih ganda, atau dua kekasih" jelas Alisa tersenyum.


Lalu ia menunjuk Mereka berempat sesuai pasangan yang cocok menurut Alisa.


"Hmmm..... Citra sama Brayen, Amelia sama Randy. Sangat serasih". Mereka semua tidak mendengarkan Alisa lagi. Tapi mereka memperhatikan jari **** You Alisa yang di gunakan untuk menunjuk mereka.


"Apakah Alisa masih polos cit?" tanya Amelia pada citra.


Citra menatap kembali Amelia. "Entahlah, aku tidak yakin dengan hal itu" Balas Citra seperti orang linglung.


"Atau kita yang terlambat!"


"Entahlah, aku mendadak bodoh" menunjuk kepalanya sendiri.


""Ha?? Kalian kenapa""

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2