
"Halo"
"Alisa" Ucap Seseorang di balik telefon Alisa.
Alisa menjauhkan ponselnya dengan Otaknya yang terus bertanya-tanya, "Siapa ya, kok kayak kenal".
"Halo" tanyanya lagi.
Alisa segera tersadar dan mendekatkan Ponselnya di telinganya kembali.
"Siapa ya, Sepertinya kita pernah berbicara sebelumnya. Suara Anda tidak asing di dengar!" Ujar Alisa memberi penjelasan.
"Hmm....Apakah kamu melupakan Seseorang yang memberikanmu Ticket ke London?" Jelas Orang itu. Membuat Alisa seketika Flashback dan berusaha mengingat Siapa yang tengah menelfonnya saat ini.
"Kak Ramon!" Pekik Alisa tak ingat tempat, karena saking terkejutnya, ia lupa kalau dia sedang di hukum gurunya, karena Panggilan Telefon dari Ramon.
Ceklek....Pintu kelas kembali di buka. Memperlihatkan wajah memerah Milik Guru Galak yang tadi mengusir Alisa.
Alisa meneguk salivanya beberapa kali hingga tak terasa. Guru itu menatap Tajam Alisa.
Rose Garlinata, Seorang guru Fisika yang terkenal galak nan Sadis di sekolah ini. Dengan tampang yang sebenarnya manis kalau di pandang. Seperti Gulali. Tetapi karena Kegalakannya membuat semua itu sirna tak terlihat.
"Kenapa kamu masih berisik di sini!!!" Ucap Bu Guru Rose dengan penekanan yang penuh hikmat.
Alisa tanpa sadar mematikan panggilan itu sepihak, sebelum Rose datang menghampiri nya.
"Maaf bu, tadi saya kaget ada Jump Frog di kaki saya!" jelas Alisa berbohong.
Rose menyiritkan keningnya, dan menatap Alisa tajam. "Frog??, benda apa itu!" Tanya Rose pada Alisa.
__ADS_1
Alisa mencoba berfikir arti dari hewan itu, lalu otak cerdasnya mengatakan bahwa arti dari Frog adalah Katak.
"Maksud saya, tadi ada katak yang meloncat di kaki saya!" Ucap Alisa dengan ragu. Tetapi seketika ragu itu hilang ketika melihat Bu Rose naik dan berdiri di atas Kursi di depan kelas sambil berjinjit jinjit.
Alisa melongo tak percaya, melihat tingkah laku bu Rose yang terlihat seperti anak-anak. "Jauhkan Katak itu dari hadapan saya sekarang!!!" Teriak bu Rose mengundang Satu kelas Alisa keluar untuk mengintip, ada yang lewat jendela, ada yang langsung keluar dari kelas.
"Ibu kenapa?" tanya Riki mendekati keduanya, berniat menyelamatkan Alisa.
"Hiiii,, Riki.....Cari katak itu dan kubur dia hidup-hidup. Ibu tidak mau ada satu katak pun yang berkeliaran di Sekolah ini!!" Rengekan Bu Rose terdengar sangat Manis, walau wajahnya masih menyeramkan.
"Ibu menyuruh saya, mencari katak?" tanya Riki heran, pasalnya ia berfikir masak ada katak di kramik. Kan sangat mustahil.
"Iya buruan!!! Hey anak bule Cantik? Bantuin Riki.....kamu harus mendapatkan katak itu, kalau tidak akan saya hukum kamu!" Peringatan diberikan pada Alisa yang mengangguk setuju.
Bu Rose turun dan berjalan sambil berjinjit sambil mengawasi jalan di sekitarnya. mana tau nanti ada katak lagi, begitulah pikirannya.
"Kalian semua masuk kelas, jangan ada yang berkeliaran sampai mereka berdua menemukan katak yang meloncat di kaki si Bule tadi!" Menunjuk Alisa dan Riki. Dan berjalan meninggalkan murid-muridnya.
"Kamu jahil!"
Blush... Deg deg deg
Suara jantung Alisa berdegup kencang.
Wajahnya mendadak memerah seperti kepiting rebus. Bukan karena salting atau pun baper. Alisa hanya malu, bahkan sangat malu terhadap Riki.
Ia ketauan tengah berbohong dan menjahili Bu Rose, Alisa sangat malu hingga menundukkan kepalanya.
"Alisa tadinya tidak berniat Jahil pada Bu Rose, tapi karena mencari alasan yang tepat, jadi Alisa menggunakan Alasan yang tak masuk akal itu!" Jelas Alisa memanyunkan bibir Kecil nan sensual nya.
__ADS_1
Riki menggelengkan kepalanya, ia baru sadar kalau Alisa adalah murid baru, pastinya ia tak tahu tentang Phobia Bu Rose. Phobia terhadap jenis hewan yang bertekstur lembek dan lentur seperti katak dan sejenisnya.
"Ade jangan nunduk gitu dong , Abang gak bermaksud memarahi ade kok. Abang hanya meledek Ade saja. Jadi jangan di bawa ke hati ya". Ucap Riki dengan nada Bicara sehalus mungkin agar Alisa luluh, dan tak bersedih. Ia tahu Gadis di hadapannya ini sangatlah manja, karena itu, Gadis seperti Alisa tidak bisa di kasari.
"Alisa Pikir, kakak marah sama Alisa!" Ujar Alisa masih setengah cemberut.
Riki menggeleng kuat dan tersenyum memperlihatkan kedua lesung pipinya. "Abang tidak marah sama Ade, hanya gemas saja, ternyata ade cantik sudah pandai menjahili orang ya" Ucapnya sambil menjawil pelan Ujung hidung Alisa yang mancung.
Alisa tersenyum manis, baru kali ini ia tersenyum tanpa beban, selain dengan Leo. Riki terpana, ia Akui Alisa memang gadis di depannya ini cantik dan sempurna. Untuk mendapatkan gadis secantik Alisa tidak akan mudah pastinya, Riki tetap harus siap siaga kapanpun, jikalau ingin memilikinya.
"Yasudah, sekarang kita cari Katak di Selokan belakang sekolah. Lalu kita kubur dia hidup-hidup seperti yang di perintahkan ibu Rose galak itu!!" Ucap Riki tanpa sadar di akhir kalimatnya ia mengejek Ibu Rose.
"Baiklah, Ayo kak" Ketika Alisa hendak melangkah, Riki menghentikan pergerakan nya.
"Panggil aku Abang atau Bang. Jangan kakak lagi, Biar terlihat berbeda dari yang lain!" Ujar Riki tersenyum genit Pada Alisa.
Alisa pun hanya mengangguk gemas. "Iya Bang Riki!" Ucapnya Lalu berjalan mendahului Riki.
'Ah mimpi apa gue semalem, di panggil abang sama ni bocah' Batin Riki bersorak dalam hati.
.........
Mereka bersusah payah mencari seekor katak, karena Selokan itu sudah di bersihkan. Dan pastinya tidak akan ada katak di sana!.
"Aih Bang Riki cape nih" Keluh Alisa pada Riki. Padahal yang bertugas mencari hanya Riki, tetapi kenapa Alisa yang lelah.
"Iya Abang ke situ...." Berjalan melewati Pinggir selokan dengan hati-hati dan Byurr.....
Sesuatu terjatuh pada Empang sekolah...
__ADS_1
Bersambung...