Penakhluk Hati Sang Cupu

Penakhluk Hati Sang Cupu
Berita Viral


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Amelia Datang ke Rumah Alisa, pada Pukul 05:00 Am. Sesampainya di sana ia langsung masuk ke dalam rumah itu tanpa permisi. Tetapi Art Alisa tidak mempermasalahkan karena Amelia sudah sering datang.


"Assalamualaikum Tante!" Amelia menerobos masuk ke dapur.


"Eh. Wa'alaikumussalam" Dini terkejut mendengar suara seseorang, dengan refleks ia menjawab salam itu.


"Tante...Alisanya ada?" Tanya Amelia sembari celingukan, ia khawatir kalau Alisa sudah tak berada di rumah.


"Eumm....Alisa udah berangkat, entah kenapa tumben sekali. Katanya ia akan mendaftar Ekskul di sekolah, begitulah pamitnya" Jelas Dini, Membuat Amelia mendadak panik. Ia pun segera pamit pada Dini untuk Berangkat sekolah juga.


"Yah... Baru saja mau mengajak makan bersama, eh main pergi saja" Gerutu Dini melihat jejak Amelia yang sudah menghilang dari penglihatan nya.


.........


Amelia menyebrangi Koridor sekolah berniat mencari Alisa. Ia yang biasanya ramah pada Petugas Pembersih sekolah, sekarang hanya Melirik tanpa berniat membalas sapaan mereka atau sekedar menyapa.


"Kemana sih dia!!, Nanti gue Kena amuk Leo kalau begini ceritanya!" Gerutu Amelia di sepanjang perjalanannya.


.


Sedangkan Alisa sekarang Berada Di Amanda Salon Untuk creambath And Manicure Pedicure.


"Tidak pernah menyesal saya Perawatan di sini Miss" Ujar Alisa. Pasalnya ia sudah pernah datang perawatan sebelumnya di sini, dan pelayanan nya sangat memuaskan.


"Thank You Mrs. Tugas kami di sini memang harus menyenangkan dan memuaskan para pelanggan kami" Jawab Seorang Pelayan lelaki yang melambai. Walaupun Begitu Alisa sangat puas di Layani oleh Badut setengah Boneka itu. Cara kerjanya sangat bagus dan Profesional.


Satu Setengah jam kemudian. Alisa melihat jam di poselnya yang tertera sudah Pukul 06:30 AM.


'Hmm...sangat memuaskan, dan ini sudah Waktunya aku berangkat ke sekolah'pikir Alisa.


Alisa pun membayar tagihan itu dan segera memesan taxi untuk mengantarkan nya ke sekolah.


.........


Alisa berjalan santai memasuki area sekolahnya. Ada beberapa kakak kelas yang datang menghampiri nya.


"Bagaimana menurut lo?, Apakah sekarang masih betah menampakkan diri di sekolah ini!" Ucapnya sambil merangkul Pundak Alisa.


Alisa menatap kakak kelas yang merangkul pundaknya dengan senyuman. "Aku betah kok sekolah di sini. Thank kak udah perhatian". Balasnya, Alisa salah sangka, ia berfikir kalau kakak kakak itu menanyakan keadaannya di sekolah ini, padahal sebenarnya Ia berniat menjatuhkan mental Alisa.

__ADS_1


Mereka berdua saling tatap dengan artian heran bin bingung. "Lo gak denger berita viral tentang lo!" Pekiknya melepaskan rangkulan itu.


Alisa menggeleng kuat, ia sama sekali tak mengerti dengan ucapan Salah satu kaka kelas nya itu.


"Jelasin Fris!!"


"Ha,,, jelasin apaan Sas??" tanya kakak kelas yang satunya.


Tok...Kakak kelas yang bernama Sasha itu Mengetuk keras kepala temannya sampai terdengar suara. Alisa meringis membayangkan bagaimana rasanya ketika di ketuk sekeras itu.


"Anj*r lu sash, main ketok aja....Sini gue bales lo!" Ujarnya mengejar Sasha yang berlari menghindar. Mereka terlihat seperti Tom And Jerry. Berlari kesana kemari, yang satunya mengejar, yang satu menghindar.


"Stoopppp!!!" Alisa melerai keributan, karena sekarang banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka bertiga.


Sasha dan temannya Friska menatap Alisa dengan tajam. Tetapi Alisa tidak terlalu memperhatikan itu, ia malah memaksa tangan mereka berdua untuk bertautan.


"Eh eh...apaah sih" Gerutu Sasha, tak terima tangannya di sentuh.


"Ishh...Ngapain lo" Dumel Friska tak ingin tangannya bersalaman dengan Sasha.


"Kakak kakak yang cantik. Kalian itu berteman kan, jadinya harus akur terus okey" Ujar Alisa menasihati. Padahal dia sendiri juga sedang marahan dengan Amelia. Eh ralat Alisa deng yang sedang marah...


Ctang... Ctang... ctang..


Suara Notif Ponsel Sasha. Sasha melepaskan tangannya dari friska dan segera meraih ponselnya dengan wajah sumringah.


Setelah membuka isi ponsel itu, alangkah terkejutnya ia saat mengetahui apa yang membuat ramai Ponselnya.


'Kenapa bisa jadi begini sih'Batinnya panik. Berusaha mencari Tombol dengan tulisan DETELE. Tetapi tak kunjung di temukan.


"Kenapa Sash?" melihat temannya panik, Friska ikutan cemas melihat wajah Sasha yang pucat pasi. Entah apa yang di lihatnya.


"Kenapa kak, Kakak sakit yah?" Timpal Alisa mengamati wajah Sasha yang tidak enak di lihat.


'Whatt....kenapa gini siii'Lagi-lagi Sasha membatin dengan tatapan panik dengan tangan yang setia mengotak atik Ponselnya.


Tiba-tiba Ada Cewek yang berlalu di hadapan mereka. "Lo Open B* ya. Kalo mau laku, langsung di C*f* malam aja. Pasti banyak peminatnya" Ujarnya Menatap Sasha dengan jijik.


'Ada apasih sebenarnya, kenapa tiba-tiba kakak itu berbicara seperti itu'Pikir Alisa dengan kening berkerut.

__ADS_1


"Sash,,, kenapa sih lo. Cerita dongs!" Friska tak sabaran, ia juga ingin tahu sebab dari wajah Pucat Sasha. walaupun tadi ia begitu kesal dengan Sasha, tetapi Kalau Sasha dalam masalah ia tak mungkin membiarkan Sasha menjalaninya sendirian.


"Kak....kakak kenapa. Kalau ada masalah Bisa berbagi cerita ke kakak Fris...atau ke Alisa juga boleh" Alisa memanggil Friska fris karena ia tak tahu nama Aslinya.


"Nama gue Friska!!, bukan Fris doang....Terus dia ini Sasha, bukan Sash" Jelas Friska.


"Iya kak Friska...Maaf" Mohon Alisa sembari menunnduk.


"SASHA!!! LO NGANGGEP GUE TEMEN LO ATAU NGGAK SI!!" Friska berteriak.


Sasha menatap kembali tatapan mata Friska yang sudah memerah padam. "Gu-gue. Nggak tau Fris. Kenapa bisa begini, Gue gak tau!" Ucapnya Lemas dan frustasi menjambak rambut nya kasar.


Baru kali ini Friska melihat wajah rapuh Sasha. Biasanya Sasha itu selalu Cool dan membayangkan dirinya itu yang paling terbaik di antara segalanya!!. Tapi ternyata tak selamanya Sasha selalu tegar.


"Kak!! Jangan begini" Ujar Alisa berusaha memapah Sasha.


Dengan gerakan cepat Sasha menarik kuat Rambung panjang Alisa. "Aakkkhh""" Pekik Alisa tertahan menahan sakit yang teramat pada rambutnya.


"Saaa.... Lepasin, jaga Emosi elo sash!!" Friska berkata sambil berusaha melepas jambakan Sasha di rambut Alisa yang tadi pagi habis di creambath. Yah jadi buluk lagi tu rambut.....


Merasa sang Princes mereka dalam mode Bahaya. Para Buaya jantan meluncurkan aksinya. Mereka pada berebut menyelamatkan Alisa, yang paling terpenting mereka berniat menyentuh atau menggendong tubuh mulus semampai milik Alisa.


Sebelum para Buaya sampai. Leo datang terlebih dahulu, ia segera meraih dan menggendong tubuh Barbie nya Ala Brid Style setelah jambakan maut Sasha terlepas.


Sasha banyak kena tamparan dari kaum Adam. Beruntung ada Friska yang menjaganya, kalau tidak mungkin ia alan mendapat tamparan lebih dari itu.


"Hiks...hiks..."


"Sash...lo gak papa kan!!!" Panik Friska melihat wajah Sasha yang berwarna Merah pekat.


Bahkan para Fans nya yang dulu selalu memujinya sekarang sudah berani memukulnya, karena sudah berpaling pada Alisa.


"Damn... kenapa...Gu-gue jadi begini Fris kenapa!! hiks hiks hiks" Sasha menangis kencang. sambil meraung...


Dengan sigap Friska memapah tubuh Sasha menuju UKS, agar tak banyak yang bertanya dengan kondisi Sasha sekarang.


..........


"Barbie Are you okey!" tanya Leo panik;

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2