
"Oke, Oke. Saya suka dengan kerja sama kalian, Mencari katak itu sampai dapat dan langsung menguburnya hidup-hidup, sesuai permintaan saya" Ucap Bu Rose mengembalikan HP Alisa setelah melihat Foto Alisa bersama sang Katak.
"Terimakasih Bu" Balas Riki dan Alisa bersamaan.
"Kalian boleh pergi....Owh iya, Bule,,,, kamu ibu kasih keringanan. Ini ada uji soal Fisika Bab V, kamu kerjakan. Ini bisa menjadi tambahan nilai Fisika kamu?" Memberikan beberapa lembar Soal pada Alisa. Alisa menerimanya dengan senang hati sambil tersenyum girang.
"Terima kasih banyak bu Rose....Bu Rose sangat-sangat-sangat baik dan dermawan" Menyalimi Bu Rose dengan sungkeman.
Bu Rose hanya tersenyum simpul, membuat Riki sedikit terpana. 'An*ay Mangsa baru gue tuh. Manisnya melebihi gulali'Batin Riki tersenyum smirk.
.........
"Hmm....Aku harus minta tolong Bima sekarang!, kalau tidak nanti nilaiku Anjlok seketika" Ujar Alisa sambil berjalan menenteng Lembaran kertas.
Kebetulan sekali Bima sedang duduk di Perpustakaan. Alisa sebenarnya hanya berniat mencari Rumus untuk menjawab soal itu, eh ternyata Ketemu Rumus yang lebih lengkap hihihi......
Langsung saja, Alisa duduk di samping Bima.
"Halo Bima?, kamu kan udah janji bakal ajarin aku Fisika, Kebetulan ini bu Rose kasih tugas untuk tambahan buat aku. So... when do we start studying??" tanya Alisa. Bima menatap Alisa lalu memberikan lembaran kertas kecil.
"Apa ini??"
"Datang saja ke alamat itu nanti sepulang sekolah, itu adalah alamat tempat tinggal ku. Kalau mau datang silahkan, tidak mau juga tidak masalah" Jelas Bima, sambil beranjak dari duduknya dan berjalan keluar perpus.
"Hmm...inikan kos kosan umum!,Masa aku harus ke sana sih. Di mana harga diri anak dari CEO Damara" Gumam Alisa menatap kertas itu dengan jijay jijay gitu.
__ADS_1
.........
Sepulang sekolah.
"Pak....berhenti di pinggir jalan sana ya!" Ujar Alisa pada pak Supir taxi. Ia meminta izin pada Papi Vicky untuk menaiki taxi, dengan syarat berfoto dengan setiap supir Taxi yang ia naiki. Benar-benar ya Papi Vicky....
Supir Taxi menepikan mobil nya di pinggir Gang. Alisa berniat turun di gang itu saja, karena kedaraan roda empat tidak bisa masuk ke dalam.
Alisa berjalan di dalam gang sempit itu sambil memperhatikan sekeliling nya. Ia sangat prihatin melihat keadaan anak-anak yang bermain kotor kotoran di tanah, tapi mereka tetap senang dan bahagia. Ia merasa sangat bersyukur, bisa hidup berkecukupan...bahkan lebih dari cukup.
Tak terasa air mata Alisa mengalir di sudut mata bulatnya. Alisa merogoh saku seragamnya dan mengambil 5 lembar uang pecahan berwarna Pink.
"Halo adik adik.... Kenalin nama kakak Alisa, Salim dulu dong!" Sapa Alisa pada anak-anak yang sedang bermain bersama.
"Halo juga kakak cantik, kakak cantik kayaknya bukan dari sini deh" Balas Adik kecil itu sambil mencium punggung tangan Alisa. Alisa tidak merasa jijik sedikitpun, walaupun anak kecil itu sekarang kotor dengan pakaian kumelnya.
Alisa membagi satu lembar satu anak, semua bersorak kegirangan. "Makasih loh kak. Yang sering kasih kita uang biasanya cuma kak Bima!, Eh kakak juga ikut ngasih". Ucap bocah sekisaran Lima tahunan bergender Laki-laki.
"Ow ya, kak Bima juga sering kasih kalian uang!" Ucap Alisa tak percaya. Semakin meningkat tingkat kekaguman Alisa pada Bima.
"Iya kak, Biasanya bagi kita makanan. Kadang juga Goceng. kadang banyak kya gini" Timpal teman bocah itu yang bergender Perempuan.
'Wah Bima dermawan, jadi tambah kagum'Batin Alisa.
"Yaampun kak Bima dermawan juga ya. Kebetulan kak Bima itu temen kakak Alisa loh" Ujar Alisa memberi tahu.
__ADS_1
"Lumayan dermawan sih, kak Bima juga baik kan sama kita" Jawab salah satu Bocah, di balas anggukan oleh yang lain.
Tiba-tiba
Tap tap tap tap
"Udah sampai dari tadi?" tanya Bima yang sekarang berada di samping Alisa menggunakan pakaian santai sambil menenteng beberapa Bingkisan.
Alisa menoleh ke arah Bima dengan sedikit raut wajah terkejut. "Eh...iya udah dari tadi kok" Jawab Alisa.
"Ini buat kalian, masing-masing satu ya. Kasih orang tua kalian oke" Pinta Bima pada Adik adik itu yang menggangguk mengerti. Bima memberikan Bingkisan kecil itu untuk para orang tua, entah apa yang ia berikan tetapi kelihatannya sangat Berisi.
"Makasih kak Bima!" Ucap mereka semua, dan pulang ke rumah masing-masing.
Bima tersenyum, baru kali ini Alisa melihat Bima tersenyum, ternyata kalau di pandang. Bima terlihat sangat manis.
"Kamu manis banget,,," Ucap Alisa spontan. Saat tersadar ia langsung menutup bibirnya dengan kedua tangannya. Tetapi ketika melihat Bima masih terdiam, ia berfikir sepertinya Bima tidak mendengar ucapan Alisa barusan.
'Sepertinya dia tidak mendengar ucapanku tadi, huh Semoga saja'Batin Alisa.
"Ayo ikuti aku, kita belajar di Kost" Ujar Bima berjalan mendahului Alisa. Alisa pun membuntuti Bima.
.........
Beberapa ratus langkah kaki berjalan. Mereka sampai di kost kosan Umum yang berada di dekat situ.
__ADS_1
Saat berada di dekat Pintu Kost, Alisa menatap Ragu ke arah Bima. "Bima, Adik kecil ini dari tadi mengait lenganku?" Ucap Alisa, sampai-sampai ia berkeringat dingin.
Bersambung....