Penakhluk Hati Sang Cupu

Penakhluk Hati Sang Cupu
Sintya Dea


__ADS_3

"Om...." Ucapan Leo tercekat, karena Vicky segera menarik pergelangan tangan Leo dengan kasar.


Vicky membawa Leo ke dalam Sebuah pintu kecil. Ketika membukanya, alangkah terkejutnya Leo, ternyata Di dalamnya bukan hanya tempat kecil. Melainkan sebuah markas besar, bahkan melebihi besar rumah Leo.


Mata Leo terbelalak kaget melihat Pemandangan yang baru ia lihat pada hari ini, jam ini, menit ini, dan di detik ini.


Di Markas itu Banyak orang berbadan besar nan Gagah yang berlatih. Entah itu Meninju, berlari, Memanah, dll. Yang Leo tak tahu apa itu namanya.


"Om tempat apa ini???" Tanya Leo bingung, Ia menatap heran pada Vicky.


Vicky kembali menatap manik mata Leo, Ia sama sekali tak melihat raut ketakutan dari wajah Leo. Dan itu malah membuatnya mengeluarkan Seringai.


"Kamu Cocok berada di sini Leo. Kita akan menjalankan sebuah Misi" Ucap Vicky dengan tegas.


.........


"Sayang, kamu kenapa sih. Kok mondar-mandir" tanya Bunda Dini heran, melihat putrinya yang berjalan mondar-mandir bak Setrika pakaian.


"eumm... bunda, Alisa boleh minta izin tidak" Mohon Alisa menatap Bundanya berharap.


"Mau kemana memangnya!" tanya Bunda Dini merubah gaya bicaranya menjadi sedikit tegas.


"Jalan jalan saja bun,,,,sama Mang Jajang kok" Ucap Alisa.


"Baiklah, Asalkan jangan sore-sore ya pulangnya"


"Oke bunda makasih" Balasnya tersenyum. sambil berlari keluar rumah.


Bunda Dini tersenyum menatap kepergian putrinya, lalu tak sadar air mata menetes di pipi mulusnya.


'Aku bukan Ibu yang baik untuk Alisa. Biasanya kalau mau pergi ia akan mencium punggung tanganku, bahkan mencium pipi. Tapi sekarang tidak lagi.' batin Bunda Dini sedih.


"Ibu kenapa??" tanya Art.


Bunda Dini segera mengusap Air asin itu dan tersenyum cantik. "Gapapa Bik. Saya permisi" Ujar Bunda Dini dan berlalu pergi.


.........


"Mang,,,, ayo antarkan Alisa ke kantor Papi sekarang!!" Ujar Alisa pada Mang Jajang.


"Baik Non Alisa" Jawab mang Jajang dan bergegas menjalankan mobilnya.


Sesampainya di sana Alisa langsung turun dari mobil dengan Pakaian Senyamannya.


Kedatangan Alisa mengalihkan perhatian semua Orang yang Berada di Perusahaan itu. Bahkan banyak yang menatap Alisa dengan tatapan kagum.


Klotak klotak klotak.


Suara Heels Alisa nyaring terdengar di setiap langkah kakinya.


"Permisi kak. Saya ingin bertemu dengan Pak Vicky, apakah bisa?" tanya Alisa pada Wanita penjaga Ruangan depan, atau yang biasa di sebut resepsionis.


"Apakah sudah membuat janji ya Dik" Balasnya Pelan. Ia sadar kalau Alisa pasti lebih muda di banding dirinya, apalagi ketika melihat wajah Alisa Beuhhh Damage nya Bukan Maen....


"Belum sih,, Apakah beliau sedang sibuk kak!" tanya Alisa lagi. Alisa masih tak ingin membeberkan fakta kalau dia adalah anak kandung Vicky Dennis Damara. Karena setahu orang orang, anak Sematawayang Vicky masih Di London bersama Grandpa nya Damar Arthur Prasetya.


"Beliau sedang Pergi Dik, jika ingin bertemu bisa menunggu di sini" Ujarnya menunjuk tempat duduk, yang di tempati para tamu Papi Vicky yang sedang menatap Alisa sambil tersenyum senang. Entah Apa yang merasuki mereka semua. Seandainya mereka tahu kalau Alisa adalah anak Papi Vicky, pasti Mereka tidak akan berani menatap dirinya.


"Euumm....tidak kak, Biar saya yang akan membuat janji dengan beliau saja. Permisi.. " Pamitnya sambil bergidik ngeri, melihat tatapan lapar dari tamu-tamu itu.

__ADS_1


Brakkk.....Alisa menutup pintu mobil dengan keras. Sehingga membuat Mang Jajang yang tadinya tertidur langsung Bangun karena terkejut.


"Ada apa Non!!" paniknya seperti orang kesetanan.


"Bukan apa-apa, Ya Sudah.....Mang Jajang tidur saja lagi. Alisa mau nelfon Papi dulu!" Ujarnya dengan nada Kesal.


Ia mengetik nomor Papi Vicky, dan mendekatkan Telinganya Pada Ponsel.


Tut tut tut,,, Telefon tersambung. Tetapi tidak di angkat oleh sang pemilik Ponsel.


Sampai Tiga kali panggilan, baru Di angkat Oleh Papi Vicky.


"Papii, kemana aja sih. Di telfonin lama banget angkatnya, di datangi malah tidak tahu kemana perginya" Omel Alisa.


"Sampai-sampai ya, banyak yang mau deketin Alisa, gara gara Papi Lama!!!" Sambungnya tanpa memberi jeda.


"Papi tahu tidak, Alisa itu di pelototi sama tamu tamu penting papi loh!!!, Ikh papi mah"


^^^"Kalau kamu tidak memberi papi jeda, bagaimana papi mau menjawab sayang!!!" Ujar Papi Vicky.^^^


"Lima menit, ayo jelaskan" Gertak Alisa seperti emak kos, pada anak Kostnya yang terlambat membayar


^^^"Baiklah sayang....Papi sedang Meeting mendadak Di luar kota, Di sini banyak kendala sayang!, So.....papi Belum bisa kasih kabar kalian tadi!. Tapi papi Usahakan akan pulang Malam ini, Oke sayang!!!" Jelas Papi Vicky melembutkan Bicaranya, agar Alisa tak curiga.^^^


"Oke, Sebagai anak yang baik. Alisa akan melupakan hal itu,,,,, dengan satu Syarattt.....Alisa harus di bolehkan main main sampai malam. Entah apapun itu Papi Harus membujuk Bunda agar bunda tidak mencemaskan Alisa" Ucap Alisa.


^^^"Apapun itu buat Alisa akan Papi Usahakan. Tapi tolong Maafin papi ya sayang!"^^^


"Baiklah. Alisa memaafkan papi, Papi tidak perlu Khawatir karena Alisa Pergi bersama Mang Jajang" Ujar Alisa tersenyum penuh kemenangan.


^^^"Iya sayang...Semoga kamu tidak Mengecewakan papi mu ini" Ucap Papi Vicky menasehati.^^^


^^^"Too Darling!"^^^


.........


Setelah Bernegosasi Dengan Sang Papi. Alisa menyuruh Mang jajang menjalankan Mobilnya ke tempat Kosan Bima. Ia benar benar rindu dengan wajah Berkacanata itu.


Sesampainya di sana ia langsung keluar mobil, di sambut dengan Syila yang menghampiri nya dengan manja.


"Kak Aliss. Ila angen!" Ucapnya Menghampiri Alisa dan memeluknya.


Alisa merekuh tubuh mungil itu dan menggendongnya.


"Syilaa, kamu lari kemana sayang!!" Ujar Wanita muda, berkisar dua puluh dua tahunan.


"Mamah" ucap Syila melambaikan tangannya pada wanita itu. Wanita itu menghampiri mereka berdua.


"Syila, kamu jangan lari larian dong. Owh iya, makasih ya Mba udah temuin anak saya" Ucapnya tersenyum tulus pada Alisa.


"Iya kak. Sama-sama, ini tadi Syila yang langsung datangin saya di sini" Ujar Alisa tersenyum ramah.


"Hmm...Syila itu emang kebiasaan, kalau liat orang cantik langsung di datangi"


"Nama mba siapa?" tanya Mamah Syila.


"Nama saya Alisa kak, Panggil saja Alisa. Saya masih SMA" Alisa memperkenalkan Diri.


"Ooh masih SMA, saya kira sudah kuliah" Ujarnya tersenyum kikuk.

__ADS_1


Syila meronta dari gendongan Alisa dan segera bergabung dengan teman teman lainnya yang sedang bermain. Alisa bingung, Syila adalah anak yang sangat bersih dan terawat, tetapi ia sama sekali tidak membedakan dirinya dengan temannya yang lusuh dan kumal. Berarti Kakak Ini mendidik Syila dengan sangat baik.


"Ayo duduk di sana" Wanita itu mengajak Alisa untuk duduk di kursi.


"Kenalin nama ku Sintya Dea biasa di panggil Dea"


"Halo kak Dea, salam kenal ya".


Dea hanya tersenyum. Mereka berdua sama sama cantik, hanya saja, kalau Alisa cantiknya bercampur Bule bule gitu. Kalau Dea benar benar geulis, asli Produk Indonesia. Hihihi, ^o^


"Syila sangat cantik, Sangat mirip dengan Kakak" Ujar Alisa.


"Kamu bisa aja,"


"Papa Syila lagi kerja ya kakak??" tanya Alisa, seketika membuat Dea menundukkan pandangannya.


"Papa Syila sudah Pergi entah kemana, Semenjak dia tahu Aku mengandung Syila, dia pergi tanpa kabar, dan meninggalkan kita berdua" Jelas Dea menangis terisak.


Kemudian ia mengelap Air mata yang jatuh di pipi Mulusnya. Wanita muda anak satu itu ternyata menghidupi Syila seorang diri, tanpa sang Suami.


"Maaf,,,, Alisa tidak tahu. Tetapi Syila tahu kalau........." tanya Alisa tak sanggup melanjutkan Ucapannya, karena ia merasa sangat keterlaluan membuat Dea sedih.


"Syila hanya tahu, kalau papa nya sedang kerja jauh di luar negeri. Dan Syila adalah hasil dari Kesalahan yang kami perbuat Lis hiks hiks". Curhat Dea, selama ini. Ia selalu diam ketika dia di caci maki dan di cemoh, ia tak pernah membela dirinya sendiri, Bahkan ketika dirinya di Usir dari Panti asuhan tempat tinggalnya sedari kecil.


"**Aku sedari kecil tinggal di Panti Asuhan, Tanpa tahu siapa orang tua kandungku.......Sampai aku besar dan Kesalahan ini terjadi. Membuat aku di usir terang terangan oleh pihak panti.


Entah dendam apa yang mereka miliki padaku. Sampai akhirnya aku melahirkan anak ini dengan bantuan seseorang. Ia membiayai persalinan ku, dan menghidupiku dan Syila selama Dua bulan, sampai aku benar benar pulih.


Setelah itu dia menyewakan Baby sister untuk Syila selama lima tahun. Lelaki itu selalu datang setiap bulan untuk mengunjungi kami. Bahkan sampai sekarang,,,, sebenarnya dia akan memberikan apapun untuk kami, tapi selalu ku tolak. Karena dia juga sudah memberikanku pekerjaan yang layak, untuk bisa menghidupi kami berdua sampai sekarang**" Jelasnya Panjang Lebar, Alisa setia mendengarkan sambil mengusap Lembut punggung Dea yang bergetar hebat.


"Lelaki itu sangat baik Lis, Aku tidak bisa membalas kebaikannya. Aku juga tak tahu, kenapa dengan mudahnya aku berbicara masalah pribadiku padamu. Padahal sebelumnya aku tak pernah bisa mengeluarkan masalahku pada orang lain,,,,, bahkan sahabatku sendiri!!" Ujarnya Menatap Alisa lekat.


Alisa pun memeluk Dea erat, tanpa sadar cairan bening pun keluar dengan sendirinya. "Hiks, kakak harus kuat,,,, demi Syila. Aku yakin Kak Dea bisa melewati ini semua, sampai akhir cerita ini berbunga dengan indah" Ucap Alisa dengan suara Kelu. Ia pun merasakan apa yang di ceritakan Dea, ia pun merasa Turut berduka cita. Dengan Musibah yang menimpa Dea. Secara berturut turut.


Dea melepas pelukan mereka dan menatap Alisa dengan harapan. "Tolong jangan pernah sebar masalahku ini Pada siapapun, karena tidak semua orang mengetahui masalahku"


"Iya, Aku akan menjaganya kak. Asal kakak Tahu, aku juga sangat menyayangi Syila. Jadi aku tidak akan melakukan sesuatu yang akan membuat Syila celaka" Jelas Alisa sembari mengusap Cairan di wajah Dea.


"Maukah Kamu menjadi sahabatku Alisa!' Dea memberikan jari kelingking nya.


Dengan cepat Alisa mengangguk, dan mempersatukan kelingking mereka. Lalu setelahnya mereka tertawa bersama.


"Dea, aku akan menjadi sahabat sekaligus Keluarga untukmu, dan Aunty untuk Syila" Ujar Alisa.


Dea memeluk Alisa, ia sangat terharu dengan Ucapan Alisa barusan.


"Makasih, aku berjanji akan menjadi kakak sekaligus sahabat yang baik untukmu"


Alisa tersenyum Dalam pelukan Dea, Selama ini Alisa tidak pernah merasakan kasih sayang sanak saudara. Karena ia, Bunda, dan Papinya adalah anak tunggal.


Bersambung.....


Baru kali ini loh Author nulis Bab Sepanjang ini. Minta Like, Vote, dan Favorit nya dong.....


"Pala kakak kakak, Om, om, unty, Unty cemuanya. Ila minta pote nya dong....Bial Uthol nya Cemangat Nulisnya ^ฯ‰^". (Syila)


"Oke Babay, Ummah" ๐Ÿ˜˜


__ADS_1



__ADS_2