
Pada Adegan tarik menarik. "Leo" Citra mendekat dan melepas tangan mereka berdua dari tangan Alisa. Meskipun begitu, ia hanya berhasil melepas genggaman Leo, tidak dengan Bima.
"Heii,,,lepasin!" Sewot Citra menatap Bima dengan tajam. Bima sama sekali tidak memperdulikan nya, ia hanya mengedikkan bahunya acuh.
"Mau lo apa sih?" Gertak Leo. Baru kali ini Leo melakukan tindakan dengan emosi, padahal sebelumnya ia selalu sabar menghadapi masalah apapun, tetapi kalau menyangkut Barbienya ia tidak bisa bersabar.
"Tidak ada" Balas Bima datar.
'Saya sudah berjanji dengan Mba Dea, saya harus menjaganya'batin Bima.
"Bima, kamu mau apa sebenarnya. Aku hanya ikut Leo sebentar kok" Ucap Alisa lembut.
Bima menatapnya dengan Dingin lalu setelahnya Bima menyahut. "Saya hanya menepati janji"
'Pasti Dea,,,, Eummm...tapi suka' batin Alisa seraya tersenyum.
"Lice!!" Panggil Amelia tiba tiba datang. Alisa dengan cuek hanya melirik sahabatnya itu.
"Kamu di panggil pak kepsek! Ayo aku temani" tawar Amelia, ia ingin memperbaiki hubungannya dengan Alisa.
"Biar Bima yang menemaniku, Lele sayang...biarkan Bima yang menemaniku saja, kamu tidak usah khawatir ya" tutur Alisa, lalu berjalan pergi menuju ruang kepsek bersama Bima.
"Kurang ajar!!" Pekik Leo meninju dinding, setelahnya ia di cegah oleh Amelia dan Citra.
"Leo, lo ngapain sih,,,Gak ada gunanya tau...Lo malah ngelukain diri lo sendiri!!" Omel Amelia, menahan pergerakan Leo.
"Le. Udahlah, biarkan saja, dia sedang berusaha dekat dengan Bima. Tantangannya tinggal 2 minggu lagi" Sambung Citra, membuat Leo langsung menghentikan pergerakan nya.
'Kenapa gue lupa!, tapi tetep aja gue gak rela'Batin Leo panas.
Dengan cepat ia menghindar dari Tangan Amelia dan Citra, lalu pergi tanpa tujuan.
"Huh,,,dasar cowok jatuh cinta emang susah ya" Gerutu Amelia, membuat Citra mendelik kesal ke arahnya.
"Muka lo kenapa?" Amelia mengerutkan keningnya.
"Gapapa!" balas Citra Sinis. Entah apa yang membuat dia tiba tiba kesal.
__ADS_1
"Dih...Aneh lu. Tapi gue tau kok alasan klasik lu" Goda Amelia.
Citra mendongak, menatap Amelia dengan horor. "Alasan Klasik apa maksud lo?" tanya Citra.
Amelia mendekatkan wajahnya ke telinga Citra. "Alasan klasik, untuk membalikkan fakta, kalau elo sebenarnya suka sama Uwus uwus....." (Sensor)
"Eh,, lu jangan bicara sembarangan ya!, gue gak suka sama dia!" Pekik Citra tak terima.
Amelia menjauh dan menatap Citra remeh, lalu mencebikkan bibirnya. "Lo pikir gue Bodoh!!, Alasan Klasik lo, gak bisa pengaruhin Gadis secantik Neysla Amelia Zahra. soo... tidak mudah di bohongi" Kata Amelia dengan seringai.
"Tapi karena gue baik, jadi gue bersikap seolah-olah itu semua tidak terjadi Dwi citra Kirani!!. Yang gue harapin dari lo. Jangan pernah main main sama Alisa, gue tau lo dendam kan sama Alisa!" Ucap Amelia dengan tatapan yang berbeda.
Amelia adalah tipe orang yang lemah lembut, tapi akan garang pada saat tertentu. Apa lagi ketika miliknya di usik. Rada jahil, lumayan bertingkah. Tapi ingattt,,,dia setia kawan.
"Dendam apa maksud lo?" tanya Citra pura pura tak mengerti.
Amelia menatap Citra dari ujung kepala hingga ujung kaki. Lalu tersenyum smirk. "Sok Bodoh!, bodoh beneran baru tau rasa lo!" Sinis Amelia.
"Lo punya dendam, karena Alisa adalah salah satu orang yang dekat dengan Uwus itu kan, dan gak jarang mereka mesra mesraan di depan lo??" Lanjut Amelia.
Citra menunduk kesal, ia berkata di dalam hati 'Kenapa ni orang bisa tau sih'batin Citra.
Beberapa meter Amelia berjalan, tiba tiba. Brukh.
"Aww" Teriak Amelia karena ia baru saja terjatuh.
"Aduh,,sory ya. Gue gak liat" Ucap Cowok dengan kedua lesung pipinya ketika tersenyum, memberi kesan manis pada wajahnya. Ia memberikan tangannya untuk Amelia.
Secepat kilat Amelia meraihnya dan segera berdiri. "Iya, gapapa kok!" Balas Amelia sedikit ketus sambil merapihkan pakaiannya yang sedikit berantakan.
"Hey, Marah ya?" tanya Cowok itu mengangkat kedua alisnya.
"Gak, Gue cuma kesel dikit" Kata Amelia.
"Boleh ngobrol bentar gak?" tanya Cowok itu di jawab anggukan kecil oleh Amelia.
Mereka pun beranjak menuju kursi di bawah pohon rindang di pagi itu.
__ADS_1
"Langsung to the point aja bang. Gue gak ada waktu!" Ketus Amelia.
"Lo kyanya masih kelas 10, Btw gue juga kelas 10. Berarti seumuran yakan?" Ucap Cowok itu basa basi.
"Udah gue bilang!, langsung to the point. Gue gak ada waktu nanggapin lo, lama-lama. Masih banyak urusan gue!!" Gertak Amelia, membuat Cowok itu kehabisan kata kata.
Cowok itu mengangkat kedua tangannya seperti maling. "Okey, Gue to the point. kenalin nama gue Riki Febian anak kelas Xa. Nama lo siapa? dan kelas apa?" tanya Riki berturut turut.
Amelia menarik nafasnya panjang. "Gue??...... "
Bersambung...
Kira kira, Amelia bakal sebutin Nama aslinya atau gak?. Kita pindah ke kisah percintaan Amelia, Citra, dan Dua Beo saja ah, tapi kisah Alisa dan Bima akan di cicil dikit dikit. Ow iya sama cintanya Ramon sama Deaa.
Nanti akan author congkel dikit dikit. Terus asal usulnya Bima juga akan author bongkar. Masalalu Dea, dan siapakah Ramon??. Terus Cowok tampan yang bertemu Alisa di Taxi di bab 13. Akan Author bongkar perlahan. Jangan lupa tinggalkan jejak mu.
Alakadar nya
"Ila anak capa thol??"
"Emmm..Syila anak mama Dea lah"
"Papa Ila mana???"
Author garuk tengkuk. "Di......Hati Syila"
"Bukan Om Amo ya??"
"Bukan Dong" Author tersenyum paksa.
"Yahh, buat om Amo jadi Papah Ila dong thol!!" rengek Bocil.
"Makannya Syila cemangatin Readers buat Like, komen, dan Favorit dong"
"Oke, Pala Leades. Jangan lupa Pencet jempol, cama komental ya, Babay. Calam dali Ila👋"
__ADS_1
"Ila tantik kan??!!"
"Ayo jawab, ndak jawab doca loh"