Penakhluk Hati Sang Cupu

Penakhluk Hati Sang Cupu
Baru satu langkah


__ADS_3

Keesokan harinya. Alisa berniat untuk berkenalan dengan Bima, Fikirnya pasti Bima akan langsung meresponnya dan mendekatinya. Apakah Alisa akan berhasil semudah ini. Ayo Baca terus!!!.


...Bima sedang duduk di Perpustakaan sambil membaca buku. Entah buku apa yang ia baca, pasalnya buku itu terlihat sangat tebal di mata Alisa....


Walaupun Alisa pintar, tetapi ia jarang sekali membuka buku setebal baju satu koper itu. Benar-benar si Bima!.


Kebetulan sekali Bima sedang duduk sendiri, bahkan ruangan perpus sangat sepi. Jadi langsung saja, Alisa meluncurkan aksi konyolnya.


"Haii!" Sapa Alisa pada Bima.


Bima sama sekali tidak merespon ucapan Alisa. Ia hanya santai membaca dan mengamati materi yang ada di dalam buku.


Hal itu membuat Alisa kesal sendiri. 'Sabar Alisa kamu pasti bisa'batin Alisa menyemangati dirinya sendiri.


Langsung saja Alisa duduk di sebelah Bima, membuat sang empu terlonjak kaget. Tetapi hebatnya kaget sang Bima itu, hanya menatap datar. Bukan yang langsung berdiri dan menyumpah serapahi orang lain.


'Wah kagetnya keren'puji Alisa dalam hati


"Kamu kak Bima kan??" tanya Alisa.


Bima tak bergeming sedikit pun. "Huhhh.... Kamu kak Bima kan!" tanya Alisa lagi sedikit keras. 'Aku harus mencoba lagi'batinnya.


Lagi-lagi Bima hanya diam. "Kak Bima!!!" ucap Alisa setengah berteriak.

__ADS_1


"Kenapa?" hanya kata itu yang terlontar di bibir sang Cupu!!!. Wah Seorang Alisa di cuekin. Ini sama sekali tidak benarr!!!!.


"Kenalin Nama aku Alisa, kelas X a. Kalau kakak kelas berapa?" tanya Alisa sok akrab.


Bima menoleh ke arah Alisa, 5 detik kemudian ia kembali menatap bukunya.


"Bimaa!" ucap Alisa tanpa embel-embel kakak.


"Aku kelas XI a" balas Bima singkat.


Mata Alisa mengisyaratkan kemenangan , entah Apa yang ia pikirkan, sampai senang begitu.


"Baiklah. Boleh minta tolong ajarin aku tidak Bim. Aku tidak mengerti pelajaran sejarah, seperti yang kamu baca". Akting Alisa. Ia mulai mengerti bagaimana cara memancing ucapan Bima. Untung saja, ia sedikit membaca materi buku yang Bima pegang. Jadinya ia tau Bima sedang membaca tentang apa.


Alisa yang belum pernah mempelajari itu pun, seketika langsung mengangguk paham. Tetapi karena sekarang ia sedang berakting, jadi sengaja di lama-lamakan.


.........


"Babay Bima, Makasih ya. Besok aku tanya kamu lagi" pamit Alisa, ketika sudah bel masuk kelas.


'Kenapa aku mengajar anak itu tadi. Ketika ada yang minta di ajarkan, pasti aku tidak akan bisa menolak'batin Bima frustrasi dengan sikapnya yang suka menjelaskan tentang pelajaran.


.........

__ADS_1


"Hmmm......Aku baru berjalan satu langkah. Semoga langkah berikutnya, aku bisa lebih dari ini" Ucap Alisa lirih.


Setelah dari perpus Alisa langsung masuk kedalam kelasnya.


Kebetulan hari ini Mapel (mata pelajaran) pertama IPA, seperti minggu lalu ketika Alisa pertama kali masuk sekolah, yang mengajar adalah bu Miranti.


"Assalamualaikum dan selamat pagi semuanya" sapa Bu Miranti pada Anak muridnya.


"Wa'alaikumussalam bu" Balas murid beragama islam.


"Pagi juga bu!" balas murid non muslim.


"Baiklah, Sekarang kita akan belajar Materi tentang Tatacara merawat Hewan dan tumbuhan. Bla bla bla bla bla bla....." Jelas bu Miranti.


Satu kelas mendengarkan penjelasan Bu Miranti dengan seksama. Sebelumnya kelas ini menjadi kelas yang sangat ribut, apa lagi pada saat bu Miranti mengajar.


Tapi sekarang, ruangan itu hanya terdengar penjelasan Bu Miranti dengan jelas. Tanpa ada seseorang yang menyela ucapan bu Miranti.


Siapakah orang itu. Para Readers tahu tidak???. Ayo dong, jawab Author.


Boleh kasih saran. Nanti author bakal Fast Respons deh chatnya. Janji βœ‹.


Kalau menarik bakal Author ikutin, tapi sementara ikutin alur cerita yang Author buat ya. See You next time πŸ˜‰.

__ADS_1


__ADS_2